Peternakan

now browsing by category

 

MEMBUAT SENDIRI PERMEN TERNAK

Praktik pembuatan UMB di LMDH Wargo Manunggal Wono Lestari Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak.

Urea Molasses Block (UMB) merupakan pakan tambahan atau suplemen yang biasa diberikan kepada ternak ruminansia, seperti sapi, kambing dan domba. UMB berbentuk balok padat yang terbuat dari berbagai macam sumber pakan. Menilik bentuknya, tak heran bila UMB sering disebut sebagai permen ternak, di sebagian daerah disebut juga dengan permen kambing. Cara konsumsinya pun sama seperti permen pada umumnya, yaitu dengan cara dijilat. Rasa UMB disukai ternak karena mengandung beberapa bahan seperti molases (tetes tebu) sebagai kandungan energi, pupuk urea sebagai kandungan protein, garam dapur, mineral dan kapur/semen untuk Read More …

PEMANFAATAN LIMBAH KOTORAN TERNAK MENGGUNAKAN UPPO

Monitoring pembangunan UPPO di Poktan Sido Makmur, Desa Brambang Kecamatan Karangawen

Penggunaan pupuk anorganik yang telah berlangsung lebih dari tiga puluh tahun secara intensif dan berlebihan dapat menyebabkan kerusakan struktur tanah dan penggunaan pupuk anorganik. Untuk mengatasi hal tersebut maka dilakukan pengembangan penggunaan pupuk anorganik yang dapat memperbaiki struktur tanah, memperkuat daya ikat tanah, meningkatkan daya tahan dan daya serap air serta menambah dan mengaktifkan unsur hara.

Pupuk organik baik yang segar maupun yang telah dikomposkan sangat berperan dalam perbaikan sifat kimia, fisika maupun biologi tanah dan juga sebagai sumber nutrisi tanaman. Pupuk organik yang telah dikomposkan dapat menyediakan unsur hara dalam waktu yang lebih cepat, hal ini disebabkan Read More …

PEMBERDAYAAN LMDH DENGAN BUDIDAYA TERNAK KAMBING

Berdasarkan letak geografisnya, Kabupaten Demak memang lebih dikenal sebagai daerah pesisir dengan rata-rata ketinggian di bawah 100 mdpl. Meskipun tidak memiliki daerah pegunungan, Kabupaten Demak memiliki dataran di atas 200 mdpl di sebagian Kecamatan Karangawen dan Mranggen. Dengan ketinggian itu, dikombinasikan dengan tanahnya yang berjenis mediteran, daerah tersebut banyak ditumbuhi pohon tahunan. Wilayah yang diusahakan masyarakat untuk ditanamai tanaman berkayu dan Read More …

SURAT KETERANGAN KESEHATAN HEWAN (SKKH)

Surat Keterangan Kesehatan Hewan adalah surat keterangan kesehatan hewan yang dikeluarkan oleh dokter hewan yang berwenang dalam suatu daerah.  Surat Keterangan Kesehatan Hewan yang disingkat dengan SKKH bertujuan untuk meningkatkan pengawasan terhadap lalulintas hewan dan terhadap penularan penyakit zoonosis dan penyakit menular lainnya.

Bagi seluruh masyarakat Kabupaten Demak yang akan membawa hewan/ternak, bagian tubuh hewan atau bahan pangan asal hewan/ternak keluar dari wilayah Kabupaten Demak maka harus membuat terlebih dahulu Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), sedangkan jika akan membawa masuk ke wilayah Kabupaten Demak maka harus mengajukan surat rekomendasi pemasukkan ternak dan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal.

DASAR HUKUM :

  1. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan,
  2. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan; sebagaimana telah diubah Undang-undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang,
  3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2000 tentang Karantina Hewan,
  4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota,
  5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2012 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) dan Kesejahteraan Hewan (Kesrawan).
  6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2014 tentang Pengendalian dan Penaggulangan Penyakit Hewan,
  7. Perpres Nomor 30 Tahun 2011 tentang Pengendalian Zoonosis,
  8. Permentan Nomor : 02/Permentan/OT.140/1/2010 tentang Pedoman Pelayanan Jasa Medik Veteriner.

BIAYA : GRATIS

PERSYARATAN :

  1. KTP asli,
  2. Fotocopy KTP,
  3. Hewan berlokasi di Kabupaten Demak.

MEKANISME DAN PROSEDUR PELAYANAN :

  1. Pemohon/ Peternak datang sendiri ke Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan,
  2. Pemohon/ Peternak membawa hewan ke Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan,
  3. Pemohon/ Peternak mengisi Formulir Permohonan SKKH,
  4. Setelah hewan diperiksa oleh dokter hewan:
  5. Jika sehat , lanjut pencetakan SKKH,
  6. Jika tidak sehat, tidak dapat dikeluarkan SKKH,
  7. Pencetakan SKKH oleh Petugas.

 

ALUR :

WAKTU PELAYANAN  SKKH :

Jam Kerja

WAKTU PELAKSANAAN SKKH :

60 menit.

PELAKSANA :

Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner

UBAH ECENG GONDOK JADI PAKAN, KTT SIDO RUKUN BERAHAN WETAN MAJU LOMBA TINGKAT PROVINSI

 

Senin pagi, 24 Juni 2019, tampak kesibukan yang berbeda di Balai Desa Berahanwetan, Kecamatan Wedung Kabupaten Demak. Anggota kelompok tani ternak (KTT) di desa tersebut, yaitu KTT Sido Rukun beserta perangkat desa tengah bersiap menerima kunjungan dari tim penguji Lomba Kelompok Tani Ternak Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sedianya, KTT Sido Rukun akan bersaing dengan KTT dari Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Magelang dalam kategori Kelompok Tani Ternak Itik.

Berdiri pada 29 September 2015, KTT Sido Rukun kini memiliki 35 orang anggota, dari semula 22 orang. Bertambahnya jumlah anggota ini karena masyarakat melihat adanya peningkatan kesejahteraan peternak yang menjadi anggota kelompok. Mereka membuat kandang komunal di lahan milik anggota dan sebagian bantaran sungai yang telah diijinkan. Selain kegiatan budidaya, kelompok juga mengembangkan usaha pengolahan yaitu pembuatan telur asin dan telur asin bakar. Pemasaran tidak hanya dilakukan secara konvensional, tetapi juga melalui media sosial. Dengan cara ini, wilayah pemasaran bisa menjangkau Kabupaten Semarang, Kudus dan Jepara. Salah satu keunikan KTT Sido Rukun yaitu mereka memanfaatkan eceng gondok sebagai bahan campuran pakan. Inovasi ini bisa mengatasi dua permasalahan sekaligus: pengurangan populasi eceng gondok yang berpotensi menyumbat saluran pengairan dan pemenuhan kebutuhan pakan yang terus meningkat.

Tim penguji lomba ternak itik berasal dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. Tim penguji yang terdiri dari drh. Slamet (Ketua), Ir. Diri Mulyanto, M.Si, drh. Setijawati Noegraheni, Ready Vetrianto, S.Pt. datang ke lokasi pada pukul 09.00 untuk mengecek kondisi kandang dan proses pembuatan pakan serta pengolahan telur. Acara dilanjutkan dengan pengenalan profil kelompok di balai desa. Pada kesempatan tersebut, kelompok tani ternak didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak bersama dengan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan dan staf.

ketua KTT Sido Rukun, Zaeni bersama Kepala Dinpertan Pangan dan Tim Penguji Lomba KTT Provinsi

 

© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress