Archives

now browsing by author

 

KEPALA DINAS PERTANIAN DAN PANGAN SERAHKAN KARTU TANI AWARD

Kepala Dinpertan Pangan, Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluhan beserta Kepala BPP penerima Kartu Tani Award

PPL Karangawen melakukan pendampingan penggunaan kartu tani

 

 

 

 

 

 

 

 

Salah satu program pemerintah dalam memperbaiki tata laksana penyaluran pupuk bersubsidi adalah dengan penerbitan kartu tani. Persiapan sudah dimulai dari tahun 2016 dengan melakukan pendataan petani dan luas lahannya, sedangkan implementasinya dilakukan setelah keluar instruksi Gubernur Jawa Tengah Nomor 81 Tahun 2017. Kartu tani merupakan kartu identitas petani yang berfungsi juga sebagai kartu debit BRI co-branding. Kartu Tani memuat informasi alokasi pupuk bersubsidi dan transaksi pembayaran Pupuk Bersubsidi di mesin Electronic Data Capture (EDC) BRI yang ditempatkan di pengecer. Selain itu, kartu dapat berfungsi untuk melakukan seluruh transaksi perbankan pada umumnya. Salah satu manfaat penggunaan kartu tani adalah memudahkan monitoring penyaluran pupuk bersubsidi (informasi selengkapnya dapat diunduh di sini).

Pada akhir caturwulan I tahun 2019, Kabupaten Demak menduduki urutan terakhir pembelian pupuk bersubsidi melalui kartu tani di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak menginstruksikan kepada Penyuluh Pertanian Lapangan untuk mendampingi petani agar penggunaan kartu tani lebih maksimal. Berdasarkan hasil evaluasi, rendahnya penggunaan kartu tani disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya belum semua anggota poktan sudah memperoleh kartu tani, tidak semua pengecer memiliki mesin EDC, kartu tani yang sudah terbit belum semuanya aktif dan beberapa kendala teknis lainnya.

Kepala Dinpertan Pangan menyerahkan tali asih kepada pegawai purna tugas

Sebulan setelah gerakan akselerasi tersebut, posisi Kabupaten Demak telah berada pada 10 besar penyerapan pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sebagai wujud apresiasi, Kepala Dinas menyerahkan Kartu Tani Award kepada sepuluh Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan dengan penggunaan tertinggi yaitu Karangawen, Demak, Mranggen, Bonang, Wonosalam, Mijen, Dempet, Gajah, Wedung dan Guntur. Penghargaan tersebut diberikan pada kesempatan halalbihalal keluarga besar Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Jumat, 14 Juni 2019. Selain penyerahan Kartu Tani Award, diserahkan pula tali asih bagi sembilan pegawai Dinas yang telah purna tugas pada periode November 2018-Juni 2019.

Halalbihalal Keluarga Besar Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak

MILIKI BUMP, PETANI DEMAK SIAP MENUJU PASAR GLOBAL

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Ir. Wibowo, M.M., dalam acara peluncuran tiga BUMP di Desa Mlatiharjo Kecamatan Gajah (11/6/2019)

Sudah menjadi hukum ekonomi, apabila stok barang melimpah sedangkan permintaan tetap, maka akan terjadi penurunan harga barang. Demikian pula yang terjadi pada harga gabah. Salah satu hal yang dikeluhkan petani Demak adalah anjloknya harga gabah saat panen raya karena petani berada di posisi tawar yang lemah di mata tengkulak dan pedagang pengepul.

Kondisi tersebut dapat diatasi dengan melakukan tunda jual ataupun meningkatkan nilai tambah produk. Solusi ini semakin efektif jika dilakukan dalam sebuah lembaga/korporasi sehingga petani mempunyai kekuatan dan posisi tawar yang lebih tinggi. Berdasarkan alasan tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak melakukan fasilitasi pembentukan Badan Usaha Milik Petani (BUMP). BUMP merupakan badan usaha yang sebagian besar atau seluruh modalnya berasal dari petani, bertujuan mensinergikan kegiatan bisnis dengan pemberdayaan masyarakat tani, dijalankan secara korporasi dengan berorientasi keuntungan demi mendorong kemandirian petani.

Sebagai tindak lanjut acara sosialisasi BUMP (selengkapnya dapat dibaca di sini), pada hari Selasa, 11 Juni 2019 dilakukan launching BUMP oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Ir. Wibowo, M.M. didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Heri Wuryanta, S.TP, M.P.  Turut hadir di acara yang bertempat di Desa Mlatiharjo Kecamatan Gajah tersebut, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Demak, Camat Gajah, Camat Mijen, Kepala Desa Mlaten dan Kepala Desa Mlatiharjo. Instansi terkait yang turut menyaksikan peluncuran BUMP yaitu Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Polsek Gajah, Koramil Gajah dan BKK Dempet,. BUMP yang diluncurkan dalam kesempatan tersebut adalah PT. Tasbiha Mulia Tani, Desa Mlatiharjo Kecamatan Gajah; PT. Panca Tani Sejahtera, Desa Mlaten Kecamatan Mijen; dan Koperasi Tani Dungkul Kedung Tani Desa Kedungori Kecamatan Dempet.

PT. Tasbiha Mulia Tani yang menjadi tuan rumah merupakan BUMP yang bergerak dalam usaha perberasan. Saat ini, BUMP tersebut telah memproduksi empat varian beras kemasan vakum yaitu beras mlati, beras merah, beras hitam dan beras genki. Beras-beras tersebut dijual dengan harga mulai dari Rp18.000,00 sampai dengan Rp40.000,00/kg. Jika dibandingkan dengan beras biasa yang berada pada kisaran Rp10.000,00, margin produk-produk tersebut jelas lebih banyak. Namun, mahalnya harga beras tersebut sebanding dengan manfaat yang diperoleh, yaitu beras yang mengandung lebih banyak antioksidan, berkadar gula rendah, dan aroma yang lebih menggugah cita rasa.

BIMBINGAN TEKNIS PENGOPERASIAN ALAT MESIN PERTANIAN

Salah satu tantangan yang dihadapi pertanian Kabupaten Demak saat ini adalah berkurangnya jumlah tenaga kerja. Generasi muda mempunyai keengganan untuk berusaha di bidang pertanian karena stereotipe bahwa pertanian merupakan pekerjaan kasar, kotor dan tidak menguntungkan. Kurangnya tenaga kerja ini menjadi masalah besar saat memasuki musim tanam dan musim panen. Kedua tahapan budidaya ini membutuhkan banyak tenaga kerja, terutama dari kaum perempuan.

Menjawab tantangan tersebut, selama lima tahun terakhir, pemerintah semakin gencar memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Pada tahun 2018 saja, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak telah menyalurkan bantuan traktor roda dua sebanyak 87 unit, traktor roda empat sebanyak 6 unit, 10 unit cultivator, 6 unit rice transplanter, 10 unit handsprayer, 1 unit alat pemanen padi blower dan 9 unit combine harvester. Alsintan tersebut dibiayai oleh dana APBD Kabupaten maupun APBN. Alsintan dapat mengurangi waktu proses produksi, memangkas biaya sekaligus menurunkan jumlah tenaga kerja yang terlibat. Sebagai contoh, penggunaan mesin penanam padi (rice transplanter) untuk lahan 1 hektar membutuhkan waktu 5-7 jam oleh 2 orang operator. Di sisi lain, penanaman padi dengan metode konvensional untuk lahan 1 hektar dalam waktu satu hari membutuhkan tenaga 25-30 orang.

Penggunaan alsintan, terutama alat penanam dan pemanen padi, tergolong baru di kalangan petani Kabupaten Demak, sehingga tidak semua petani dapat menjalankan mesin tersebut. Untuk menghindari alsin mangkrak ataupun tidak dimanfaatkan dengan semestinya, pemberian bantuan juga diikuti dengan pelaksanaan pelatihan dan bimbingan teknis pengoperasian dan pengelolaan alat mesin pertanian.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak melalui Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluhan telah melaksanakan kegiatan bimbingan teknis operator Alat Mesin Pertanian Combine Harvester Besar (CHB) pada tanggal 25 Febuari 2019. Bimbingan teknis yang bertempat di Desa Mranak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Agus Mahroji, dan profesional dari PT. Yanmar Indonesia, Sri Wahono. Bimbingan teknis diikuti oleh perwakilan dari 14 kelompok tani beserta penyuluh pertanian lapangan yang mendampingi.

 

© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress