berita

now browsing by category

 

PENGAWASAN MUTU PAKAN DI PT. NEW HOPE INDONESIA DEMAK

Keberhasilan suatu usaha peternakan dapat ditentukan oleh 3 (tiga) faktor yaitu Breeding (bibit), Feeding (pakan) dan Management (tatalaksana). Pakan memiliki peran penting dan strategis karena menduduki porsi besar yaitu 70 – 80 % dari biaya produksi, sehingga memerlukan pengawasan agar ketersediaan pakan yang beredar terjamin kualitas dan keamanannya, untuk menghasilkan produk pangan hasil ternak (daging, susu, telur) sebagai sumber protein hewani yang ASUH (Aman, Sehat,Utuh dan Halal).

Pakan merupakan bahan makanan tunggal atau campuran, baik yang diolah maupun yang tidak diolah, yang diberikan kepada hewan untuk kelangsungan hidup, berproduksi dan berkembang biak.  Sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dan perubahannya dalam Undang – Undang Nomor 41 tahun 2014 pada pasal 22 ayat 2 menjelaskan pakan yang dibuat untuk diedarkan secara komersil harus memenuhi standar atau persyaratan teknis minimal dan keamanan pakan serta memenuhi ketentuan cara pembuatan pakan yang baik yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri.

Pakan yang baik berdasarkan Permentan Nomor 19 tahun 2009 tentang Syarat dan Tata Cara Pendaftaran Pakan yang telah direvisi menjadi Permentan Nomor 22 Tahun 2017 tentang Pendaftaran dan Peredaran Pakan pada bab II pasal 2 menjelaskan pakan yang dibuat untuk diedarkan wajib memiliki NPP.  Nomor Pendaftaran Pakan (NPP) adalah surat keterangan yang memuat huruf dan angka yang menerangkan identitas pakan yang berfungsi sebagai tanda keabsahan pakan untuk diedarkan.  NPP diterbitkan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan atas nama Menteri Pertanian dalam bentuk Keputusan Menteri Pertanian.  Untuk mendapatkan NPP, maka pelaku usaha diharuskan mempunyai Sertifikat Mutu dan Keamanan Pakan, disamping harus memenuhi persyaratan administrasi dan teknis lainnya.

Pengawasan mutu pakan oleh  petugas pengawas mutu pakan (Wastukan) Provinsi Jawa Tengah, Ir. Rosana Gabor menyatakan setiap produk pakan yang beredar di pasaran haruslah memiliki NPP dan memenuhi standar yang ada. Hal ini dimaksudkan agar pakan ternak yang beredar dipasar layak untuk konsumsi ternak dan memenuhi kebutuhan nutrienbagi ternak. Pengambilan sampel di pabrik pakan PT. New  Hope  Indonesia di Desa Trengguli Kecamatan Wonosalam Kab. Demakoleh Tim Wastukan Prov. Jawa Tengah dipimpin Ir. Rosana Gabor didampingi oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Demak (4 Desember 2019)pada lima jenis pakan unggas yaitu jenis broiler pre starter/BR0, broiler startef/BR1 (521), broiler startef/BR1 (521K), layer pre starter (PL), dan layer (P3). Setiap sampel yang kan diuji diperlukan 500 gram.

Pengujian sampel dilakukan di Balai Veteriner Semarang, Jl. MT. Haryono no. 53a Sidomulyo Ungaran. Pengujian  yang dilakukan adalah uji proksimat antara lain uji kadar air, kadar protein, kadar lemak, serat, abu dan zat mineral lainnya (Endang Istichomah, S. Pt).

 

 

KERBAU JUGA IKUT ASURANSI

Setiap usaha atau bisnis pasti memiliki resiko, tak terkecuali usaha peternakan entah itu resiko berupa kematian, kecelakaan, kehilangan/pencurian ataupun bencana yang tidak terduga seperti wabah penyakit maupun terjadinya fluktuasi harga. Pemerintah melalui program AUTS/K (Asuransi Usaha Ternak Sapi / Kerbau ) berupaya untuk melindungi para peternak dari berbagai resiko kegagalan tersebut. Seperti yang baru-baru ini dilakukan oleh para peternak yang tergabung dalam Kelompok Ternak Lestari Mulyo Desa Wilalung Kecamatan Gajah yang telah mendaftarkan ternak kerbaunya mengikuti program AUTS/K. Read More …

SARASEHAN KELOMPOK TANI TERNAK ANDALAN DI KABUPATEN DEMAK

Pembinaan dan penguatan kelembagaan bagi kelompok tani ternak sangatlah penting karena merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam membangun usaha agribisnis peternakan di wilayah Kab. Demak. Usaha peternakan akan berkembangan dengan baik, apabila mempunyai kelembagaan kelompok yang kuat. Salah satu cara untuk menguatkan kelembagaan kelompok yaitu dengan saling bekerjasama antara peternak dengan pihak Pemerintah dan pihak terkait lainnnya untuk dapat mengembangkan usahanya.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Demak mengadakan kegiatan “Sarasehan Kelompok Tani Ternak Andalan di Kabupaten Demak” pada Kamis, 21 November 2019 di Aula Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak. Kegiatan tersebut merupakan pembinaan dan penguatan kelembagaan kelompok tani ternak di Jawa Tengah supaya kelompok-kelompok tersebut dapat berkembang lebih baik dan memaksimalkan potensi di wilayah desanya masing-masing.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Peternakan dan Keswan Ir. Dyah Purwatiningsih, MM dan Dwi Fajar S.Pt dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. Kelompok tani ternak dari Kecamatan Karanganyar, Gajah, Wonosalam, Wedung, Karanganyar, Dempet, dan Mranggen turut berpartispasi untuk mengikuti kegiatan sarasehan tersebut.

Diskusi Sarasehan yang melibatkan kelompok tani ternak dengan Petugas Peternakan Kecamatan berlangsung dengan antusias untuk saling bertanya jawab dan untuk berbagi pengalaman mereka serta dikaji bersama antara lain tentang program-program kerja yang ada dalam usaha peternakan.

Diharapkan dengan adanya sarasahen, para kelompok tani ternak di Kabupaten Demak dapat mengetahui permasalahan/kendala yang selama ini dialami dalam menjalankan usaha peternakan oleh kelompok tani ternak sehingga nantinya dapat mengembangkan usaha dan potensi-potensi yang ada di wilayah desanya masing-masing.

            

PENYULUHAN PENDAHULUAN BEKALI PETANI SIAP TANAM MT I

  • Anggota kelompok tani desa Trengguli menghadiri kegiatan penyuluhan
Musim Tanam I (MT I) sudah di ambang pintu. Ketersediaan air tiap hari dipantau karena lahan di kecamatan Wonosalam menggantungkan pengairan dari aliran irigasi yang bersumber dari Rawa Pening dan Waduk Kedung Ombo. Sambil menunggu musim tanam I tahun 2019/2020 petani dan kelompok tani di wilayah kecamatan Wonosalam mengadakan persiapan melalui penyuluhan pendahuluan. Kegiatan ini penting karena bermanfaat untuk membekali petani dalam melaksanakan budidaya di MT I.

Read More …

KUNJUNGAN KERJA BUPATI DI BIDANG PETERNAKAN

Pembangunan Peternakan memiliki peran penting yang strategis dalam perekonomian nasional. Untuk melestarikan salah satu peranannya sebagai penyedia bahan pangan bagi rakyat, dan pemenuhan sumber protein hewani yang utama bagi masyarakat luas khususnya masyarakat Kabupaten Demak. Salah satu bentuk kepedulian dari pemerintah adalah dengan pemberian bantuan berupa  sapi betina bunting yang diharapkan bisa meningkatkan populasi serta menumbuhkan minat masyarakat untuk memelihara sapi indukan, maka Dinas Pertanian dan Pangan melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan mengadakan kegiatan Agribisnis Peternakan bersumber dari APBD memberikan bantuan hibah berupa ternak sapi betina bunting dengan sumber dana DBHCHT di kecamatan penghasil tembakau.

Kunjungan kerja Bupati Demak dengan Sekretaris Daerah Kab. Demak (Jumat, 15 November 2019) meninjau perkembangan peternakan di kandang sapi kelompok “Suka Makmur” Desa Sukorejo, Kecamatan Guntur. Pada kegiatan ini dilaksanakan penyerahan bantuan sapi oleh Bupati Demak didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan kepada kelompok penerima kegiatan Pengembangan Agribisnis Peternakan (Pemberdayaan Masyarakat melalui Budidaya Sapi Potong (DBHCHT)) Tahun 2019 kepada tiga kelompok yaitu Kelompok “Suka Makmur” Desa Sukorejo Kecamatan Guntur, Kelompok “Dadi Makmur” Desa Sumberejo, Kecamatan Mranggen dan, Kelompok “Mulyo Rahayu” Desa Margohayu, Kecamatan Karangawen berupa ternak sapi bunting 10 ekor, 1 unit kandang dan polis AUTS/K untuk masing-masing kelompok.

Selain itu juga dilakukan penyerahan klaim AUTS/K pada kelompok tani “Angudi Amrih Makmur” Desa Pamongan Kecamatan Guntur dan kelompok tani “Margo Kamulyan’’ Desa Tlogoweru Kecamatan Guntur, sebagai bentuk kepedulian pada peternak Pemerintah juga menyelenggarakan Asuransi Usaha Ternak Sapi/ Kerbau (AUTS/K) sebagai salah satu upaya untuk melindungi kerugian peternak akibat kematian ternaknya. Perlindungan atas resiko kematian ternak melalui Asurasnsi Ternak Sapi/Kerbau betina produktif dengan program AUTS/K yang bekerja sama dengan PT. JASINDO dengan mendapat subsidi Rp. 160.000,00/ekor/tahun sehingga peternak hanya perlu membayar polis Rp.

40.000,00/ekor/tahun untuk penggantian klaim maksimal Rp 10.000.000,00.

(Endang Istichomah, S. Pt – Pelaksana Bidang PKH).  

 

© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress