Mijen

now browsing by category

 

LAMPU PERANGKAP SERANGGA HAMA

Petani sedang memeriksa “hasil tangkapannya” (foto koleksi ajistyawan via antarafotocom)

Ada pemandangan yang menarik jika Anda melintas di jalan Mlaten-Bantengmati, Kecamatan Mijen pada malam hari. Terlihat ratusan kelap-kelip lampu di kanan-kiri jalan. Bukan lampu jalan maupun lampu perumahan, lampu-lampu tersebut berasal dari lahan bawang merah. Kenapa bisa ada lampu-lampu tersebut?

Lampu-lampu yang berada di sepanjang bedengan lahan bawang merah itu merupakan lampu perangkap serangga. Salah satu Read More …

KEPALA DINAS PERTANIAN DAN PANGAN SERAHKAN KARTU TANI AWARD

Kepala Dinpertan Pangan, Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluhan beserta Kepala BPP penerima Kartu Tani Award

PPL Karangawen melakukan pendampingan penggunaan kartu tani

 

 

 

 

 

 

 

 

Salah satu program pemerintah dalam memperbaiki tata laksana penyaluran pupuk bersubsidi adalah dengan penerbitan kartu tani. Persiapan sudah dimulai dari tahun 2016 dengan melakukan pendataan petani dan luas lahannya, sedangkan implementasinya dilakukan setelah keluar instruksi Gubernur Jawa Tengah Nomor 81 Tahun 2017. Kartu tani merupakan kartu identitas petani yang berfungsi juga sebagai kartu debit BRI co-branding. Kartu Tani memuat informasi alokasi pupuk bersubsidi dan transaksi pembayaran Pupuk Bersubsidi di mesin Electronic Data Capture (EDC) BRI yang ditempatkan di pengecer. Selain itu, kartu dapat berfungsi untuk melakukan seluruh transaksi perbankan pada umumnya. Salah satu manfaat penggunaan kartu tani adalah memudahkan monitoring penyaluran pupuk bersubsidi (informasi selengkapnya dapat diunduh di sini).

Pada akhir caturwulan I tahun 2019, Kabupaten Demak menduduki urutan terakhir pembelian pupuk bersubsidi melalui kartu tani di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak menginstruksikan kepada Penyuluh Pertanian Lapangan untuk mendampingi petani agar penggunaan kartu tani lebih maksimal. Berdasarkan hasil evaluasi, rendahnya penggunaan kartu tani disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya belum semua anggota poktan sudah memperoleh kartu tani, tidak semua pengecer memiliki mesin EDC, kartu tani yang sudah terbit belum semuanya aktif dan beberapa kendala teknis lainnya.

Kepala Dinpertan Pangan menyerahkan tali asih kepada pegawai purna tugas

Sebulan setelah gerakan akselerasi tersebut, posisi Kabupaten Demak telah berada pada 10 besar penyerapan pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sebagai wujud apresiasi, Kepala Dinas menyerahkan Kartu Tani Award kepada sepuluh Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan dengan penggunaan tertinggi yaitu Karangawen, Demak, Mranggen, Bonang, Wonosalam, Mijen, Dempet, Gajah, Wedung dan Guntur. Penghargaan tersebut diberikan pada kesempatan halalbihalal keluarga besar Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Jumat, 14 Juni 2019. Selain penyerahan Kartu Tani Award, diserahkan pula tali asih bagi sembilan pegawai Dinas yang telah purna tugas pada periode November 2018-Juni 2019.

Halalbihalal Keluarga Besar Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak

MILIKI BUMP, PETANI DEMAK SIAP MENUJU PASAR GLOBAL

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Ir. Wibowo, M.M., dalam acara peluncuran tiga BUMP di Desa Mlatiharjo Kecamatan Gajah (11/6/2019)

Sudah menjadi hukum ekonomi, apabila stok barang melimpah sedangkan permintaan tetap, maka akan terjadi penurunan harga barang. Demikian pula yang terjadi pada harga gabah. Salah satu hal yang dikeluhkan petani Demak adalah anjloknya harga gabah saat panen raya karena petani berada di posisi tawar yang lemah di mata tengkulak dan pedagang pengepul.

Kondisi tersebut dapat diatasi dengan melakukan tunda jual ataupun meningkatkan nilai tambah produk. Solusi ini semakin efektif jika dilakukan dalam sebuah lembaga/korporasi sehingga petani mempunyai kekuatan dan posisi tawar yang lebih tinggi. Berdasarkan alasan tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak melakukan fasilitasi pembentukan Badan Usaha Milik Petani (BUMP). BUMP merupakan badan usaha yang sebagian besar atau seluruh modalnya berasal dari petani, bertujuan mensinergikan kegiatan bisnis dengan pemberdayaan masyarakat tani, dijalankan secara korporasi dengan berorientasi keuntungan demi mendorong kemandirian petani.

Sebagai tindak lanjut acara sosialisasi BUMP (selengkapnya dapat dibaca di sini), pada hari Selasa, 11 Juni 2019 dilakukan launching BUMP oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Ir. Wibowo, M.M. didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Heri Wuryanta, S.TP, M.P.  Turut hadir di acara yang bertempat di Desa Mlatiharjo Kecamatan Gajah tersebut, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Demak, Camat Gajah, Camat Mijen, Kepala Desa Mlaten dan Kepala Desa Mlatiharjo. Instansi terkait yang turut menyaksikan peluncuran BUMP yaitu Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Polsek Gajah, Koramil Gajah dan BKK Dempet,. BUMP yang diluncurkan dalam kesempatan tersebut adalah PT. Tasbiha Mulia Tani, Desa Mlatiharjo Kecamatan Gajah; PT. Panca Tani Sejahtera, Desa Mlaten Kecamatan Mijen; dan Koperasi Tani Dungkul Kedung Tani Desa Kedungori Kecamatan Dempet.

PT. Tasbiha Mulia Tani yang menjadi tuan rumah merupakan BUMP yang bergerak dalam usaha perberasan. Saat ini, BUMP tersebut telah memproduksi empat varian beras kemasan vakum yaitu beras mlati, beras merah, beras hitam dan beras genki. Beras-beras tersebut dijual dengan harga mulai dari Rp18.000,00 sampai dengan Rp40.000,00/kg. Jika dibandingkan dengan beras biasa yang berada pada kisaran Rp10.000,00, margin produk-produk tersebut jelas lebih banyak. Namun, mahalnya harga beras tersebut sebanding dengan manfaat yang diperoleh, yaitu beras yang mengandung lebih banyak antioksidan, berkadar gula rendah, dan aroma yang lebih menggugah cita rasa.

MASUKI MUSIM TANAM KETIGA, DINPERTAN PANGAN SIAP KAWAL PRODUKTIVITAS BAWANG MERAH

Gerdal OPT di poktan Bangun Tani desa Ngelokulon Kecamatan Mijen Kabupaten Demak, Kamis, 23 Mei 2019. Gerdal diikuti 20 petani dan petugas POPT, PPL, P3K setempat. Luas pengendalian:i 2,5 ha. Varietas bawang merah: Bima.

Saat ini sebagian wilayah di Kabupaten Demak sedang ditanami bawang merah, seperti di Kecamatan Demak, Mijen dan Karanganyar. Ketiga kecamatan tersebut diperkirakan akan memasuki musim panen pada bulan Juni-Juli. Dalam rangka mempertahankan produktivitas dan antisipasi munculnya organisme pengganggu tumbuhan (OPT), Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak bekerja sama dengan Laboratorium Pengamatan Hama Penyakit Semarang melaksanakan kegiatan Gerakan Pengendalian (Gerdal) OPT metode ramah lingkungan untuk tanaman bawang merah.

Penyakit dan OPT yang biasanya muncul pada periode Mei-Juni adalah penyakit jamur trotol dan moler, ngengat serangga  ulat bawang (Spodoptera exigua) dan lalat pengorok daun (Liriomyza). Penyakit dan OPT tersebut dapat diantisipasi dengan pemberian agens hayati yang terbukti ramah lingkungan dan tidak meninggalkan residu pada hasil panen. Agens hayati dari bahan Trichoderma digunakan untuk mengantisipasi munculnya penyakit jamur trotol dan moler sedangkan likat kuning digunakan untuk ngengat serangga ulat bawang dan lalat pengorok daun. Antisipasi munculnya pupa dan ulat bawang dilakukan dengan pengaplikasian agens hayati dari Beauveria bassiana. Selain penggunaan agens hayati, pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) juga dilakukan untuk mendukung perkembangan fisiologi dan pertumbuhan tanaman karena PGPR mampu meningkatkan penyerapan dan mobilisasi unsur hara.  Perpaduan PGPR dengan teknik pengendalian OPT lain mampu menekan aktivitas patogen dengan cara memproduksi antibiotik.

Selain metode-metode yang disarankan oleh PPL dan POPT, petani juga memiliki kreativitas tersendiri dalam mengendalikan OPT yang ramah lingkungan. Petani di desa Gempolsongo Kecamatan Mijen memasang kelambu untuk menghalangi ngengat ulat bawang bertelur dan menetas pada pertanaman. Lain halnya yang dilakukan oleh petani di desa Mulyorejo Kecamatan Demak yang memilih memasang lampu perangkap dikombinasikan dengan nampan yang telah diberi larutan deterjen atau oli pada hamparan tanaman bawang merah.  Cara ini berhasil memerangkap ngengat ulat bawang dan mencegah ngengat mengganggu pertanaman.

Kelambu penghalang ngengat di Desa Gempolsongo Kecamatan Mijen

Lampu perangkap ngengat di Desa Mulyorejo Kecamatan Demak

© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress