Demak

now browsing by category

 

DEMPLOT PENERAPAN TEKNOLOGI PTT

Farm Field Day (FFD) di BPP Karangtengah, Selasa (9/7/19)

Istilah demplot, akronim dari demonstrasi plot, sudah sangat familiar bagi pelaku usaha pertanian. Bisa dikatakan demplot merupakan salah satu metode punyuluhan favorit penyuluh karena hanya dengan menggunakan lahan percontohan kurang dari 1 ha, penyuluh dapat memperlihatkan keefektifan suatu teknologi budidaya kepada petani. Penyuluh dan petani dapat mengamati perkembangan tanaman mulai dari persiapan lahan sampai panen.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak tahun 2019 mengalokasikan lima demplot di bawah naungan Kegiatan Penyuluhan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat Guna. Lima demplot tersebut berlokasi di lahan BPP Kecamatan Karangtengah, Demak, Karanganyar, Gajah dan Dempet. Kelima demplot tersebut digunakan untuk Read More …

KEPALA DINAS PERTANIAN DAN PANGAN SERAHKAN KARTU TANI AWARD

Kepala Dinpertan Pangan, Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluhan beserta Kepala BPP penerima Kartu Tani Award

PPL Karangawen melakukan pendampingan penggunaan kartu tani

 

 

 

 

 

 

 

 

Salah satu program pemerintah dalam memperbaiki tata laksana penyaluran pupuk bersubsidi adalah dengan penerbitan kartu tani. Persiapan sudah dimulai dari tahun 2016 dengan melakukan pendataan petani dan luas lahannya, sedangkan implementasinya dilakukan setelah keluar instruksi Gubernur Jawa Tengah Nomor 81 Tahun 2017. Kartu tani merupakan kartu identitas petani yang berfungsi juga sebagai kartu debit BRI co-branding. Kartu Tani memuat informasi alokasi pupuk bersubsidi dan transaksi pembayaran Pupuk Bersubsidi di mesin Electronic Data Capture (EDC) BRI yang ditempatkan di pengecer. Selain itu, kartu dapat berfungsi untuk melakukan seluruh transaksi perbankan pada umumnya. Salah satu manfaat penggunaan kartu tani adalah memudahkan monitoring penyaluran pupuk bersubsidi (informasi selengkapnya dapat diunduh di sini).

Pada akhir caturwulan I tahun 2019, Kabupaten Demak menduduki urutan terakhir pembelian pupuk bersubsidi melalui kartu tani di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak menginstruksikan kepada Penyuluh Pertanian Lapangan untuk mendampingi petani agar penggunaan kartu tani lebih maksimal. Berdasarkan hasil evaluasi, rendahnya penggunaan kartu tani disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya belum semua anggota poktan sudah memperoleh kartu tani, tidak semua pengecer memiliki mesin EDC, kartu tani yang sudah terbit belum semuanya aktif dan beberapa kendala teknis lainnya.

Kepala Dinpertan Pangan menyerahkan tali asih kepada pegawai purna tugas

Sebulan setelah gerakan akselerasi tersebut, posisi Kabupaten Demak telah berada pada 10 besar penyerapan pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sebagai wujud apresiasi, Kepala Dinas menyerahkan Kartu Tani Award kepada sepuluh Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan dengan penggunaan tertinggi yaitu Karangawen, Demak, Mranggen, Bonang, Wonosalam, Mijen, Dempet, Gajah, Wedung dan Guntur. Penghargaan tersebut diberikan pada kesempatan halalbihalal keluarga besar Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Jumat, 14 Juni 2019. Selain penyerahan Kartu Tani Award, diserahkan pula tali asih bagi sembilan pegawai Dinas yang telah purna tugas pada periode November 2018-Juni 2019.

Halalbihalal Keluarga Besar Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak

SAYURAN DI PASAR BINTORO DEMAK BEBAS PESTISIDA

Kabid Ketahanan Pangan Dinpertan Pangan Demak, Dewi Suciati, S.Pt, sedang memeriksa sayuran di Pasar Bintoro Demak

Permintaan bahan pangan selama bulan Ramadan cenderung meningkat dari hari biasa. Selain memastikan ketersediaan produksi di tingkat produsen, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak juga berkewajiban memastikan keamanan bahan pangan yang beredar di tingkat konsumen. Oleh karena itu, bersama dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak melakukan Pengawasan Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT).

Pengawasan dilakukan dengan mengambil sampel enam jenis sayuran yaitu sawi, tomat, kembang kol, brokoli, wortel dan seledri. Pengambilan sampel dilakukan di Pasar Bintoro sebagai pasar induk Kabupaten Demak pada hari Selasa, 21 Mei 2019. Sayuran yang beredar di Kabupaten Demak sebagian besar merupakan sayuran yang berasal dari daerah Bandungan Kabupaten Semarang. Sayuran ini dipasok dari pengepul di Pasar Johar.

Metode pengujian sampel menggunakan tes cepat dengan bantuan alat G-9 Fast Pesticide Detection yang berguna untuk mendeteksi kandungan pestisida dalam sayuran segar. Dengan bantuan alat ini, dalam waktu kurang dari 15 menit, petugas dapat mengetahui ada atau tidaknya orghanphosphate/carbamate/atau acetylcholinesterase inhibitor yang merupakan indikasi keberadaan zat aktif pestisida dalam sayuran. Dari pengujian yang dilakukan, didapatkan hasil negatif untuk semua indikator, atau dengan kata lain, seluruh sampel dinyatakan bebas kandungan pestisida dan aman dikonsumsi.

 

OPERASI DAGING MENJELANG IDULFITRI 1440 H

Momen lebaran banyak dimanfaatkan sebagai momen kumpul keluarga. Beberapa hari menjelang Idulfitri, para perantau mulai kembali ke kampung halaman. Suka cita masyarakat ditandai dengan menyediakan menu buka puasa dan menu lebaran yang lebih istimewa daripada hari-hari biasa. Sebut saja opor ayam, bistik daging dan masakan khas Demak, kropohan, yang tidak pernah absen mengisi daftar menu lebaran masyarakat Demak.

Seperti dapat diperkirakan, permintaan daging semakin meningkat mendekati hari raya. Situasi ini sering dimanfaatkan pihak-pihak tak bertanggung jawab dengan menjual daging yang “asal daging”, yaitu daging yang tidak memenuhi prasyarat ASUH: aman, sehat, utuh dan halal. Oleh karena itu, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan  Provinsi Jawa Tengah dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner Pati melakukan operasi daging di Pasar Bintoro Demak, Jumat 31 Mei 2019. Operasi daging ini bertujuan memastikan daging dan bahan olahan hasil ternak yang beredar di Demak, khususnya di Pasar Bintoro merupakan daging yang ASUH.

Dari beberapa depot daging yang diperiksa, sebagian depot belum memenuhi stadar. Ada beberapa depot yang tidak menggantungkan dagingnya, ada pula depot yang menjual daging dan bahan makanan lainnya dalam satu meja. Daging yang dijual di Pasar Bintoro berasal dari berbagai tempat, yaitu dari Rumah Potong Hewan Demak, pasokan dari Semarang dan Boyolali serta pasokan daging kerbau Belu dari BULOG. Saat ini, harga daging sapi berkisar antara Rp100.000,00 – Rp120.000,00/kg, sedangkan harga daging ayam broiler berada di kisaran Rp32.000,00/kg.

Uji kadar air daging oleh Drh. Petra Dian dari Laboratorium Kesmavet Pati, Drh. Sri Padyastuti (Kasi Keswan & Kesmavet Dinpertan Pangan) dan Drh. Slamet (Kabid Veteriner Dinakkeswan Jateng)

Dalam operasi ini, dilakukan pula uji kadar air air di lokasi dan pengambilan 5 sampel daging sapi/kerbau dan 1 sampel daging ayam untuk dilakukan uji laboratorium Total Plate Count  (TPC) dan E.coli untuk mengetahui seberapa banyak cemaran mikroba dalam daging tersebut. Uji laboratorium dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner Pati dan akan diketahui hasilnya beberapa hari ke depan. Berdasarkan uji kadar air, tidak ditemukan daging yang terindikasi glonggongan maupun tiren.

MENGENAL KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI

Kegiatan Pemanfaatan Pekarangan KWT Bunga Teratai Desa Boyolali Kecamatan Gajah

Panen Hasil Pekarangan Kegiatan KRPL TP PKK Kembangan Kecamatan Bonang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya dijamin oleh pemerintah baik kuantitas dan kualitasnya sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Pasal 60 UU No 18/2012 mengamanatkan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berkewajiban mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sesuai dengan potensi dan kearifan lokal guna mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif. Penjabaran dari Undang-Undang Pangan tersebut telah diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi dimana dalam Pasal 26 disebutkan bahwa upaya penganekaragaman pangan salah satunya dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak pada Tahun 2019 melaksanakan Kegiatan Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang merupakan model pemanfaatan setiap jengkal lahan termasuk lahan tidur, lahan kosong yang tidak produktif pada kawasan pekarangan, sebagai penghasil pangan untuk memenuhi pangan dan gizi keluarga, sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. KRPL juga dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk penanganan daerah stunting, Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) dan penanganan wilayah rentan rawan pangan.

Kegiatan KRPL berlangsung selama tiga tahun untuk satu lokasi yang sama. Tahun pertama merupakan tahap penumbuhan, dimulai tahun 2018 pada lima kelompok wanita. Tahun 2019, penerima manfaat bertambah 10 kelompok, sehingga saat ini terdapat 15 kelompok wanita yang tersebar di 10 kecamatan, yaitu Wonosalam, Dempet, Gajah, Karangawen, Bonang, Guntur, Sayung, Karangtengah, Demak dan Kebonagung. Tahun ini, lima kelompok pertama masuk dalam tahap pengembangan. Tahun depan diharapkan kelompok tersebut telah menjadi kelompok mandiri yang dapat memanfaatkan pekarangannya sendiri dari bekal bantuan dan pelatihan yang telah diberikan di tahun-tahun sebelumnya.

Manfaat yang sudah dirasakan oleh anggota kelompok wanita antara lain meningkatnya frekuensi konsumsi sayuran, buah dan protein hewani pada anggota dan masyarakat sekitarnya. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat direplikasi di lokasi lainnya dalam rangka peningkatan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress