Archives

now browsing by author

 

PEMBAGIAN KARTU TANI PADA KELOMPOK TANI MARGO RAHARJO DESA RAJI KECAMATAN DEMAK

Rabu 2 Oktober 2019 bertempat di ruang pertemuan Balai Desa Raji, telah dilaksanakan pembagian kartu tani untuk 53 anggota kelompok tani Margo Raharjo Desa Raji kecamatan Demak. Proses pembagian ditangani langsung oleh 2 orang petugas BRI Unit Karangtengah-Demak yang didampingi oleh PPL wilbin dan sekretaris kelompok tani Ahmad Yusuf. 

Kartu tani yang dibagikan merupakan hasil aktivasi kartu tani yang telah dibagikan sebelumnya, meskipun belum semua anggota kelompok tani mendapat kartu tani tersebut. Pihak BRI unit Karangtengah sudah berkomitmen untuk dapat segera menyelesaikan aktivasi kartu tani di Desa Raji. Ada 2 kelompok tani yang ditangani oleh BRI unit Karangtengah, yaitu kelompok tani Margo Mulyo sejumlah 83 orang dan kelompok tani Margo Raharjo sejumlah 94 orang.

Sebelum pembagian kartu tani tersebut, PPL pertanian wilbin Desa Raji memberikan pengantar mengenai fungsi, manfaat, cara menggunakan kartu tani, hal ini dimaksudkan untuk mengingatkan kembali para petani tentang penggunaan kartu tani,  mendorong petani untuk mau dan mampu menggunakan kartu tani tersebut, serta mendengar dan menyerap pertanyaan petani sekaligus memberikan jawaban ataupun solusi seputar kartu tani.

Satu hal mendasar yang sangat diharapkan oleh petani adalah ketersediaan pupuk di kios pengecer resmi pupuk subsidi. Jadi kapanpun petani ingin membeli pupuk subsidi barangnya harus selalu ada, supaya tanaman mendapat pupuk tepat waktu. Dengan demikian, tanaman dapat tumbuh subur dan memberikan hasil yang memuaskan.

Program kartu tani menjadi salah satu unggulan pemerintah saat ini khususnya dibidang pertanian, supaya bantuan subsidi pupuk untuk petani benar-benar tepat sasaran, peredaran pupuk subsidi dapat lebih terpantau. Namun semuanya itu perlu dukungan dan kerjasama yang baik antar pihak-pihak yang terkait, supaya pemakaian kartu tani di Kabupaten Demak dapat berjalan dengan lancar. (Agus Susilo/PPL Kecamatan Demak)

DEM AREA BUDIDAYA TANAMAN SEHAT PADI DI POKTAN MARDI UTOMO KELURAHAN KADILANGU KECAMATAN DEMAK

Dem Area Budidaya Tanaman Sehat Padi merupakan suatu metode percontohan penerapan budidaya tanaman sehat pada suatu hamparan yang bertujuan untuk mengelola pertanaman padi sehingga aman dari gangguan OPT (organisme pengganggu tanaman) serta untuk memberikan contoh dan memotivasi petani supaya mau menerapkan teknik budidaya tanaman sehat dan mengelola keberadaan OPT agar tidak menimbulkan kerugian secara ekonomi.

Pada tahun 2019, kegiatan ini salah satunya berlokasi di kelompok tani Mardi Utomo Kelurahan Kadilangu Kecamatan Demak, dengan mendapat dukungan sarana dan prasarana saprodi yang terdiri dari komponen utama berupa pupuk organik padat, dan komponen pendukung berupa benih/bibit refugia dan agens pengendali hayati (APH). Selain itu Poktan Mardi Utomo juga mendapat bantuan barang langsung berupa benih padi Inpari 32 sebanyak 625 kg dan dolomit sebanyak 25 ton.

Pengadaan saprodi ini disusun berdasarkan musyawarah anggota kelompok yang dituangkan dalam Rencana Usaha Kelompok (RUK) yang diketahui oleh POPT (Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman) dan Penyuluh Pertanian. RUK ini didusun dengan mencantumkan rencana pengadaan sarana produksi meliputi jenis barang, volume, harga satuan dan jumlah dana yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan dan harga setempat. Apabila dana bantuan pemerintah dirasa tidak mencukupi maka kelompok tani dapat memenuhi kebutuhan sarana produksi secara swadaya.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan ini, kelompok tani telah melakukan pertemuan pendahuluan secara swadaya berupa sosialisasi kegiatan pada hari Selasa, 24 September 2019 yang berlokasi di rumah Supardi selaku ketua kelompok tani Mardi Utomo. Pertemuan ini dihadiri sekitar 25 orang anggota kelompok ditambah 8 orang petugas lapangan yang terdiri dari POPT dan PPL Kecamatan Demak. Pertemuan ini membahas pemetaan masalah, penelusuran budidaya tanaman dan rencana aksi. Setelah pertemuan pendahuluan ini direncanakan akan dilaksanakan pertemuan lanjutan untuk membahas evaluasi perkembangan dari kegiatan yang sudah berlangsung. (Rahmadanti Yusnita Nur, S.TP. / PPL BPP Demak)

 

PEMBUATAN MOL DAN PGPR PADA PROGRAM PENGEMBANGAN DESA PERTANIAN ORGANIK BERBASIS KOMODITAS HOTIKULTURA (JAMBU AIR) DI DESA TEMPURAN KECAMATAN DEMAK

Pengembangan Desa Organik Berbasis Komoditas Hortikultura bertujuan untuk menerapkan kegiatan budidaya hortikultura yang ramah lingkungan dan dihasilkannya komoditas hortikultura yang berkualitas dan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Petani yang dapat diikutkan dalam program ini adalah petani yang telah menerapkan budidaya pertanian organik atau petani konvensional tetapi berkomitmen untuk melaksanakan pertanian organik.

Tahun ini merupakan tahun kedua bagi Desa Tempuran sebagai lokasi Pengembangan Desa Organik Berbasis Hortikultura (Jambu Air).  Salah satu kegiatan didalamnya adalah pelatihan pembuatan Mol dan PGPR. Pelatihan ini dilaksanakan di rumah pertemuan Gapoktan Tani Maju Desa Tempuran pada hari Senin, 23 September 2019, yang dipandu oleh Petugas POPT Kabupaten Demak Mujiyanto dan PPL Kecamatan Demak.

Diharapkan dengan pelatihan pembuatan Mol (Mikro Organisme Lokal) dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) ini petani tidak tergantung lagi dengan penggunaan sarana produksi kimia (pupuk maupun pestisida) dan selanjutnya dapat menyediakan sendiri pupuk organik  maupun pestisida biologi untuk digunakan di kebunnya masing-masing.

Adapun alat dan bahan pembuatan Mol sebagai berikut :

  1. Alat : drum/tong besar, isolasi/plester, ember dan selang kecil
  2. Bahan : 80 kg bonggol pisang, 40 liter air perasan beras, 40 liter air kelapa dan 2,5 liter tetes tebu
  3. Cara pembuatan :
  • Bonggol pisang dipotong kecil-kecil kemudian dimasukkan ke dalam drum/tong.
  • Masukkan air perasan beras, air kepala dan tetes tebu ke dalam drum/tong.
  • Aduk rata campuran lalu tutup drum/tong, beri lubang udara kemudian masukkan selang kecil untuk mengeluarkan gas dari dalam drum/tong ke dalam ember yang sudah diisi air. Tutup rapat celah-celah drum/tong dengan isolasi/plester untuk menghindari kebocoran.
  • Diamkan selama 10-15 hari.
  1. Cara pemakaian : campurkan 250 ml Mol ke dalam tangki kemudian semprotkan pada berbagai jenis tanaman.

Adapun alat dan bahan pembuatan PGPR sebagai berikut :

  1. Alat : panci besar, jerigen dan kompor.
  2. Bahan : akar bambu, 15 liter air, ½ kg bekatul, ¼ kg gula pasir, 1 sdm kapur sirih, penyedap rasa / micin dan terasi secukupnya
  3. Cara pembuatan :
  • Rendam akar bambu dengan air matang, diamkan selama 2-3 hari.
  • Rebus air dalam panci sampai mendidih kemudian masukkan bekatul, gula pasir, kapur sirih, penyedap rasa dan terasi.
  • Saring rendaman akar bambu, masukkan airnya kedalam panci lalu aduk rata.
  • Saring campuran yang sudah didinginkan kemudian masukkan airnya kedalam jerigen. Tutup rapat jerigen dan diamkan selama 10-15 hari.
  1. Cara pemakaian : campurkan 250 ml PGPR ke dalam tangki kemudian semprotkan pada berbagai jenis tanaman.

(Rahmadanti YN, S.TP/PPL BPP Demak)

BUDIDAYA SORGUM MULAI DIMINATI PETANI DI KECAMATAN DEMAK

 

Sorgum merupakan salah satu tanaman serealia yang telah lama dikenal petani, di Jawa tanaman ini disebut cantel sering menjadi tanaman sela atau tumpangsari dengan tanaman lainnya. Sorgum mirip dengan tanaman jagung. Daunnya berbentuk lurus memanjang, bijinya bulat dengan ujung mengerucut berukuran diameter sekitar 2 mm dan mempunyai satu tangkai buah dengan beberapa cabang buah.

Adapun langkah-langkah untuk budidaya tanaman sorgum adalah sebagai berikut:

  1. Pengolahan Lahan

Langkah pertama adalah penggemburan lahan menggunakan cangkul atau traktor. Selanjutnya taburkan pupuk dasar berupa pupuk kandang dengan dosis 4-5 ton/hektar. Pupuk kandang merupakan pupuk organik yang berguna untuk membantu pertumbuhan tanaman karena mengandung unsur hara makro dan mikro.

  1. Penanaman

Penanam sorgum dilakukan dengan cara membuat lubang tanam sedalam 5 cm dengan cara ditugal dan memasukkan 2 benih sorgum di dalamnya kemudian tutup lubang tanam dengan tanah atau bokashi untuk hasil yang lebih baik. Jarak tanam yaitu 70 x 25 cm.

  1. Perawatan

Perawatan sehari-hari tanaman sorgum tidak rumit, selain tindakan penyulaman dan pengairan, pada umur 20 hari perlu dilakukan penyiangan atau pembersihan gulma, tujuannya untuk mengendalikan pertumbuhannya agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman utama. Setelah tanaman berumur 15 hari perlu dilakukan aplikasi pupuk susulan menggunakan pupuk Urea dan NPK, tujuannya untuk meningkatkan kesuburan tanaman serta memperbaiki dan meningkatkan kualitas organik didalam tanah. Aplikasi pupuk yang sama kembali dilakukan saat tanaman berumur 1 bulan.

  1. Pemanenan

Sorgum dipanen saat telah masak atau tua dengan cirri-ciri kulit buah berubah warna dari hijau menjadi putih susu atau merah (tergantung varietasnya). Pemanenan dilakukan dengan cara memotong bagian pangkal tangkai dan mengumpulkannya kedalam wadah yang disiapkan. Untuk luasan lahan 1 hektar dapat menghasilkan sorgum kering panen sekitar 8 ton. Sorgum hasil panen ini selanjutnya akan diproses lebih lanjut mulai dari penjemuran, perontokan hingga penggilingan untuk dikupas kulitnya sampai penepungan.

Di Kecamatan Demak sebelumnya hanya Desa Raji yang melakukan budidaya tanaman sorgum. Kemudian disusul desa lainnya yaitu Desa Sedo dan Desa Mulyorejo sejak 3 tahun lalu serta Kelurahan Bintoro mulai tahun ini (2019). Untuk tahun ini Desa Raji dan Desa Mulyorejo tanam sorgum sebanyak 75 hektar sedangkan Kelurahan Bintoro sekitar 3 hektar. (Rahmadanti YN, S.TP/PPL BPP Demak)

DESA RAJI BANGUN CEKDAM UNTUK ATASI MASALAH PENGAIRAN

Sambung rasa petani Desa Raji (6/9/2019)

Ketersediaan air merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk budidaya tanaman. Pemberian air irigasi dari hulu (upstream) sampai dengan hilir (downstream) memerlukan  sarana  dan prasarana irigasi yang memadai antara lain: bendungan, bendung, saluran primer dan sekunder, box bagi, bangunan-bangunan ukur, dan saluran tersier serta Jaringan Irigasi tingkat usaha tani (JITUT). Terganggunya Read More …

© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress