Kebonagung

now browsing by category

 

PENGENDALIAN TIKUS MENJELANG MT I KELOMPOK TANI MANGUN RAHAYU DESA MANGUNREJO

Kondisi lahan kelompok tani Mangun Rahayu desa Mangunrejo kecamatan Kebonagung saat ini masih bero (tidak ada tanaman) menunggu aliran air dari Waduk Kedung Ombo. Akan tetapi populasi tikus saat ini sangat tinggi. Hal ini dapat diketahui dari penyerangan sisa-sisa tanaman kacang hijau secara merata serta pengamatan petani di malam hari. Melihat kondisi seperti itu maka petani perlu mengadakan tindakan penggendalian untuk menekan populasi tikus. Gerakan Pengendalian tikus dilaksanakan pada Sabtu (19/10/2019). Kegiatan ini diikuti oleh anggota kelompok tani Mangun Rahayu, penyuluh pertanian kecamatan Kebonagung, dan Babinsa.

Read More …

GAPOKTAN “GUYUB RUKUN” DESA TLOGOSIH SIAP LAKSANAKAN KAJI TERAP UJI VARIETAS

Pada Musim Tanam (MT) I 2019/20120 ini Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Guyub Rukun Desa Tlogosih Kecamatan Kebonagung Kabupaten Demak akan mengadakan kegiatan kaji terap varietas padi. Kaji terap ini bertujuan: pertama, meyakinkan petani pada paket teknologi usaha tani padi yang paling sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, kondisi usaha tani dan kondisi sosial ekonomi usaha tani di wilayahnya. Kedua, mempercepat penyebaran informasi teknologi yang direkomendasikan secara umum.

Read More …

BIMBINGAN TEKNIS PENGOPERASIAN ALSINTAN

Peserta bimbingan teknis sedang praktik membuat dapok

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak sekali lagi mengadakan bimbingan teknis pengoperasian dan pengelolaan alat mesin pertanian (alsintan). Jika sebelumnya Dinas menggandeng Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (berita selengkapnya baca di sini), kali ini Dinas bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor dalam penyelenggaraannya.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 19 sampai dengan 21 Juni 2019. Bertempat di desa Megonten Kecamatan Kebonagung Kabupaten Demak, acara ini menghadirkan narasumber drh.Wisnu Wasisa P, MP dari BBPKH cinagara Bogor; Kepala Dinpertan Pangan Kabupaten Demak, Ir. Wibowo,M.M.; dan profesional dari PT. Yanmar Indonesia, Dimas Rahmadi P. Selain tiga orang tersebut, dihadirkan pula Pengelola Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA) Karya Bersama Desa Megonten, Hadi Sukarjo, yang pada tahun 2018 mendapatkan apresiasi dari Menteri Pertanian RI sebagai juara III UPJA berprestasi tingkat nasional.

Peserta terdiri dari delapan kelompok tani di Kabupaten Demak, yaitu Dewi Sri, Mardi Luhur, Ngudi Mulyo, Asung Tulodo, Arum Tani, Karya Bersama, Ngudi Luhur dan Petani Hebat. Poktan menugaskan dua anggotanya untuk mengikuti bimbingan teknis dengan pendampingan dari PPL masing-masing. Selain itu, sejumlah anggota TNI juga turut menjadi peserta sebagai tindak lanjut nota kesepahaman Kementerian Pertanian dengan TNI dalam menyukseskan Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai (UPSUS PAJALE).

MENGENAL KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI

Kegiatan Pemanfaatan Pekarangan KWT Bunga Teratai Desa Boyolali Kecamatan Gajah

Panen Hasil Pekarangan Kegiatan KRPL TP PKK Kembangan Kecamatan Bonang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya dijamin oleh pemerintah baik kuantitas dan kualitasnya sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Pasal 60 UU No 18/2012 mengamanatkan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berkewajiban mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sesuai dengan potensi dan kearifan lokal guna mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif. Penjabaran dari Undang-Undang Pangan tersebut telah diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi dimana dalam Pasal 26 disebutkan bahwa upaya penganekaragaman pangan salah satunya dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak pada Tahun 2019 melaksanakan Kegiatan Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang merupakan model pemanfaatan setiap jengkal lahan termasuk lahan tidur, lahan kosong yang tidak produktif pada kawasan pekarangan, sebagai penghasil pangan untuk memenuhi pangan dan gizi keluarga, sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. KRPL juga dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk penanganan daerah stunting, Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) dan penanganan wilayah rentan rawan pangan.

Kegiatan KRPL berlangsung selama tiga tahun untuk satu lokasi yang sama. Tahun pertama merupakan tahap penumbuhan, dimulai tahun 2018 pada lima kelompok wanita. Tahun 2019, penerima manfaat bertambah 10 kelompok, sehingga saat ini terdapat 15 kelompok wanita yang tersebar di 10 kecamatan, yaitu Wonosalam, Dempet, Gajah, Karangawen, Bonang, Guntur, Sayung, Karangtengah, Demak dan Kebonagung. Tahun ini, lima kelompok pertama masuk dalam tahap pengembangan. Tahun depan diharapkan kelompok tersebut telah menjadi kelompok mandiri yang dapat memanfaatkan pekarangannya sendiri dari bekal bantuan dan pelatihan yang telah diberikan di tahun-tahun sebelumnya.

Manfaat yang sudah dirasakan oleh anggota kelompok wanita antara lain meningkatnya frekuensi konsumsi sayuran, buah dan protein hewani pada anggota dan masyarakat sekitarnya. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat direplikasi di lokasi lainnya dalam rangka peningkatan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

TOKO TANI INDONESIA, SOLUSI JAMINAN HARGA UNTUK PETANI

Pada tanggal 14 Mei 2016, bertempat di Halaman Desa Klampoklor Kecamatan Keboagung Kabupaten Demak, dilaksanakan pasar murah yang dihadiri oleh Bupati Demak, HM. Natsir. Pada kesempatan tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak diwakili oleh BPP Kebonagung turut ambil bagian dalam memberikan pelayanan penjualan beras murah melalui Toko Tani Indonesia (TTI).

Bupati Demak menyempatkan diri berbincang dengan PPL Kebonagung  tentang TTI. TTI Merupakan salah satu bagian kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM). Kegiatan ini bertujuan untuk:

  1. Menyerap produk pertanian dengan harga yang layak dan menguntungkan petani khususnya bahan pangan pokok dan strategis;
  2. Mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok dan strategis; dan
  3. Memberikan kemudahan akses konsumen/masyarakat terhadap bahan pangan pokok dan strategis yang berkualitas, dengan harga yang wajar.

Manfaat Kegiatan PUPM ini diarahkan untuk:

  1. mendukung upaya petani memperoleh harga produksi yang lebih baik;
  2. meningkatkan kemampuan petani memperoleh nilai tambah dari hasil produksi untuk meningkatkan kesejahteraan petani;
  3. membantu petani dalam hal jaminan pemasaran produk hasil pangan; dan
  4. mempermudah akses pangan bagi konsumen baik dari sisi harga dan kuantitas.
  5. Kegiatan PUPM secara tidak langsung berperan dalam mengatasi anjloknya harga pada masa panen raya dan tingginya harga pada saat paceklik dan menjadi instrumen yang dibuat Pemerintah untuk menahan gejolak harga dalam situasi tertentu, merupakan mekanisme yang berkelanjutan baik pada saat situasi suplai melimpah dan kurang atau sebagai stabilisator, dalam menjaga pasokan pangan pemerintah bersama masyarakat.
  6. Pengelolaan dana bantuan pemerintah dalam bentuk dana operasional bagi Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) dalam kegiatan PUPM Tahun 2019 juga dilaksanakan untuk mendukung program padat karya sebagai bagian dari upaya penurunan rawan pangan dan kemiskinan. Dana operasional antara lain digunakan untuk pembiayaan tenaga kerja pengolahan beras, sortasi, pengemasan, angkutan dan bongkar muat.
© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress