Sayung

now browsing by category

 

CADANGAN PANGAN PEMERINTAH DAERAH MENJAGA STABILITAS PASOKAN PANGAN

Oleh: Budi Sulistyawan,S.P., M.M.*

Cadangan pangan merupakan sumber pangan yang penting disediakan untuk menjaga stabilitas pasokan pangan saat di luar musim panen dan di daerah defisit pangan. Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan menegaskan bahwa dalam mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan, pemerintah menetapkan cadangan pangan nasional. Cadangan pangan nasional  tersebut terdiri atas cadangan pangan pemerintah pusat, cadangan pangan pemerintah daerah dan cadangan pangan masyarakat. Ketersediaan cadangan pangan yang kokoh dan mandiri diharapkan semakin meningkat, karena ancaman krisis pangan global, gejolak pasokan dan harga pangan dunia, dan ancaman bencana alam, juga semakin meningkat. Selain itu, masih ada penduduk miskin dan rawan pangan yang harus mendapat perhatian pemerintah.

Pengelolaan cadangan pangan pemerintah daerah telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi. Cadangan pangan pemerintah diadakan untuk menanggulangi kekurangan pangan, gejolak harga pangan, bencana alam, bencana sosial dan menghadapi keadaan darurat. Sedangkan cadangan pangan masyarakat dipergunakan untuk menanggulangi kondisi rawan pangan transien (sementara) di lingkungan rumah tangga.

Berdasarkan Permentan Nomor 11 tahun 2018 tentang Penetapan Jumlah Cadangan Beras Pemerintah Daerah bahwa cadangan beras nasional adalah 20% dari total kebutuhan beras nasional dengan pembagian 11,5% cadangan di masyarakat, 8% di pemerintah pusat dan 0,5% di pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten). Pada tahun 2018 target jumlah cadangan pangan daerah Kabupaten Demak berupa beras sebesar 7,5 ton dan telah direalisasikan sebesar 7,7 Ton. Selanjutnya, pada tahun 2019 direncanakan tambahan pengadaan sebesar 10 ton. Penyaluran cadangan pangan kabupaten diatur dalam Peraturan Bupati Demak Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Cadangan Pangan Daerah. Cadangan pangan pemerintah Kabupaten Demak tahun 2018 telah disalurkan ke masyarakat terdampak bencana banjir Desa Sayung Kecamatan Sayung dan Dapur Umum PMI Demak.

*Kasi Ketersediaan dan Distribusi Pangan

Pasar Murah Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng

Pada hari Selasa, 28 Mei 2019, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan, Ahmad Nur Hidayat, SE.,MH, turut menghadiri kegiatan  pasar murah yang diselenggarakan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. Pasar murah menjelang Hari Besar Keagaaman Nasional (HKBN) tersebut diselenggarakan dengan tujuan membantu masyarakat yang kurang mampu menjelang Hari Raya Idul Fitri Tahun 2019.

Bertempat di dua kecamatan di Kabupaten Demak, yaitu Desa Bedono Kecamatan Sayung dan Desa Berahan Kulon Kecamatan Wedung, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah membagikan paket sembako berupa daging ayam 0,8 Kg, telur ayam 1 Kg dan beras 1 kg. Selain Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan, acara tersebut dihadiri oleh anggota DPR Provinsi Jawa Tengah, Helmi Turmudi; Kabid Budidaya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Ir. Hariyanta, M.Si.; Kepala Desa Bedono, Agus Salim, SPdI., M.Pd.I; dan Kepala Desa Berahan Kulon, Sugondo, ST.MT.

 

MENGENAL KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI

Kegiatan Pemanfaatan Pekarangan KWT Bunga Teratai Desa Boyolali Kecamatan Gajah

Panen Hasil Pekarangan Kegiatan KRPL TP PKK Kembangan Kecamatan Bonang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya dijamin oleh pemerintah baik kuantitas dan kualitasnya sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Pasal 60 UU No 18/2012 mengamanatkan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berkewajiban mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sesuai dengan potensi dan kearifan lokal guna mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif. Penjabaran dari Undang-Undang Pangan tersebut telah diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi dimana dalam Pasal 26 disebutkan bahwa upaya penganekaragaman pangan salah satunya dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak pada Tahun 2019 melaksanakan Kegiatan Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang merupakan model pemanfaatan setiap jengkal lahan termasuk lahan tidur, lahan kosong yang tidak produktif pada kawasan pekarangan, sebagai penghasil pangan untuk memenuhi pangan dan gizi keluarga, sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. KRPL juga dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk penanganan daerah stunting, Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) dan penanganan wilayah rentan rawan pangan.

Kegiatan KRPL berlangsung selama tiga tahun untuk satu lokasi yang sama. Tahun pertama merupakan tahap penumbuhan, dimulai tahun 2018 pada lima kelompok wanita. Tahun 2019, penerima manfaat bertambah 10 kelompok, sehingga saat ini terdapat 15 kelompok wanita yang tersebar di 10 kecamatan, yaitu Wonosalam, Dempet, Gajah, Karangawen, Bonang, Guntur, Sayung, Karangtengah, Demak dan Kebonagung. Tahun ini, lima kelompok pertama masuk dalam tahap pengembangan. Tahun depan diharapkan kelompok tersebut telah menjadi kelompok mandiri yang dapat memanfaatkan pekarangannya sendiri dari bekal bantuan dan pelatihan yang telah diberikan di tahun-tahun sebelumnya.

Manfaat yang sudah dirasakan oleh anggota kelompok wanita antara lain meningkatnya frekuensi konsumsi sayuran, buah dan protein hewani pada anggota dan masyarakat sekitarnya. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat direplikasi di lokasi lainnya dalam rangka peningkatan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress