Sayung

now browsing by category

 

BPP SAYUNG TINDAKLANJUTI HIMBAUAN WASPADA ULAT GRAYAK

Pada hari Selasa (27/8/2019), BPP Sayung menggelar acara pertemuan kelompok tani tingkat kecamatan yang bertempat di Kantor BPP Sayung. Acara diikuti oleh ketua kelompok tani se-kecamatan Sayung dengan menghadirkan narasumber Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Sayung, Budhi Santosa, S.P. Pertemuan tersebut secara khusus menginformasikan tentang keberadaan ulat grayak jenis baru.

Beberapa waktu yang lalu, POPT mengamati adanya indikasi serangan hama ulat grayak Spodoptera frugiperda (UGF) pada lahan jagung di beberapa desa di Kecamatan Sayung. Pada kesempatan tersebut, Budhi Santosa mengatakan,“Spodoptera frugiperda merupakan salah satu hama yang cukup berbahaya untuk tanaman jagung karena Read More …

WASPADA ULAT GRAYAK JENIS BARU

POPT Kecamatan Sayung bersama petani sedang melakukan pengamatan tanaman jagung

Saat ini, beberapa tempat di Indonesia sedang diresahkan oleh datangnya hama jenis baru yang menyerang tanaman jagung. Bahkan, hama ini disinyalir telah masuk ke Pulau Jawa.  Di samping mempunyai daya jelajah tinggi, ia mempunyai kecepatan reproduksi yang sangat cepat sehingga dapat merusak tanaman dalam waktu singkat. Fall Armyworm (Spodoptera frugiperda J.E. Smith) namanya. Ngengat hama ini dapat terbang hingga 100 km dalam satu malam. Dalam kondisi hangat, seekor ngengat betina dapat bertelur 6 – 10 kelompok telur yang terdiri dari 100 – 300 butir, Read More …

DINPERTAN PANGAN DIRIKAN POSKO ANTISIPASI KEKERINGAN

Posko Antisipasi Kekeringan di Kantor Kecamatan Wedung Kabupaten Demak

Sudah berminggu-minggu tanah di Kabupaten Demak tidak menerima guyuran hujan. Sesuai dengan catatan Stasiun Klimatologi Semarang BMKG bulan Juni 2019, curah hujan di kelima pos pengamatan di Kabupaten Demak, semuanya menunjukkan angka di bawah 20 mm dengan sifat hujan BN (Bawah Normal). Kondisi ini terjadi hampir di seluruh wilayah Jawa Tengah, bahkan Indonesia, dan diprediksi masih terus berlangsung sampai bulan Oktober mendatang. Presiden Joko Widodo telah mengadakan rapat terbatas antisipasi dampak kekeringan pada Senin lalu (15/7/2019). Seminggu sebelumnya, Kementerian Pertanian telah pula mengadakan rakor mitigasi dan Read More …

PEMBINAAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO AGRIBISNIS

Pembinaan dan pendampingan LKM-A, Selasa (16/7/2019)

PUAP, kepanjangan dari Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan, merupakan program pemerintah berupa bantuan dana kepada gabungan kelompok tani (gapoktan) yang dikelola dan dikembangkan sendiri untuk meningkatkan usaha agribisnis anggotanya. Program ini berjalan sejak tahun 2008 sampai 2016, dengan jumlah bantuan modal sebanyak 100 juta rupiah per gapoktan. Dalam kurun waktu tersebut, PUAP telah menjangkau 139 gapoktan di Kabupaten Demak. Sejak peluncurannya, setiap gapoktan mendapatkan pendampingan dan bimbingan pengelolaan oleh seorang Penyelia Mitra Tani (PMT), selain oleh PPL di wilayah masing-masing.

Meskipun kucuran dana Read More …

CADANGAN PANGAN PEMERINTAH DAERAH MENJAGA STABILITAS PASOKAN PANGAN

Oleh: Budi Sulistyawan,S.P., M.M.*

Cadangan pangan merupakan sumber pangan yang penting disediakan untuk menjaga stabilitas pasokan pangan saat di luar musim panen dan di daerah defisit pangan. Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan menegaskan bahwa dalam mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan, pemerintah menetapkan cadangan pangan nasional. Cadangan pangan nasional  tersebut terdiri atas cadangan pangan pemerintah pusat, cadangan pangan pemerintah daerah dan cadangan pangan masyarakat. Ketersediaan cadangan pangan yang kokoh dan mandiri diharapkan semakin meningkat, karena ancaman krisis pangan global, gejolak pasokan dan harga pangan dunia, dan ancaman bencana alam, juga semakin meningkat. Selain itu, masih ada penduduk miskin dan rawan pangan yang harus mendapat perhatian pemerintah.

Pengelolaan cadangan pangan pemerintah daerah telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi. Cadangan pangan pemerintah diadakan untuk menanggulangi kekurangan pangan, gejolak harga pangan, bencana alam, bencana sosial dan menghadapi keadaan darurat. Sedangkan cadangan pangan masyarakat dipergunakan untuk menanggulangi kondisi rawan pangan transien (sementara) di lingkungan rumah tangga.

Berdasarkan Permentan Nomor 11 tahun 2018 tentang Penetapan Jumlah Cadangan Beras Pemerintah Daerah bahwa cadangan beras nasional adalah 20% dari total kebutuhan beras nasional dengan pembagian 11,5% cadangan di masyarakat, 8% di pemerintah pusat dan 0,5% di pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten). Pada tahun 2018 target jumlah cadangan pangan daerah Kabupaten Demak berupa beras sebesar 7,5 ton dan telah direalisasikan sebesar 7,7 Ton. Selanjutnya, pada tahun 2019 direncanakan tambahan pengadaan sebesar 10 ton. Penyaluran cadangan pangan kabupaten diatur dalam Peraturan Bupati Demak Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Cadangan Pangan Daerah. Cadangan pangan pemerintah Kabupaten Demak tahun 2018 telah disalurkan ke masyarakat terdampak bencana banjir Desa Sayung Kecamatan Sayung dan Dapur Umum PMI Demak.

*Kasi Ketersediaan dan Distribusi Pangan

© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress