Dempet

now browsing by category

 

DEMPLOT PENERAPAN TEKNOLOGI PTT

Farm Field Day (FFD) di BPP Karangtengah, Selasa (9/7/19)

Istilah demplot, akronim dari demonstrasi plot, sudah sangat familiar bagi pelaku usaha pertanian. Bisa dikatakan demplot merupakan salah satu metode punyuluhan favorit penyuluh karena hanya dengan menggunakan lahan percontohan kurang dari 1 ha, penyuluh dapat memperlihatkan keefektifan suatu teknologi budidaya kepada petani. Penyuluh dan petani dapat mengamati perkembangan tanaman mulai dari persiapan lahan sampai panen.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak tahun 2019 mengalokasikan lima demplot di bawah naungan Kegiatan Penyuluhan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat Guna. Lima demplot tersebut berlokasi di lahan BPP Kecamatan Karangtengah, Demak, Karanganyar, Gajah dan Dempet. Kelima demplot tersebut digunakan untuk Read More …

BIMBINGAN TEKNIS PENGOPERASIAN ALSINTAN

Peserta bimbingan teknis sedang praktik membuat dapok

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak sekali lagi mengadakan bimbingan teknis pengoperasian dan pengelolaan alat mesin pertanian (alsintan). Jika sebelumnya Dinas menggandeng Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (berita selengkapnya baca di sini), kali ini Dinas bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor dalam penyelenggaraannya.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 19 sampai dengan 21 Juni 2019. Bertempat di desa Megonten Kecamatan Kebonagung Kabupaten Demak, acara ini menghadirkan narasumber drh.Wisnu Wasisa P, MP dari BBPKH cinagara Bogor; Kepala Dinpertan Pangan Kabupaten Demak, Ir. Wibowo,M.M.; dan profesional dari PT. Yanmar Indonesia, Dimas Rahmadi P. Selain tiga orang tersebut, dihadirkan pula Pengelola Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA) Karya Bersama Desa Megonten, Hadi Sukarjo, yang pada tahun 2018 mendapatkan apresiasi dari Menteri Pertanian RI sebagai juara III UPJA berprestasi tingkat nasional.

Peserta terdiri dari delapan kelompok tani di Kabupaten Demak, yaitu Dewi Sri, Mardi Luhur, Ngudi Mulyo, Asung Tulodo, Arum Tani, Karya Bersama, Ngudi Luhur dan Petani Hebat. Poktan menugaskan dua anggotanya untuk mengikuti bimbingan teknis dengan pendampingan dari PPL masing-masing. Selain itu, sejumlah anggota TNI juga turut menjadi peserta sebagai tindak lanjut nota kesepahaman Kementerian Pertanian dengan TNI dalam menyukseskan Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai (UPSUS PAJALE).

KEPALA DINAS PERTANIAN DAN PANGAN SERAHKAN KARTU TANI AWARD

Kepala Dinpertan Pangan, Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluhan beserta Kepala BPP penerima Kartu Tani Award

PPL Karangawen melakukan pendampingan penggunaan kartu tani

 

 

 

 

 

 

 

 

Salah satu program pemerintah dalam memperbaiki tata laksana penyaluran pupuk bersubsidi adalah dengan penerbitan kartu tani. Persiapan sudah dimulai dari tahun 2016 dengan melakukan pendataan petani dan luas lahannya, sedangkan implementasinya dilakukan setelah keluar instruksi Gubernur Jawa Tengah Nomor 81 Tahun 2017. Kartu tani merupakan kartu identitas petani yang berfungsi juga sebagai kartu debit BRI co-branding. Kartu Tani memuat informasi alokasi pupuk bersubsidi dan transaksi pembayaran Pupuk Bersubsidi di mesin Electronic Data Capture (EDC) BRI yang ditempatkan di pengecer. Selain itu, kartu dapat berfungsi untuk melakukan seluruh transaksi perbankan pada umumnya. Salah satu manfaat penggunaan kartu tani adalah memudahkan monitoring penyaluran pupuk bersubsidi (informasi selengkapnya dapat diunduh di sini).

Pada akhir caturwulan I tahun 2019, Kabupaten Demak menduduki urutan terakhir pembelian pupuk bersubsidi melalui kartu tani di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak menginstruksikan kepada Penyuluh Pertanian Lapangan untuk mendampingi petani agar penggunaan kartu tani lebih maksimal. Berdasarkan hasil evaluasi, rendahnya penggunaan kartu tani disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya belum semua anggota poktan sudah memperoleh kartu tani, tidak semua pengecer memiliki mesin EDC, kartu tani yang sudah terbit belum semuanya aktif dan beberapa kendala teknis lainnya.

Kepala Dinpertan Pangan menyerahkan tali asih kepada pegawai purna tugas

Sebulan setelah gerakan akselerasi tersebut, posisi Kabupaten Demak telah berada pada 10 besar penyerapan pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sebagai wujud apresiasi, Kepala Dinas menyerahkan Kartu Tani Award kepada sepuluh Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan dengan penggunaan tertinggi yaitu Karangawen, Demak, Mranggen, Bonang, Wonosalam, Mijen, Dempet, Gajah, Wedung dan Guntur. Penghargaan tersebut diberikan pada kesempatan halalbihalal keluarga besar Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Jumat, 14 Juni 2019. Selain penyerahan Kartu Tani Award, diserahkan pula tali asih bagi sembilan pegawai Dinas yang telah purna tugas pada periode November 2018-Juni 2019.

Halalbihalal Keluarga Besar Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak

MILIKI BUMP, PETANI DEMAK SIAP MENUJU PASAR GLOBAL

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Ir. Wibowo, M.M., dalam acara peluncuran tiga BUMP di Desa Mlatiharjo Kecamatan Gajah (11/6/2019)

Sudah menjadi hukum ekonomi, apabila stok barang melimpah sedangkan permintaan tetap, maka akan terjadi penurunan harga barang. Demikian pula yang terjadi pada harga gabah. Salah satu hal yang dikeluhkan petani Demak adalah anjloknya harga gabah saat panen raya karena petani berada di posisi tawar yang lemah di mata tengkulak dan pedagang pengepul.

Kondisi tersebut dapat diatasi dengan melakukan tunda jual ataupun meningkatkan nilai tambah produk. Solusi ini semakin efektif jika dilakukan dalam sebuah lembaga/korporasi sehingga petani mempunyai kekuatan dan posisi tawar yang lebih tinggi. Berdasarkan alasan tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak melakukan fasilitasi pembentukan Badan Usaha Milik Petani (BUMP). BUMP merupakan badan usaha yang sebagian besar atau seluruh modalnya berasal dari petani, bertujuan mensinergikan kegiatan bisnis dengan pemberdayaan masyarakat tani, dijalankan secara korporasi dengan berorientasi keuntungan demi mendorong kemandirian petani.

Sebagai tindak lanjut acara sosialisasi BUMP (selengkapnya dapat dibaca di sini), pada hari Selasa, 11 Juni 2019 dilakukan launching BUMP oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Ir. Wibowo, M.M. didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Heri Wuryanta, S.TP, M.P.  Turut hadir di acara yang bertempat di Desa Mlatiharjo Kecamatan Gajah tersebut, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Demak, Camat Gajah, Camat Mijen, Kepala Desa Mlaten dan Kepala Desa Mlatiharjo. Instansi terkait yang turut menyaksikan peluncuran BUMP yaitu Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Polsek Gajah, Koramil Gajah dan BKK Dempet,. BUMP yang diluncurkan dalam kesempatan tersebut adalah PT. Tasbiha Mulia Tani, Desa Mlatiharjo Kecamatan Gajah; PT. Panca Tani Sejahtera, Desa Mlaten Kecamatan Mijen; dan Koperasi Tani Dungkul Kedung Tani Desa Kedungori Kecamatan Dempet.

PT. Tasbiha Mulia Tani yang menjadi tuan rumah merupakan BUMP yang bergerak dalam usaha perberasan. Saat ini, BUMP tersebut telah memproduksi empat varian beras kemasan vakum yaitu beras mlati, beras merah, beras hitam dan beras genki. Beras-beras tersebut dijual dengan harga mulai dari Rp18.000,00 sampai dengan Rp40.000,00/kg. Jika dibandingkan dengan beras biasa yang berada pada kisaran Rp10.000,00, margin produk-produk tersebut jelas lebih banyak. Namun, mahalnya harga beras tersebut sebanding dengan manfaat yang diperoleh, yaitu beras yang mengandung lebih banyak antioksidan, berkadar gula rendah, dan aroma yang lebih menggugah cita rasa.

MENGENAL KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI

Kegiatan Pemanfaatan Pekarangan KWT Bunga Teratai Desa Boyolali Kecamatan Gajah

Panen Hasil Pekarangan Kegiatan KRPL TP PKK Kembangan Kecamatan Bonang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya dijamin oleh pemerintah baik kuantitas dan kualitasnya sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Pasal 60 UU No 18/2012 mengamanatkan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berkewajiban mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sesuai dengan potensi dan kearifan lokal guna mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif. Penjabaran dari Undang-Undang Pangan tersebut telah diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi dimana dalam Pasal 26 disebutkan bahwa upaya penganekaragaman pangan salah satunya dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak pada Tahun 2019 melaksanakan Kegiatan Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang merupakan model pemanfaatan setiap jengkal lahan termasuk lahan tidur, lahan kosong yang tidak produktif pada kawasan pekarangan, sebagai penghasil pangan untuk memenuhi pangan dan gizi keluarga, sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. KRPL juga dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk penanganan daerah stunting, Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) dan penanganan wilayah rentan rawan pangan.

Kegiatan KRPL berlangsung selama tiga tahun untuk satu lokasi yang sama. Tahun pertama merupakan tahap penumbuhan, dimulai tahun 2018 pada lima kelompok wanita. Tahun 2019, penerima manfaat bertambah 10 kelompok, sehingga saat ini terdapat 15 kelompok wanita yang tersebar di 10 kecamatan, yaitu Wonosalam, Dempet, Gajah, Karangawen, Bonang, Guntur, Sayung, Karangtengah, Demak dan Kebonagung. Tahun ini, lima kelompok pertama masuk dalam tahap pengembangan. Tahun depan diharapkan kelompok tersebut telah menjadi kelompok mandiri yang dapat memanfaatkan pekarangannya sendiri dari bekal bantuan dan pelatihan yang telah diberikan di tahun-tahun sebelumnya.

Manfaat yang sudah dirasakan oleh anggota kelompok wanita antara lain meningkatnya frekuensi konsumsi sayuran, buah dan protein hewani pada anggota dan masyarakat sekitarnya. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat direplikasi di lokasi lainnya dalam rangka peningkatan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress