Perkebunan

now browsing by category

 

PENGEMBANGAN TANAMAN KELAPA BERKELANJUTAN

Tanaman kelapa merupakan tanaman yang memiliki posisi strategis terutama sebagai bahan baku untuk pembuatan minyak goreng dan coconut cream. Tanaman kelapa merupakan tanaman berjaya, karena luas areal tanaman ini mendominasi lahan di berbagai daerah Indonesia. Tanaman kelapa merupakan tanaman tropis yang telah lama dikenal oleh kalangan masyarakat Indonesia, hal ini terlihat dari penyebaran tanaman tersebut hampir di seluruh wilayah Nusantara. Sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan komoditas kelapa semakin meningkat dengan didasari pada pola hidup masyarakat Read More …

SLPHT TEMBAKAU DI POKTAN KRIDO MUKTI KARANGAWEN

 

Petani Poktan Sido Mukti sedang mengukur tinggi tanaman tembakau

Dalam rangka Kegiatan Penyuluhan Peningkatan Produksi Pertanian/ Perkebunan (DBHCHT), Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak menyelanggarakan program Sekolah Lapang (SL) bagi petani tembakau, yang lebih dikhususkan untuk Pengendalian Hama Terpadu. Salah satu kelompok yang mengikuti Program Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) ini adalah Poktan Krido Mukti, Desa Karangawen Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak.

“Kami sangat berterima kasih karena Read More …

BANTUAN SARANA ANGKUT RODA TIGA UNTUK PETANI TEMBAKAU DEMAK

Pascapanen merupakan salah satu tahapan yang penting dalam produksi pertanian/perkebunan. Baik buruknya kualitas hasil pertanian/perkebunan sangat dipengaruhi kegiatan ini. Begitu pula pada tanaman tembakau. Dalam budidaya tembakau, panen dan pascapanen merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk menjaga kualitas dan kuantitas tembakau yang dihasilkan.

Daun-daun tembakau yang telah dipanen masih perlu pengolahan sebelum sampai pada konsumen akhir. Proses yang berlangsung sejak dari daun basah sampai daun kering (krosok/rajangan) hingga menjadi bahan atau produk akhir merupakan bagian dari pascapanen. Untuk mendapatkan hasil akhir yang baik, kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan pada penanganan daun tembakau setelah dipanen antara lain :  pengumpulan daun, penyortiran, pemeraman, perajangan dan penjemuran.

Kepala DInpertan Pangan, Ir. Wibowo, M.M, saat membuka acara Pembinaan Teknologi Panen dan Pascapanen Komoditas Tembakau, 13/03/2019

Pada tahun 2019, Kabupaten Demak mendapat kegiatan Bantuan Panen dan Pascapanen Bahan Baku dari dana DBHCHT Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah yang dialokasikan di 3 kecamatan penghasil tembakau, yaitu Kecamatan Guntur, Kecamatan Karangawen dan Kecamatan Mranggen. Kegiatan tersebut meliputi Pembinaan Teknologi Panen dan Pascapanen Bahan Baku dan pemberian bantuan 8 unit sarana angkut roda tiga. Sosialisasi telah dilaksanakan pada bulan Maret 2019, sedangkan pemberian bantuan sarana angkut dilaksanakan sebulan setelahnya. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan petani dalam penangan panen dan pascapanen tembakau serta memudahkan petani dalam pengangkutan hasil panen untuk menjaga kualitas tembakau sampai tempat pemprosesan selanjutnya.

Pemberian bantuan sarana angkut roda tiga oleh Kepala Bidang Perkebunan Dinpertan Pangan, Sutarno, S.P.

TINGKATKAN MUTU TEMBAKAU MELALUI DEMPLOT DAN SEKOLAH LAPANG

Penyerahan paket Demplot kepada Kelompok Tani Rukun Santoso Desa Blerong Kecamatan Guntur

Tembakau merupakan salah satu komoditas andalan Jawa Tengah khususnya Kabupaten Demak. Hal ini dapat dilihat dari besarnya cukai yang disumbangkan sebagai penerimaan daerah yang selalu meningkat tiap tahunnya. Meski diakui ada pengaruh psikologis terhadap pangsa pasar akibat kampanye dunia anti-rokok, terbitnya Perda bebas asap rokok di beberapa daerah serta fatwa haram merokok oleh MUI, income elasticity of demand terhadap tembakau sementara ini masih relatif stabil.

Kabupaten Demak khususnya Kecamatan Mranggen, Guntur dan Karangawen memiliki lahan yang sangat cocok untuk ditanami tanaman tembakau. Unsur hara yang terkandung di lahan perkebunan tiga kecamatan tersebut menghasilkan tembakau mranggenan dengan aroma yang sangat unik. Keunggulan tembakau Demak telah diakui, terbukti dengan diterimanya penghargaan Terbaik I Festival Uji Aroma Tembakau Tingkat Provinsi Jawa Tengah an. Kelompok Tani Tlogo Asri Ds. Tlogorejo Kec. Karangawen pada tahun 2018.

Sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Demak, Dinas Pertanian dan Pangan melalui Bidang Perkebunan melakukan kegiatan Demplot Tembakau dan Sekolah Lapang bagi Petani Tembakau di tiga kecamatan potensi tembakau. Kegiatan tersebut dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Pada tiap demplot, kelompok tani (poktan) akan mendapatkan bantuan bibit tembakau, pupuk ZA, KNO, pestisida dan mistblower.

Kegiatan Sekolah Lapang di Poktan Pangudi Desa Kangkung Kecamatan Mranggen

Demplot tersebut dibarengi dengan Sekolah Lapang (SL) yang rencananya akan dilaksanakan selama bulan Juni dan Juli 2019. Tiap kecamatan mengirimkan dua poktan dengan jumlah peserta masing-masing 30 orang. SL bertujuan untuk memberikan informasi manajemen tembakau terbaru bagi petani, khususnya terkait penanganan hama dan penyakit. Dengan adanya bantuan kegiatan berupa pelatihan, sarana, prasarana penunjang serta peralatan pascapanen diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tembakau sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

 

 

 

 

 

PETANI TEMBAKAU DEMAK TERAPKAN GOOD AGRICULTURE PRACTICE (GAP)

Tembakau merupakan komoditas perkebunan yang mempunyai peran strategis dalam perekonomian nasional. Tembakau menjadi sumber pendapatan negara melalui devisa negara, cukai dan pajak, serta sumber pendapatan petani melalui hasil produksi dan penciptaan lapangan kerja. Ditinjau dari aspek komersial, komoditas tersebut merupakan bahan baku industri dalam negeri sehingga keberadaannya perlu dipertahankan dan lebih ditingkatkan.

Dalam rangka meningkatkan produksi, produktivitas dan kualitas bahan baku, budidaya tembakau perlu diarahkan untuk penerapan pembudidayaan sesuai praktik bertani yang baik atau Good Agriculture Practice (GAP). Sebagai upaya menyeimbangkan suplai dan kebutuhan, perlu diperhatikan faktor teknis pembibitan dan perawatan untuk meningkatkan mutu tembakau. Penerapan GAP pada tembakau dapat dibiayai melalui dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 222/PMK.07/2017 tentang Penggunaan, Pemantauan dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

 

Pada tahun 2019, Kabupaten Demak mendapat alokasi penyelenggaraan kegiatan Penerapan Pembudidayaan Good Agriculture Practice (GAP) Tembakau dari dana DBHCHT Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan dilaksanakan di 10 (sepuluh) kelompok tani pada 2 (dua) kecamatan yaitu Kecamatan Guntur dan Kecamatan Karangawen. Selain sosialisasi GAP, kegiatan tersebut juga berisi pendampingan dan penyerahan bantuan pupuk. Melalui penerapan GAP, petani tembakau dapat berperan dalam meningkatkan produksi dengan menjaga K-4 yaitu kuantitas, kualitas, kontinuitas dan kelestarian lingkungan.

© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress