Demak

now browsing by category

 

MONEV LUMBUNG PANGAN MASYARAKAT DI KABUPATEN DEMAK

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak menerima kunjungan dalam rangka monitoring dan evaluasi kegiatan Pengembangan Lumbung Masyarakat dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah yang diketuai oleh Ir. Wawan Riyanto, MP Selaku Kasubag Program Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah beserta anggota (18/10/2019). Tim melaksanakan monitoring dan Evaluasi ke Kelompok Tani Tani Maju Desa Tempuran Kecamatan Demak dan Kelompok Tani Margo Rejo Desa Jatirejo Kecamatan Karanganyar yang mendapatkan Bantuan Modal Gabah Kegiatan Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat pada tahun 2018 sebanyak 2,8 Ton.

Hasil monitoring dan evaluasi didapat bahwa bantuan modal gabah tersebut sangat bermanfaat bagi kelompok tani dan sudah berkembang menjadi lebih banyak karena pengembalian gabah oleh anggota disepakati memberikan jasa berupa gabah. Namun disisi lain administrasi kelompok masih perlu untuk dibenahi oleh karena itu pendampingan penyuluh pertanian di desa sangat diperlukan. Read More …

PEMBAGIAN KARTU TANI PADA KELOMPOK TANI MARGO RAHARJO DESA RAJI KECAMATAN DEMAK

Rabu 2 Oktober 2019 bertempat di ruang pertemuan Balai Desa Raji, telah dilaksanakan pembagian kartu tani untuk 53 anggota kelompok tani Margo Raharjo Desa Raji kecamatan Demak. Proses pembagian ditangani langsung oleh 2 orang petugas BRI Unit Karangtengah-Demak yang didampingi oleh PPL wilbin dan sekretaris kelompok tani Ahmad Yusuf. 

Kartu tani yang dibagikan merupakan hasil aktivasi kartu tani yang telah dibagikan sebelumnya, meskipun belum semua anggota kelompok tani mendapat kartu tani tersebut. Pihak BRI unit Karangtengah sudah berkomitmen untuk dapat segera menyelesaikan aktivasi kartu tani di Desa Raji. Ada 2 kelompok tani yang ditangani oleh BRI unit Karangtengah, yaitu kelompok tani Margo Mulyo sejumlah 83 orang dan kelompok tani Margo Raharjo sejumlah 94 orang.

Sebelum pembagian kartu tani tersebut, PPL pertanian wilbin Desa Raji memberikan pengantar mengenai fungsi, manfaat, cara menggunakan kartu tani, hal ini dimaksudkan untuk mengingatkan kembali para petani tentang penggunaan kartu tani,  mendorong petani untuk mau dan mampu menggunakan kartu tani tersebut, serta mendengar dan menyerap pertanyaan petani sekaligus memberikan jawaban ataupun solusi seputar kartu tani.

Satu hal mendasar yang sangat diharapkan oleh petani adalah ketersediaan pupuk di kios pengecer resmi pupuk subsidi. Jadi kapanpun petani ingin membeli pupuk subsidi barangnya harus selalu ada, supaya tanaman mendapat pupuk tepat waktu. Dengan demikian, tanaman dapat tumbuh subur dan memberikan hasil yang memuaskan.

Program kartu tani menjadi salah satu unggulan pemerintah saat ini khususnya dibidang pertanian, supaya bantuan subsidi pupuk untuk petani benar-benar tepat sasaran, peredaran pupuk subsidi dapat lebih terpantau. Namun semuanya itu perlu dukungan dan kerjasama yang baik antar pihak-pihak yang terkait, supaya pemakaian kartu tani di Kabupaten Demak dapat berjalan dengan lancar. (Agus Susilo/PPL Kecamatan Demak)

DEM AREA BUDIDAYA TANAMAN SEHAT PADI DI POKTAN MARDI UTOMO KELURAHAN KADILANGU KECAMATAN DEMAK

Dem Area Budidaya Tanaman Sehat Padi merupakan suatu metode percontohan penerapan budidaya tanaman sehat pada suatu hamparan yang bertujuan untuk mengelola pertanaman padi sehingga aman dari gangguan OPT (organisme pengganggu tanaman) serta untuk memberikan contoh dan memotivasi petani supaya mau menerapkan teknik budidaya tanaman sehat dan mengelola keberadaan OPT agar tidak menimbulkan kerugian secara ekonomi.

Pada tahun 2019, kegiatan ini salah satunya berlokasi di kelompok tani Mardi Utomo Kelurahan Kadilangu Kecamatan Demak, dengan mendapat dukungan sarana dan prasarana saprodi yang terdiri dari komponen utama berupa pupuk organik padat, dan komponen pendukung berupa benih/bibit refugia dan agens pengendali hayati (APH). Selain itu Poktan Mardi Utomo juga mendapat bantuan barang langsung berupa benih padi Inpari 32 sebanyak 625 kg dan dolomit sebanyak 25 ton.

Pengadaan saprodi ini disusun berdasarkan musyawarah anggota kelompok yang dituangkan dalam Rencana Usaha Kelompok (RUK) yang diketahui oleh POPT (Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman) dan Penyuluh Pertanian. RUK ini didusun dengan mencantumkan rencana pengadaan sarana produksi meliputi jenis barang, volume, harga satuan dan jumlah dana yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan dan harga setempat. Apabila dana bantuan pemerintah dirasa tidak mencukupi maka kelompok tani dapat memenuhi kebutuhan sarana produksi secara swadaya.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan ini, kelompok tani telah melakukan pertemuan pendahuluan secara swadaya berupa sosialisasi kegiatan pada hari Selasa, 24 September 2019 yang berlokasi di rumah Supardi selaku ketua kelompok tani Mardi Utomo. Pertemuan ini dihadiri sekitar 25 orang anggota kelompok ditambah 8 orang petugas lapangan yang terdiri dari POPT dan PPL Kecamatan Demak. Pertemuan ini membahas pemetaan masalah, penelusuran budidaya tanaman dan rencana aksi. Setelah pertemuan pendahuluan ini direncanakan akan dilaksanakan pertemuan lanjutan untuk membahas evaluasi perkembangan dari kegiatan yang sudah berlangsung. (Rahmadanti Yusnita Nur, S.TP. / PPL BPP Demak)

 

TIADA HENTI BERINOVASI, LDM DEMPET MERAIH PRESTASI

Unit Kerja Pelayanan Publik (UKPP) perlu memiliki standar pelayanan. Pentingnya standar pelayanan yaitu kewajiban bagi penyelenggara pelayanan publik untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas, memberikan pemahaman dan persepsi yang sama bagi penyelenggara, masyarakat, dan pihak terkait terhadap standar pelayanan. Standar Pelayanan di tiap unit pelayanan merupakan jaminan dan kepastian, baik bagi penyelenggara dalam memberikan, maupun bagi masyarakat dalam menerima pelayanan.

UKPP Pengolahan Hasil Pertanian Kabupaten Demak telah mengikuti seleksi dalam lomba UKPP Berprestasi Bidang Pertanian Kementerian Pertanian Tahun 2019 dan lolos bersama 46 UKPP lainnya di seluruh Indonesia. Pada tanggal 21 – 23 September 2019 telah dilakukan Ekspose Kualitas Pelayanan Publik UKPP Berprestasi Bidang Pertanian Tahun 2019 di Hotel D’Anaya Bogor Jawa Barat. Ekspose difokuskan pada pengakuan manfaat dan capaian layanan UKPP yang mendukung program Upaya Khusus (UPSUS) Kementerian Pertanian dan inovasi pelayanan.

Dukungan UKPP Pengolahan Hasil Pertanian untuk UPSUS Kementerian Pertanian adalah :

  1. Percepatan pengolahan hasil pertanian padi. Petani/kelompok tani dengan adanya UKPP Pengolahan Hasil Pertanian dapat lebih cepat dalam pasca panen padi sehingga lahan cepat dapat diusahakan lagi pada musim tanam berikutnya guna mempercepat capaian Luas Tambah Tanam (LTT) padi.
  2. Fasilitasi pemasaran hasil pertanian. UKPP Pengolahan Hasil Pertanian membantu petani dalam pemasaran beras yang dihasilkan. Setiap hari ada pembelian beras 5 – 7 ton dengan jangkauan pasar ke Serang, Bogor, Tangerang dan kota lainnya.
  3. Peningkatan kesejahteraan petani. Dengan melakukan kerjasama dengan UKPP Pengolahan Hasil Pertanian, petani/pedagang beras dapat meningkatkan pendapatan dari usaha perberasan yang dilaksanakan.

Inovasi yang dilaksanakan di UKPP Pengolahan Hasil Pertanian adalah beras  kebi yaitu pengolahan beras brown menjadi beras putih menggunakan katul tanpa menggunakan bahan kimia/klorin. Beras brown (berwarna kecoklatan) dengan harga Rp. 7.700,00/kg sebanyak 50 kg ditambah katul sebanyak 5 kg. Setelah dilakukan pencampuran kemudian dimasukkan dalam mesin polisher dengan derajat sosoh 95%. Hasil proses ini adalah beras kebi yang berwarna putih sebanyak 47,5 kg dengan harga Rp. 9.000,00/kg. (Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura)

 

 

Gbr 1. Ekspose sesi 1 yang dikuti 4 UKPP

 

 

 

 

 

 

 

 

Gbr 2. Paparan UKPP PHP Dempet Demak

 

 

 

 

PEMBUATAN MOL DAN PGPR PADA PROGRAM PENGEMBANGAN DESA PERTANIAN ORGANIK BERBASIS KOMODITAS HOTIKULTURA (JAMBU AIR) DI DESA TEMPURAN KECAMATAN DEMAK

Pengembangan Desa Organik Berbasis Komoditas Hortikultura bertujuan untuk menerapkan kegiatan budidaya hortikultura yang ramah lingkungan dan dihasilkannya komoditas hortikultura yang berkualitas dan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Petani yang dapat diikutkan dalam program ini adalah petani yang telah menerapkan budidaya pertanian organik atau petani konvensional tetapi berkomitmen untuk melaksanakan pertanian organik.

Tahun ini merupakan tahun kedua bagi Desa Tempuran sebagai lokasi Pengembangan Desa Organik Berbasis Hortikultura (Jambu Air).  Salah satu kegiatan didalamnya adalah pelatihan pembuatan Mol dan PGPR. Pelatihan ini dilaksanakan di rumah pertemuan Gapoktan Tani Maju Desa Tempuran pada hari Senin, 23 September 2019, yang dipandu oleh Petugas POPT Kabupaten Demak Mujiyanto dan PPL Kecamatan Demak.

Diharapkan dengan pelatihan pembuatan Mol (Mikro Organisme Lokal) dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) ini petani tidak tergantung lagi dengan penggunaan sarana produksi kimia (pupuk maupun pestisida) dan selanjutnya dapat menyediakan sendiri pupuk organik  maupun pestisida biologi untuk digunakan di kebunnya masing-masing.

Adapun alat dan bahan pembuatan Mol sebagai berikut :

  1. Alat : drum/tong besar, isolasi/plester, ember dan selang kecil
  2. Bahan : 80 kg bonggol pisang, 40 liter air perasan beras, 40 liter air kelapa dan 2,5 liter tetes tebu
  3. Cara pembuatan :
  • Bonggol pisang dipotong kecil-kecil kemudian dimasukkan ke dalam drum/tong.
  • Masukkan air perasan beras, air kepala dan tetes tebu ke dalam drum/tong.
  • Aduk rata campuran lalu tutup drum/tong, beri lubang udara kemudian masukkan selang kecil untuk mengeluarkan gas dari dalam drum/tong ke dalam ember yang sudah diisi air. Tutup rapat celah-celah drum/tong dengan isolasi/plester untuk menghindari kebocoran.
  • Diamkan selama 10-15 hari.
  1. Cara pemakaian : campurkan 250 ml Mol ke dalam tangki kemudian semprotkan pada berbagai jenis tanaman.

Adapun alat dan bahan pembuatan PGPR sebagai berikut :

  1. Alat : panci besar, jerigen dan kompor.
  2. Bahan : akar bambu, 15 liter air, ½ kg bekatul, ¼ kg gula pasir, 1 sdm kapur sirih, penyedap rasa / micin dan terasi secukupnya
  3. Cara pembuatan :
  • Rendam akar bambu dengan air matang, diamkan selama 2-3 hari.
  • Rebus air dalam panci sampai mendidih kemudian masukkan bekatul, gula pasir, kapur sirih, penyedap rasa dan terasi.
  • Saring rendaman akar bambu, masukkan airnya kedalam panci lalu aduk rata.
  • Saring campuran yang sudah didinginkan kemudian masukkan airnya kedalam jerigen. Tutup rapat jerigen dan diamkan selama 10-15 hari.
  1. Cara pemakaian : campurkan 250 ml PGPR ke dalam tangki kemudian semprotkan pada berbagai jenis tanaman.

(Rahmadanti YN, S.TP/PPL BPP Demak)

© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress