POPT

now browsing by category

 

LAMPU PERANGKAP SERANGGA HAMA

Petani sedang memeriksa “hasil tangkapannya” (foto koleksi ajistyawan via antarafotocom)

Ada pemandangan yang menarik jika Anda melintas di jalan Mlaten-Bantengmati, Kecamatan Mijen pada malam hari. Terlihat ratusan kelap-kelip lampu di kanan-kiri jalan. Bukan lampu jalan maupun lampu perumahan, lampu-lampu tersebut berasal dari lahan bawang merah. Kenapa bisa ada lampu-lampu tersebut?

Lampu-lampu yang berada di sepanjang bedengan lahan bawang merah itu merupakan lampu perangkap serangga. Salah satu Read More …

MASUKI MUSIM TANAM KETIGA, DINPERTAN PANGAN SIAP KAWAL PRODUKTIVITAS BAWANG MERAH

Gerdal OPT di poktan Bangun Tani desa Ngelokulon Kecamatan Mijen Kabupaten Demak, Kamis, 23 Mei 2019. Gerdal diikuti 20 petani dan petugas POPT, PPL, P3K setempat. Luas pengendalian:i 2,5 ha. Varietas bawang merah: Bima.

Saat ini sebagian wilayah di Kabupaten Demak sedang ditanami bawang merah, seperti di Kecamatan Demak, Mijen dan Karanganyar. Ketiga kecamatan tersebut diperkirakan akan memasuki musim panen pada bulan Juni-Juli. Dalam rangka mempertahankan produktivitas dan antisipasi munculnya organisme pengganggu tumbuhan (OPT), Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak bekerja sama dengan Laboratorium Pengamatan Hama Penyakit Semarang melaksanakan kegiatan Gerakan Pengendalian (Gerdal) OPT metode ramah lingkungan untuk tanaman bawang merah.

Penyakit dan OPT yang biasanya muncul pada periode Mei-Juni adalah penyakit jamur trotol dan moler, ngengat serangga  ulat bawang (Spodoptera exigua) dan lalat pengorok daun (Liriomyza). Penyakit dan OPT tersebut dapat diantisipasi dengan pemberian agens hayati yang terbukti ramah lingkungan dan tidak meninggalkan residu pada hasil panen. Agens hayati dari bahan Trichoderma digunakan untuk mengantisipasi munculnya penyakit jamur trotol dan moler sedangkan likat kuning digunakan untuk ngengat serangga ulat bawang dan lalat pengorok daun. Antisipasi munculnya pupa dan ulat bawang dilakukan dengan pengaplikasian agens hayati dari Beauveria bassiana. Selain penggunaan agens hayati, pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) juga dilakukan untuk mendukung perkembangan fisiologi dan pertumbuhan tanaman karena PGPR mampu meningkatkan penyerapan dan mobilisasi unsur hara.  Perpaduan PGPR dengan teknik pengendalian OPT lain mampu menekan aktivitas patogen dengan cara memproduksi antibiotik.

Selain metode-metode yang disarankan oleh PPL dan POPT, petani juga memiliki kreativitas tersendiri dalam mengendalikan OPT yang ramah lingkungan. Petani di desa Gempolsongo Kecamatan Mijen memasang kelambu untuk menghalangi ngengat ulat bawang bertelur dan menetas pada pertanaman. Lain halnya yang dilakukan oleh petani di desa Mulyorejo Kecamatan Demak yang memilih memasang lampu perangkap dikombinasikan dengan nampan yang telah diberi larutan deterjen atau oli pada hamparan tanaman bawang merah.  Cara ini berhasil memerangkap ngengat ulat bawang dan mencegah ngengat mengganggu pertanaman.

Kelambu penghalang ngengat di Desa Gempolsongo Kecamatan Mijen

Lampu perangkap ngengat di Desa Mulyorejo Kecamatan Demak

Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Ramah Lingkungan

Guna mempertahankan produktivitas dan antisipasi munculnya organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada Musim Tanam padi II Asep 2019, Laboratorium Pengamatan Hama Penyakit Semarang bekerjasama dengan Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Demak melaksanakan kegiatan Gerakan Pengendalian (Gerdal) OPT. Gerakan pengendalian yang dilakukan merupakan metode yang ramah lingkungan karena menggunakan agens hayati. Gerdal OPT ramah lingkungan memanfaatkan agens hayati berupa Paenibacillus untuk mengantisipasi munculnya penyakit bakteri Xanthomonas/Kresek, Beauveria bassiana untuk serangga hama tanaman, serta Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang berpengaruh baik terhadap fisiologi dan pertumbuhan tanaman, penyerapan dan mobilisasi unsur hara  dan menekan aktivitas patogen dengan menghasilkan antibiotik.

Kegiatan gerdal kali ini dilaksanakan di poktan Tani Maju desa Jetak Kecamatan Wedung Kabupaten Demak pada hari Senin tanggal 20 Mei 2019. Gerdal  diikuti oleh 30 petani dan petugas POPT, PPL, P3K setempat. Luas pengendalian meliputi 40 ha pertanaman padi umur 7 –  14 hst varietas Ciherang. Kegiatan Gerdal OPT secara ramah lingkungan diharapkan bisa diterapkan oleh poktan-poktan lainnya dengan pendampingan petugas, sehingga mengurangi penggunaan pestisida kimia yang berlebihan yang berdampak terhadap keseimbangan ekosistem pertanian.

 

© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress