KP

now browsing by category

 

STOP BOROS PANGAN!

Disadari atau tidak, masih banyak dari kita yang seringkali membuang bahan makanan yang masih layak untuk dimakan. Berdasarkan hasil penelitian Read More …

PILIH MANA, BERAS MEDIUM ATAU PREMIUM?

Monev penggilingan beras oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinpertan Pangan Demak

Masyarakat Indonesia sehari-hari mayoritas makan nasi, maka wajar jika beras selalu menjadi perhatian khusus masyarakat. Sayurnya sudah enak, lauknya mantap tapi kalau nasinya tidak enak tentu kenikmatan makan yang diharapkan menjadi kurang. Meskipun sama-sama makan nasi, tapi beras yang dipilih tiap keluarga bisa jadi berbeda. Pemilihan jenis beras juga sering disamakan dengan standar kehidupan atau tingkat kemakmuran hidup seseorang. Orang dari kalangan menengah ke atas memiliki keleluasaan memilih jenis beras yang enak dan disukai. Oleh karena itu, kita sering mendengar jenis beras medium dan beras premium. Kata premium Read More …

MENCEGAH STUNTING DENGAN B2SA

Tahukah Anda, sekarang bukan zamannya lagi mengonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna, tapi sekarang kita beralih ke Konsumsi Pangan B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman). Apa itu B2SA? Pangan B2SA adalah aneka ragam bahan pangan, baik sumber karbohidrat, protein, maupun vitamin dan mineral, yang bila dikonsumsi dalam jumlah berimbang dapat memenuhi kecukupan gizi yang dianjurkan dalam jangka waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehat & produktif. Selain itu, sesuai dengan daya terima (selera dan budaya) dan kemampuan daya beli masyarakat serta aman dikonsumsi dan halal.

Indonesia masih menghadapi salah satu masalah gizi, yaitu stunting. Stunting atau gagal tumbuh pada balita merupakan masalah kurang gizi yang saat ini menjadi fokus untuk ditanggulangi. Berdasarkan data Riskesdas (Kemenkes, 2013) Kabupaten Demak masuk dalam 100 Kabupaten prioritas penanganan stunting yang apabila didata lebih lanjut saat ini, jumlahnya sebenarnya meluas dari lokus 10 desa yang sudah mulai diintervensi.

Stunting terjadi saat janin masih dalam kandungan, disebabkan oleh asupan makanan ibu selama kehamilan yang kurang bergizi. Akibatnya, gizi yang didapat anak dalam kandungan tidak mencukupi. Kekurangan gizi inilah yang akan menghambat pertumbuhan bayi dan bisa terus berlanjut setelah kelahiran. Namun sebenarnya, mencegah stunting sudah bisa dilakukan sejak dini semenjak masa kehamilan. Kuncinya tentu dengan meningkatkan asupan gizi ibu hamil dengan makanan yang berkualitas baik. Masyarakat dapat membiasakan keluarganya untuk mengkonsumsi aneka menu makanan B2SA, tentu dengan memanfaatkan sumber daya lokal di lingkungan setempat.

ALUR PENDAFTARAN PANGAN SEGAR ASAL TUMBUHAN (PSAT)

Pendaftaran PSAT pada PD-UK (Produksi Dalam Negeri Usaha Kecil) :

  • Petani
  • Kelompok Tani
  • Gabungan kelompok tani
  • Pelaku usaha mikro dan kecil

Persyaratan administrasi :

  1. Fotokopi KTP Pemohon
  2. Fotokopi surat penetapan
  3. Fotokopi surat keterangan domisili usaha
  4. Profil usaha

Persyaratan teknis :

  1. Denah ruang penanganan produk
  2. Informasi produk
  3. Daftar pemasok dan pelanggan
  4. Bagan alur produksi
  5. Rancangan label dan kemasan
  6. Fotokopi surat keterangan hasil inspeksi penerapan sanitasi higiene pada sarana produksi dan distribusi PSAT.

 

Pendaftaran PSAT pada PD (Produksi Dalam Negeri)

  • Perusahaan

Persyaratan Administrasi

  1. Fotokopi KTP Pemohon
  2. Fotokopi NPWP
  3. Fotokopi akta pendirian perusahaan dan perubahannya
  4. Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
  5. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
  6. Fotokopi surat Izin Tempat Usaha
  7. Fotokopi sertifikat merek dagang bagi produk yang mencantumkan tanda trade mark (TM) dan Registered (®)

Persyaratan teknis

  1. Denah ruang penanganan produk
  2. Surat keterangan produk
  3. Daftar pemasok dan pelanggan
  4. Standar Prosedur Operasi (SPO)
  5. Fotokopi sertifikat atau surat keterangan klaim
  6. Fotokopi surat lisensi
  7. Fotokopi surat keterangan pengemas kembali
  8. Contoh produk dan rancangan kemasan dan label
  9. Fotokopi surat keterangan hasil inspeksi penerapan sanitasi higiene pada sarana produksi dan distribusi PSAT
  10. Fotokopi sertifikat mengikuti pelatihan sanitasi higiene
  11. Fotokopi laporan hasil pengujian produk
  12. Fotokopi sertifikat jaminan mutu dan keamanan PSAT.

PENANGANAN KERAWANAN PANGAN MELALUI PENGEMBANGAN DESA MANDIRI PANGAN

Oleh: Budi Sulistyawan, S.P. M.M.*

Desa mandiri pangan (DMP) adalah desa yang masyarakatnya mempunyai kemampuan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi melalui pengembangan subsistem ketersediaan, subsistem distribusi dan subsistem konsumsi dengan memanfaatkan sumberdaya setempat secara berkelanjutan. Program DMP merupakan  salah  satu upaya dalam  mengurangi  kerawanan  pangan,  menciptakan  ketahanan  pangan  dan menurunkan  tingkat kemiskinan dalam suatu wilayah pedesan. Program Aksi Desa Mandiri Pangan  dilakukan melalui proses pemberdayaan masyarakat untuk mengenali potensi dan kemampuannya, mencari alternatif peluang dan pemecahan masalah serta mampu  mengambil  keputusan sehingga tercapai  kemandirian. Dalam pelaksanaan program DMP, dibentuk kelompok afinitas yang ditumbuhkembangkan berdasarkan  kesamaan visi dan tujuan dalam pemberdayaannya melalui kegiatan pelatihan dan  pendampingan.

Tujuan Pengembangan Desa Mandiri Pangan adalah meningkatkan ketahanan pangan dan gizi masyarakat, mengurangi kerawanan pangan dan gizi melalui pendayagunaan sumberdaya, kelembagaan dan budaya lokal di pedesaan. Indikator keberhasilan kegiatan ini adalah  berkurangnya tingkat kerawanan pangan dan gizi. Sasaran kegiatan Desa mandiri pangan adalah kelompoktani di desa yang tergolong kategori miskin dengan anggota rumah tangga miskin (RTM).

Saat ini, Kabupaten Demak sedang memfokuskan kegiatan di dua desa, yaitu Desa Temuroso Kecamatan Guntur dan Desa Rejosari Kecamatan Karangawen. Kegiatan dimulai sejak tahun 2018 dan diharapkan tuntas pada tahun 2020. Desa-desa tersebut mendapat paket bantuan dan pendampingan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak melalui sumber dana dari  APBD Provinsi dan APBD Kabupaten. Jenis bantuan yang telah diberikan sebagai berikut:

  1. Budidaya Kambing Jawa Randu
  2. Budidaya Tanaman Buah Buahan (Belimbing, Jambu air, Mangga dan  Kelengkeng)
  3. Budidaya Lele dalam kolam terpal
  4. Mesin penepung biji bijian

*Kasi Ketersediaan dan Distribusi Pangan

© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress