Dinpertan Pangan Kabupaten Demak

DINAS PERTANIAN DAN PANGAN KABUPATEN DEMAK

Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Kabupaten Demak 59515 Telepon/Fax (0291) 685013

"Petani Sejahtera, Demakku Makmur"



PENGAWASAN MUTU PAKAN DI PT. NEW HOPE INDONESIA DEMAK

Keberhasilan suatu usaha peternakan dapat ditentukan oleh 3 (tiga) faktor yaitu Breeding (bibit), Feeding (pakan) dan Management (tatalaksana). Pakan memiliki peran penting dan strategis karena menduduki porsi besar yaitu 70 – 80 % dari biaya produksi, sehingga memerlukan pengawasan agar ketersediaan pakan yang beredar terjamin kualitas dan keamanannya, untuk menghasilkan produk pangan hasil ternak (daging, susu, telur) sebagai sumber protein hewani yang ASUH (Aman, Sehat,Utuh dan Halal).

Pakan merupakan bahan makanan tunggal atau campuran, baik yang diolah maupun yang tidak diolah, yang diberikan kepada hewan untuk kelangsungan hidup, berproduksi dan berkembang biak.  Sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dan perubahannya dalam Undang – Undang Nomor 41 tahun 2014 pada pasal 22 ayat 2 menjelaskan pakan yang dibuat untuk diedarkan secara komersil harus memenuhi standar atau persyaratan teknis minimal dan keamanan pakan serta memenuhi ketentuan cara pembuatan pakan yang baik yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri.

Pakan yang baik berdasarkan Permentan Nomor 19 tahun 2009 tentang Syarat dan Tata Cara Pendaftaran Pakan yang telah direvisi menjadi Permentan Nomor 22 Tahun 2017 tentang Pendaftaran dan Peredaran Pakan pada bab II pasal 2 menjelaskan pakan yang dibuat untuk diedarkan wajib memiliki NPP.  Nomor Pendaftaran Pakan (NPP) adalah surat keterangan yang memuat huruf dan angka yang menerangkan identitas pakan yang berfungsi sebagai tanda keabsahan pakan untuk diedarkan.  NPP diterbitkan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan atas nama Menteri Pertanian dalam bentuk Keputusan Menteri Pertanian.  Untuk mendapatkan NPP, maka pelaku usaha diharuskan mempunyai Sertifikat Mutu dan Keamanan Pakan, disamping harus memenuhi persyaratan administrasi dan teknis lainnya.

Pengawasan mutu pakan oleh  petugas pengawas mutu pakan (Wastukan) Provinsi Jawa Tengah, Ir. Rosana Gabor menyatakan setiap produk pakan yang beredar di pasaran haruslah memiliki NPP dan memenuhi standar yang ada. Hal ini dimaksudkan agar pakan ternak yang beredar dipasar layak untuk konsumsi ternak dan memenuhi kebutuhan nutrienbagi ternak. Pengambilan sampel di pabrik pakan PT. New  Hope  Indonesia di Desa Trengguli Kecamatan Wonosalam Kab. Demakoleh Tim Wastukan Prov. Jawa Tengah dipimpin Ir. Rosana Gabor didampingi oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Demak (4 Desember 2019)pada lima jenis pakan unggas yaitu jenis broiler pre starter/BR0, broiler startef/BR1 (521), broiler startef/BR1 (521K), layer pre starter (PL), dan layer (P3). Setiap sampel yang kan diuji diperlukan 500 gram.

Pengujian sampel dilakukan di Balai Veteriner Semarang, Jl. MT. Haryono no. 53a Sidomulyo Ungaran. Pengujian  yang dilakukan adalah uji proksimat antara lain uji kadar air, kadar protein, kadar lemak, serat, abu dan zat mineral lainnya (Endang Istichomah, S. Pt).

 

 

Pemanfaatan Limbah Keong Mas menjadi POC

Gambar : Proses pembuatan POC keong mas

Pupuk organik cair (POC) adalah pupuk yang berbentuk cair yang berasal dari bahan alam seperti kotoran hewan, sampah, sisa tanaman yang telah terdekomposisi. POC dapat dibuat dari limbah buah buahan, limbah sayuran bahkan limbah kotoran hewan. POC ini dapat berfungsi sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman. Keberadaan keong mas selama ini hanya sebagai limbah yang tidak termanfaatkan, sehingga ada peluang untuk dimanfaatkan sebagai bahan POC. Read More …

KERBAU JUGA IKUT ASURANSI

Setiap usaha atau bisnis pasti memiliki resiko, tak terkecuali usaha peternakan entah itu resiko berupa kematian, kecelakaan, kehilangan/pencurian ataupun bencana yang tidak terduga seperti wabah penyakit maupun terjadinya fluktuasi harga. Pemerintah melalui program AUTS/K (Asuransi Usaha Ternak Sapi / Kerbau ) berupaya untuk melindungi para peternak dari berbagai resiko kegagalan tersebut. Seperti yang baru-baru ini dilakukan oleh para peternak yang tergabung dalam Kelompok Ternak Lestari Mulyo Desa Wilalung Kecamatan Gajah yang telah mendaftarkan ternak kerbaunya mengikuti program AUTS/K. Read More …

ABDIBAKTITANI

 

BALAI PENYULUHAN PERTANIAN GAJAH DAN PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN DEMPET MENDAPAT PENGHARGAAAN ABDIBAKTITANI TAHUN 2019

 

Dalam memperingati  hari ulang tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia  yang ke-48, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menyerahkan penghargaan  Abdibaktitani kepada 47 Unit Kerja Pelayanan Publik (UKPP) yang berprestasi di bidang pertanian 2019.  Penghargaan ini diberikan guna mendorong perbaikan pelayanan dan memberikan motivasi untuk tumbuhnya inovasi dalam rangka mendukung capaian program pembangunan pertanian serta meningkatkan pelayanan prima kepada pemangku kepentingan.

Dalam rangka pemberian penghargaan kepada Unit Kerja Pelayanan Publik (UKPP) Bidang Pertanian telah dilaksanakan seleksi administrasi, penilaian lapangan dan penilai ekspose kualitas pelayanan publik oleh Tim Penilai Kementerian Pertanian. Ada 60 (enam puluh) UKPP seluruh Indonesia yang mengikuti ekpose kualitas pelayanan publik. Dari 60 UKPP tersebut terdapat 47 (empat puluh tujuh) UKPP yang mendapatkan penghargaan berupa piala, plakat dan piagam Abdibaktitani Tahun 2019.

Gbr 1. Piagam Abdibaktitani PHP

                                 Gbr 2. Plakat Abdibaktitani BPP Gajah

Sebelumnya Kabupaten Demak mengirimkan 2 (dua) UKPP yaitu Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Gajah dan Pengolahan Hasil Pertanian Dempet telah mengikuti ekpose kualitas pelayanan publik di Kementerian Pertanian. Hasil yang diperoleh kedua UKPP dimaksud semuanya mendapatkan penghargaan Abdibaktitani yaitu UKPP Berprestasi Utama untuk BPP Gajah dan UKPP Berprestasi Madya untuk Pengolahan Hasil Pertanian Dempet.

Penyerahan penghargaan dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 29 November 2019 pada saat upacara peringatan Hari Korpri ke 48 di Kementerian Pertanian oleh Menteri Pertanian.  “Izinkan saya atas nama Kementerian Pertanian menyampaikan rasa hormat terima kasih pada mereka yang telah berprestasi dan telah memberikan nama baik bagi Kementerian Pertanian,”ungkap Syahrul saat menyampaikan sambutan dalam acara

pemberian penghargaan dan ramah–tamah dengan penerima penghargaan Abdibaktitani 2019 usai melaksanakan upacara pengibaran bendera peringatan HUT KORPRI ke-48,

Menurut  Syahrul orang yang berprestasi itu yakni orang  yang  fokus dengan apa yang menjadi fungsi peranan dan tanggung jawab dan jika prestasi sudah diraih  berarti dia telah melakukan seluruh fungsi, seluruh tugas yang ada dan melahirkan prestasi bahan prestasi itu sekaligus memacu kesiapan – kesiapan tidak hanya mereka yang berprestasi tapi mengajak yang lain untuk melakukan hal yang sama.

 

SARASEHAN KELOMPOK TANI TERNAK ANDALAN DI KABUPATEN DEMAK

Pembinaan dan penguatan kelembagaan bagi kelompok tani ternak sangatlah penting karena merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam membangun usaha agribisnis peternakan di wilayah Kab. Demak. Usaha peternakan akan berkembangan dengan baik, apabila mempunyai kelembagaan kelompok yang kuat. Salah satu cara untuk menguatkan kelembagaan kelompok yaitu dengan saling bekerjasama antara peternak dengan pihak Pemerintah dan pihak terkait lainnnya untuk dapat mengembangkan usahanya.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Demak mengadakan kegiatan “Sarasehan Kelompok Tani Ternak Andalan di Kabupaten Demak” pada Kamis, 21 November 2019 di Aula Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak. Kegiatan tersebut merupakan pembinaan dan penguatan kelembagaan kelompok tani ternak di Jawa Tengah supaya kelompok-kelompok tersebut dapat berkembang lebih baik dan memaksimalkan potensi di wilayah desanya masing-masing.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Peternakan dan Keswan Ir. Dyah Purwatiningsih, MM dan Dwi Fajar S.Pt dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. Kelompok tani ternak dari Kecamatan Karanganyar, Gajah, Wonosalam, Wedung, Karanganyar, Dempet, dan Mranggen turut berpartispasi untuk mengikuti kegiatan sarasehan tersebut.

Diskusi Sarasehan yang melibatkan kelompok tani ternak dengan Petugas Peternakan Kecamatan berlangsung dengan antusias untuk saling bertanya jawab dan untuk berbagi pengalaman mereka serta dikaji bersama antara lain tentang program-program kerja yang ada dalam usaha peternakan.

Diharapkan dengan adanya sarasahen, para kelompok tani ternak di Kabupaten Demak dapat mengetahui permasalahan/kendala yang selama ini dialami dalam menjalankan usaha peternakan oleh kelompok tani ternak sehingga nantinya dapat mengembangkan usaha dan potensi-potensi yang ada di wilayah desanya masing-masing.

            

  • Kami Siap Memberikan Pelayanan Prima
© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress