Guntur

now browsing by category

 

PEMANFAATAN LIMBAH KOTORAN TERNAK MENGGUNAKAN UPPO

Monitoring pembangunan UPPO di Poktan Sido Makmur, Desa Brambang Kecamatan Karangawen

Penggunaan pupuk anorganik yang telah berlangsung lebih dari tiga puluh tahun secara intensif dan berlebihan dapat menyebabkan kerusakan struktur tanah dan penggunaan pupuk anorganik. Untuk mengatasi hal tersebut maka dilakukan pengembangan penggunaan pupuk anorganik yang dapat memperbaiki struktur tanah, memperkuat daya ikat tanah, meningkatkan daya tahan dan daya serap air serta menambah dan mengaktifkan unsur hara.

Pupuk organik baik yang segar maupun yang telah dikomposkan sangat berperan dalam perbaikan sifat kimia, fisika maupun biologi tanah dan juga sebagai sumber nutrisi tanaman. Pupuk organik yang telah dikomposkan dapat menyediakan unsur hara dalam waktu yang lebih cepat, hal ini disebabkan Read More …

BANTUAN SARANA ANGKUT RODA TIGA UNTUK PETANI TEMBAKAU DEMAK

Pascapanen merupakan salah satu tahapan yang penting dalam produksi pertanian/perkebunan. Baik buruknya kualitas hasil pertanian/perkebunan sangat dipengaruhi kegiatan ini. Begitu pula pada tanaman tembakau. Dalam budidaya tembakau, panen dan pascapanen merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk menjaga kualitas dan kuantitas tembakau yang dihasilkan.

Daun-daun tembakau yang telah dipanen masih perlu pengolahan sebelum sampai pada konsumen akhir. Proses yang berlangsung sejak dari daun basah sampai daun kering (krosok/rajangan) hingga menjadi bahan atau produk akhir merupakan bagian dari pascapanen. Untuk mendapatkan hasil akhir yang baik, kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan pada penanganan daun tembakau setelah dipanen antara lain :  pengumpulan daun, penyortiran, pemeraman, perajangan dan penjemuran.

Kepala DInpertan Pangan, Ir. Wibowo, M.M, saat membuka acara Pembinaan Teknologi Panen dan Pascapanen Komoditas Tembakau, 13/03/2019

Pada tahun 2019, Kabupaten Demak mendapat kegiatan Bantuan Panen dan Pascapanen Bahan Baku dari dana DBHCHT Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah yang dialokasikan di 3 kecamatan penghasil tembakau, yaitu Kecamatan Guntur, Kecamatan Karangawen dan Kecamatan Mranggen. Kegiatan tersebut meliputi Pembinaan Teknologi Panen dan Pascapanen Bahan Baku dan pemberian bantuan 8 unit sarana angkut roda tiga. Sosialisasi telah dilaksanakan pada bulan Maret 2019, sedangkan pemberian bantuan sarana angkut dilaksanakan sebulan setelahnya. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan petani dalam penangan panen dan pascapanen tembakau serta memudahkan petani dalam pengangkutan hasil panen untuk menjaga kualitas tembakau sampai tempat pemprosesan selanjutnya.

Pemberian bantuan sarana angkut roda tiga oleh Kepala Bidang Perkebunan Dinpertan Pangan, Sutarno, S.P.

TINGKATKAN MUTU TEMBAKAU MELALUI DEMPLOT DAN SEKOLAH LAPANG

Penyerahan paket Demplot kepada Kelompok Tani Rukun Santoso Desa Blerong Kecamatan Guntur

Tembakau merupakan salah satu komoditas andalan Jawa Tengah khususnya Kabupaten Demak. Hal ini dapat dilihat dari besarnya cukai yang disumbangkan sebagai penerimaan daerah yang selalu meningkat tiap tahunnya. Meski diakui ada pengaruh psikologis terhadap pangsa pasar akibat kampanye dunia anti-rokok, terbitnya Perda bebas asap rokok di beberapa daerah serta fatwa haram merokok oleh MUI, income elasticity of demand terhadap tembakau sementara ini masih relatif stabil.

Kabupaten Demak khususnya Kecamatan Mranggen, Guntur dan Karangawen memiliki lahan yang sangat cocok untuk ditanami tanaman tembakau. Unsur hara yang terkandung di lahan perkebunan tiga kecamatan tersebut menghasilkan tembakau mranggenan dengan aroma yang sangat unik. Keunggulan tembakau Demak telah diakui, terbukti dengan diterimanya penghargaan Terbaik I Festival Uji Aroma Tembakau Tingkat Provinsi Jawa Tengah an. Kelompok Tani Tlogo Asri Ds. Tlogorejo Kec. Karangawen pada tahun 2018.

Sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Demak, Dinas Pertanian dan Pangan melalui Bidang Perkebunan melakukan kegiatan Demplot Tembakau dan Sekolah Lapang bagi Petani Tembakau di tiga kecamatan potensi tembakau. Kegiatan tersebut dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Pada tiap demplot, kelompok tani (poktan) akan mendapatkan bantuan bibit tembakau, pupuk ZA, KNO, pestisida dan mistblower.

Kegiatan Sekolah Lapang di Poktan Pangudi Desa Kangkung Kecamatan Mranggen

Demplot tersebut dibarengi dengan Sekolah Lapang (SL) yang rencananya akan dilaksanakan selama bulan Juni dan Juli 2019. Tiap kecamatan mengirimkan dua poktan dengan jumlah peserta masing-masing 30 orang. SL bertujuan untuk memberikan informasi manajemen tembakau terbaru bagi petani, khususnya terkait penanganan hama dan penyakit. Dengan adanya bantuan kegiatan berupa pelatihan, sarana, prasarana penunjang serta peralatan pascapanen diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tembakau sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

 

 

 

 

 

PENANGANAN KERAWANAN PANGAN MELALUI PENGEMBANGAN DESA MANDIRI PANGAN

Oleh: Budi Sulistyawan, S.P. M.M.*

Desa mandiri pangan (DMP) adalah desa yang masyarakatnya mempunyai kemampuan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi melalui pengembangan subsistem ketersediaan, subsistem distribusi dan subsistem konsumsi dengan memanfaatkan sumberdaya setempat secara berkelanjutan. Program DMP merupakan  salah  satu upaya dalam  mengurangi  kerawanan  pangan,  menciptakan  ketahanan  pangan  dan menurunkan  tingkat kemiskinan dalam suatu wilayah pedesan. Program Aksi Desa Mandiri Pangan  dilakukan melalui proses pemberdayaan masyarakat untuk mengenali potensi dan kemampuannya, mencari alternatif peluang dan pemecahan masalah serta mampu  mengambil  keputusan sehingga tercapai  kemandirian. Dalam pelaksanaan program DMP, dibentuk kelompok afinitas yang ditumbuhkembangkan berdasarkan  kesamaan visi dan tujuan dalam pemberdayaannya melalui kegiatan pelatihan dan  pendampingan.

Tujuan Pengembangan Desa Mandiri Pangan adalah meningkatkan ketahanan pangan dan gizi masyarakat, mengurangi kerawanan pangan dan gizi melalui pendayagunaan sumberdaya, kelembagaan dan budaya lokal di pedesaan. Indikator keberhasilan kegiatan ini adalah  berkurangnya tingkat kerawanan pangan dan gizi. Sasaran kegiatan Desa mandiri pangan adalah kelompoktani di desa yang tergolong kategori miskin dengan anggota rumah tangga miskin (RTM).

Saat ini, Kabupaten Demak sedang memfokuskan kegiatan di dua desa, yaitu Desa Temuroso Kecamatan Guntur dan Desa Rejosari Kecamatan Karangawen. Kegiatan dimulai sejak tahun 2018 dan diharapkan tuntas pada tahun 2020. Desa-desa tersebut mendapat paket bantuan dan pendampingan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak melalui sumber dana dari  APBD Provinsi dan APBD Kabupaten. Jenis bantuan yang telah diberikan sebagai berikut:

  1. Budidaya Kambing Jawa Randu
  2. Budidaya Tanaman Buah Buahan (Belimbing, Jambu air, Mangga dan  Kelengkeng)
  3. Budidaya Lele dalam kolam terpal
  4. Mesin penepung biji bijian

*Kasi Ketersediaan dan Distribusi Pangan

PETANI TEMBAKAU DEMAK TERAPKAN GOOD AGRICULTURE PRACTICE (GAP)

Tembakau merupakan komoditas perkebunan yang mempunyai peran strategis dalam perekonomian nasional. Tembakau menjadi sumber pendapatan negara melalui devisa negara, cukai dan pajak, serta sumber pendapatan petani melalui hasil produksi dan penciptaan lapangan kerja. Ditinjau dari aspek komersial, komoditas tersebut merupakan bahan baku industri dalam negeri sehingga keberadaannya perlu dipertahankan dan lebih ditingkatkan.

Dalam rangka meningkatkan produksi, produktivitas dan kualitas bahan baku, budidaya tembakau perlu diarahkan untuk penerapan pembudidayaan sesuai praktik bertani yang baik atau Good Agriculture Practice (GAP). Sebagai upaya menyeimbangkan suplai dan kebutuhan, perlu diperhatikan faktor teknis pembibitan dan perawatan untuk meningkatkan mutu tembakau. Penerapan GAP pada tembakau dapat dibiayai melalui dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 222/PMK.07/2017 tentang Penggunaan, Pemantauan dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

 

Pada tahun 2019, Kabupaten Demak mendapat alokasi penyelenggaraan kegiatan Penerapan Pembudidayaan Good Agriculture Practice (GAP) Tembakau dari dana DBHCHT Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan dilaksanakan di 10 (sepuluh) kelompok tani pada 2 (dua) kecamatan yaitu Kecamatan Guntur dan Kecamatan Karangawen. Selain sosialisasi GAP, kegiatan tersebut juga berisi pendampingan dan penyerahan bantuan pupuk. Melalui penerapan GAP, petani tembakau dapat berperan dalam meningkatkan produksi dengan menjaga K-4 yaitu kuantitas, kualitas, kontinuitas dan kelestarian lingkungan.

© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress