Mranggen

now browsing by category

 

BANTUAN SARANA ANGKUT RODA TIGA UNTUK PETANI TEMBAKAU DEMAK

Pascapanen merupakan salah satu tahapan yang penting dalam produksi pertanian/perkebunan. Baik buruknya kualitas hasil pertanian/perkebunan sangat dipengaruhi kegiatan ini. Begitu pula pada tanaman tembakau. Dalam budidaya tembakau, panen dan pascapanen merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk menjaga kualitas dan kuantitas tembakau yang dihasilkan.

Daun-daun tembakau yang telah dipanen masih perlu pengolahan sebelum sampai pada konsumen akhir. Proses yang berlangsung sejak dari daun basah sampai daun kering (krosok/rajangan) hingga menjadi bahan atau produk akhir merupakan bagian dari pascapanen. Untuk mendapatkan hasil akhir yang baik, kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan pada penanganan daun tembakau setelah dipanen antara lain :  pengumpulan daun, penyortiran, pemeraman, perajangan dan penjemuran.

Kepala DInpertan Pangan, Ir. Wibowo, M.M, saat membuka acara Pembinaan Teknologi Panen dan Pascapanen Komoditas Tembakau, 13/03/2019

Pada tahun 2019, Kabupaten Demak mendapat kegiatan Bantuan Panen dan Pascapanen Bahan Baku dari dana DBHCHT Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah yang dialokasikan di 3 kecamatan penghasil tembakau, yaitu Kecamatan Guntur, Kecamatan Karangawen dan Kecamatan Mranggen. Kegiatan tersebut meliputi Pembinaan Teknologi Panen dan Pascapanen Bahan Baku dan pemberian bantuan 8 unit sarana angkut roda tiga. Sosialisasi telah dilaksanakan pada bulan Maret 2019, sedangkan pemberian bantuan sarana angkut dilaksanakan sebulan setelahnya. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan petani dalam penangan panen dan pascapanen tembakau serta memudahkan petani dalam pengangkutan hasil panen untuk menjaga kualitas tembakau sampai tempat pemprosesan selanjutnya.

Pemberian bantuan sarana angkut roda tiga oleh Kepala Bidang Perkebunan Dinpertan Pangan, Sutarno, S.P.

TINGKATKAN MUTU TEMBAKAU MELALUI DEMPLOT DAN SEKOLAH LAPANG

Penyerahan paket Demplot kepada Kelompok Tani Rukun Santoso Desa Blerong Kecamatan Guntur

Tembakau merupakan salah satu komoditas andalan Jawa Tengah khususnya Kabupaten Demak. Hal ini dapat dilihat dari besarnya cukai yang disumbangkan sebagai penerimaan daerah yang selalu meningkat tiap tahunnya. Meski diakui ada pengaruh psikologis terhadap pangsa pasar akibat kampanye dunia anti-rokok, terbitnya Perda bebas asap rokok di beberapa daerah serta fatwa haram merokok oleh MUI, income elasticity of demand terhadap tembakau sementara ini masih relatif stabil.

Kabupaten Demak khususnya Kecamatan Mranggen, Guntur dan Karangawen memiliki lahan yang sangat cocok untuk ditanami tanaman tembakau. Unsur hara yang terkandung di lahan perkebunan tiga kecamatan tersebut menghasilkan tembakau mranggenan dengan aroma yang sangat unik. Keunggulan tembakau Demak telah diakui, terbukti dengan diterimanya penghargaan Terbaik I Festival Uji Aroma Tembakau Tingkat Provinsi Jawa Tengah an. Kelompok Tani Tlogo Asri Ds. Tlogorejo Kec. Karangawen pada tahun 2018.

Sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Demak, Dinas Pertanian dan Pangan melalui Bidang Perkebunan melakukan kegiatan Demplot Tembakau dan Sekolah Lapang bagi Petani Tembakau di tiga kecamatan potensi tembakau. Kegiatan tersebut dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Pada tiap demplot, kelompok tani (poktan) akan mendapatkan bantuan bibit tembakau, pupuk ZA, KNO, pestisida dan mistblower.

Kegiatan Sekolah Lapang di Poktan Pangudi Desa Kangkung Kecamatan Mranggen

Demplot tersebut dibarengi dengan Sekolah Lapang (SL) yang rencananya akan dilaksanakan selama bulan Juni dan Juli 2019. Tiap kecamatan mengirimkan dua poktan dengan jumlah peserta masing-masing 30 orang. SL bertujuan untuk memberikan informasi manajemen tembakau terbaru bagi petani, khususnya terkait penanganan hama dan penyakit. Dengan adanya bantuan kegiatan berupa pelatihan, sarana, prasarana penunjang serta peralatan pascapanen diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tembakau sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

 

 

 

 

 

KEPALA DINAS PERTANIAN DAN PANGAN SERAHKAN KARTU TANI AWARD

Kepala Dinpertan Pangan, Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluhan beserta Kepala BPP penerima Kartu Tani Award

PPL Karangawen melakukan pendampingan penggunaan kartu tani

 

 

 

 

 

 

 

 

Salah satu program pemerintah dalam memperbaiki tata laksana penyaluran pupuk bersubsidi adalah dengan penerbitan kartu tani. Persiapan sudah dimulai dari tahun 2016 dengan melakukan pendataan petani dan luas lahannya, sedangkan implementasinya dilakukan setelah keluar instruksi Gubernur Jawa Tengah Nomor 81 Tahun 2017. Kartu tani merupakan kartu identitas petani yang berfungsi juga sebagai kartu debit BRI co-branding. Kartu Tani memuat informasi alokasi pupuk bersubsidi dan transaksi pembayaran Pupuk Bersubsidi di mesin Electronic Data Capture (EDC) BRI yang ditempatkan di pengecer. Selain itu, kartu dapat berfungsi untuk melakukan seluruh transaksi perbankan pada umumnya. Salah satu manfaat penggunaan kartu tani adalah memudahkan monitoring penyaluran pupuk bersubsidi (informasi selengkapnya dapat diunduh di sini).

Pada akhir caturwulan I tahun 2019, Kabupaten Demak menduduki urutan terakhir pembelian pupuk bersubsidi melalui kartu tani di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak menginstruksikan kepada Penyuluh Pertanian Lapangan untuk mendampingi petani agar penggunaan kartu tani lebih maksimal. Berdasarkan hasil evaluasi, rendahnya penggunaan kartu tani disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya belum semua anggota poktan sudah memperoleh kartu tani, tidak semua pengecer memiliki mesin EDC, kartu tani yang sudah terbit belum semuanya aktif dan beberapa kendala teknis lainnya.

Kepala Dinpertan Pangan menyerahkan tali asih kepada pegawai purna tugas

Sebulan setelah gerakan akselerasi tersebut, posisi Kabupaten Demak telah berada pada 10 besar penyerapan pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sebagai wujud apresiasi, Kepala Dinas menyerahkan Kartu Tani Award kepada sepuluh Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan dengan penggunaan tertinggi yaitu Karangawen, Demak, Mranggen, Bonang, Wonosalam, Mijen, Dempet, Gajah, Wedung dan Guntur. Penghargaan tersebut diberikan pada kesempatan halalbihalal keluarga besar Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Jumat, 14 Juni 2019. Selain penyerahan Kartu Tani Award, diserahkan pula tali asih bagi sembilan pegawai Dinas yang telah purna tugas pada periode November 2018-Juni 2019.

Halalbihalal Keluarga Besar Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak

WARISAN BUDAYA BANGSA ITU BERNAMA TOGA

Indonesia dikenal sebagai gudangnya tanaman obat sehingga mendapat  julukan live laboratory. Sekitar 30.000 jenis tanaman obat dimiliki Indonesia. Dengan kekayaan flora tersebut, tentu Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan produk herbal yang kualitasnya setara dengan obat modern. Akan tetapi, sumber daya alam tersebut belum dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan masyarakat. Baru sekitar 1.200 spesies tanaman obat yang dimanfaatkan dan diteliti sebagai obat tradisional. Beberapa spesies tanaman obat yang berasal dari hutan tropis Indonesia justru digunakan oleh negara lain. Sebagai contoh adalah para peneliti Jepang yang telah mematenkan sekitar 40 senyawa aktif dari tanaman yang berasal dari Indonesia. Bahkan beberapa obat-obatan yang bahan bakunya dapat ditemukan di Indonesia telah dipatenkan dan diproduksi secara besar-besaran di negara lain sehingga memberi keuntungan yang besar bagi negara tersebut.

Obat tradisional merupakan bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian/galenik atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Banyak bagian tumbuhan yang bisa digunakan sebagai obat, diantaranya adalah bagian buah, batang, daun, dan akar atau umbi. Dari generasi ke generasi, tanaman obat dibudidayakan di pekarangan rumah sebagai apotek keluarga yang kemudian lebih dikenal dengan istilah tanaman obat keluarga (TOGA). Sayangnya, lahan pekarangan yang semakin berkurang dan semakin mudahnya mendapatkan obat-obatan modern membuat masyarakat semakin lama semakin meninggalkan tradisi ini. Mengingat besarnya manfaat TOGA tersebut, maka perlu upaya untuk mempelajari, membudidayakan dan melestarikannya.

Dalam rangka mendukung budidaya TOGA, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak melaksanakan kegiatan Pengembangan Budidaya TOGA. Kegiatan ini berupa pelatihan tentang cara budidaya TOGA yang tepat sekaligus pemberian bantuan bibit-bibit tanaman TOGA kepada peserta pelatihan. Bibit TOGA yang telah didistribusikan diantaranya jahe gajah, jahe emprit, kencur, temulawak, temuireng, laos, temu kunci, lempuyang, temu giring, kunyit temu mangga, jeruk nipis, jeruk purut dan sirih. Selain bibit, diserahkan pula pupuk organik untuk perawatannya.

Pada Tahun 2019, Kegiatan Pengembangan TOGA diberikan kepada Kelompok Wanita Tani Skrikandi Desa Tegalarum Kecamatan Mranggen. Dengan adanya pemberian bantuan bibit TOGA diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap obat – obatan kimia, melestarikan warisan budaya bangsa dan membuat pekarangan rumah lebih hijau serta bermanfaat.

Pemberian bantuan TOGA oleh Sekretaris Dinpertanpangan

© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress