Wedung

now browsing by category

 

GAPOKTAN TANI BAROKAH DESA RUWIT CAPAI PENYALURAN BERAS SEGAR TERTINGGI

Gapoktan Tani Barokah Desa Ruwit Kecamatan Wedung memperoleh capaian tertinggi dari jumlah 6 Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM ) lainnya. “Beras Segar”, merk dagang produk LUPM, produksi Gapoktan Tani Barokah sudah terjual kepada masyarakat melalui Toko Tani Indonesia sebanyak 35,6 ton dengan harga ecer tertinggi Rp 8.800,00/kg. Hal ini termonitoring dalam kegiatan monitoring evaluasi Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat tanggal 2 Agustus 2019 oleh Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak. Tiap LUPM ditargetkan dapat menjual beras sebanyak 25 Ton pada semester I 2019 dan sampai dengan akhir tahun nanti sebanyak 50 Ton. Gapoktan/kelompok pelaksana PUPM tahun ini tersebar di Read More …

MENGUBAH KEPUTUSASAAN MENJADI HARAPAN

Dampak Perubahan Iklim (DPI) merupakan fenomena alam yang tidak bisa dihindari. Menurut BMKG, el-nino atau kemarau tahun ini masih akan berlangsung sampai pertengahan November. Oleh karena itu, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak sebagai pemangku kebijakan di bidang pertanian terus berupaya untuk melakukan pengamanan produksi padi.

Koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana (BBWS PJ), Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Serang Lusi Juana, Kodim 0716/Demak dan PJ UPSUS PAJALE Jateng intensif dilakukan sejak Read More …

DINPERTAN PANGAN DIRIKAN POSKO ANTISIPASI KEKERINGAN

Posko Antisipasi Kekeringan di Kantor Kecamatan Wedung Kabupaten Demak

Sudah berminggu-minggu tanah di Kabupaten Demak tidak menerima guyuran hujan. Sesuai dengan catatan Stasiun Klimatologi Semarang BMKG bulan Juni 2019, curah hujan di kelima pos pengamatan di Kabupaten Demak, semuanya menunjukkan angka di bawah 20 mm dengan sifat hujan BN (Bawah Normal). Kondisi ini terjadi hampir di seluruh wilayah Jawa Tengah, bahkan Indonesia, dan diprediksi masih terus berlangsung sampai bulan Oktober mendatang. Presiden Joko Widodo telah mengadakan rapat terbatas antisipasi dampak kekeringan pada Senin lalu (15/7/2019). Seminggu sebelumnya, Kementerian Pertanian telah pula mengadakan rakor mitigasi dan Read More …

UBAH ECENG GONDOK JADI PAKAN, KTT SIDO RUKUN BERAHAN WETAN MAJU LOMBA TINGKAT PROVINSI

 

Senin pagi, 24 Juni 2019, tampak kesibukan yang berbeda di Balai Desa Berahanwetan, Kecamatan Wedung Kabupaten Demak. Anggota kelompok tani ternak (KTT) di desa tersebut, yaitu KTT Sido Rukun beserta perangkat desa tengah bersiap menerima kunjungan dari tim penguji Lomba Kelompok Tani Ternak Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sedianya, KTT Sido Rukun akan bersaing dengan KTT dari Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Magelang dalam kategori Kelompok Tani Ternak Itik.

Berdiri pada 29 September 2015, KTT Sido Rukun kini memiliki 35 orang anggota, dari semula 22 orang. Bertambahnya jumlah anggota ini karena masyarakat melihat adanya peningkatan kesejahteraan peternak yang menjadi anggota kelompok. Mereka membuat kandang komunal di lahan milik anggota dan sebagian bantaran sungai yang telah diijinkan. Selain kegiatan budidaya, kelompok juga mengembangkan usaha pengolahan yaitu pembuatan telur asin dan telur asin bakar. Pemasaran tidak hanya dilakukan secara konvensional, tetapi juga melalui media sosial. Dengan cara ini, wilayah pemasaran bisa menjangkau Kabupaten Semarang, Kudus dan Jepara. Salah satu keunikan KTT Sido Rukun yaitu mereka memanfaatkan eceng gondok sebagai bahan campuran pakan. Inovasi ini bisa mengatasi dua permasalahan sekaligus: pengurangan populasi eceng gondok yang berpotensi menyumbat saluran pengairan dan pemenuhan kebutuhan pakan yang terus meningkat.

Tim penguji lomba ternak itik berasal dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. Tim penguji yang terdiri dari drh. Slamet (Ketua), Ir. Diri Mulyanto, M.Si, drh. Setijawati Noegraheni, Ready Vetrianto, S.Pt. datang ke lokasi pada pukul 09.00 untuk mengecek kondisi kandang dan proses pembuatan pakan serta pengolahan telur. Acara dilanjutkan dengan pengenalan profil kelompok di balai desa. Pada kesempatan tersebut, kelompok tani ternak didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak bersama dengan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan dan staf.

ketua KTT Sido Rukun, Zaeni bersama Kepala Dinpertan Pangan dan Tim Penguji Lomba KTT Provinsi

 

KEPALA DINAS PERTANIAN DAN PANGAN SERAHKAN KARTU TANI AWARD

Kepala Dinpertan Pangan, Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluhan beserta Kepala BPP penerima Kartu Tani Award

PPL Karangawen melakukan pendampingan penggunaan kartu tani

 

 

 

 

 

 

 

 

Salah satu program pemerintah dalam memperbaiki tata laksana penyaluran pupuk bersubsidi adalah dengan penerbitan kartu tani. Persiapan sudah dimulai dari tahun 2016 dengan melakukan pendataan petani dan luas lahannya, sedangkan implementasinya dilakukan setelah keluar instruksi Gubernur Jawa Tengah Nomor 81 Tahun 2017. Kartu tani merupakan kartu identitas petani yang berfungsi juga sebagai kartu debit BRI co-branding. Kartu Tani memuat informasi alokasi pupuk bersubsidi dan transaksi pembayaran Pupuk Bersubsidi di mesin Electronic Data Capture (EDC) BRI yang ditempatkan di pengecer. Selain itu, kartu dapat berfungsi untuk melakukan seluruh transaksi perbankan pada umumnya. Salah satu manfaat penggunaan kartu tani adalah memudahkan monitoring penyaluran pupuk bersubsidi (informasi selengkapnya dapat diunduh di sini).

Pada akhir caturwulan I tahun 2019, Kabupaten Demak menduduki urutan terakhir pembelian pupuk bersubsidi melalui kartu tani di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak menginstruksikan kepada Penyuluh Pertanian Lapangan untuk mendampingi petani agar penggunaan kartu tani lebih maksimal. Berdasarkan hasil evaluasi, rendahnya penggunaan kartu tani disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya belum semua anggota poktan sudah memperoleh kartu tani, tidak semua pengecer memiliki mesin EDC, kartu tani yang sudah terbit belum semuanya aktif dan beberapa kendala teknis lainnya.

Kepala Dinpertan Pangan menyerahkan tali asih kepada pegawai purna tugas

Sebulan setelah gerakan akselerasi tersebut, posisi Kabupaten Demak telah berada pada 10 besar penyerapan pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sebagai wujud apresiasi, Kepala Dinas menyerahkan Kartu Tani Award kepada sepuluh Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan dengan penggunaan tertinggi yaitu Karangawen, Demak, Mranggen, Bonang, Wonosalam, Mijen, Dempet, Gajah, Wedung dan Guntur. Penghargaan tersebut diberikan pada kesempatan halalbihalal keluarga besar Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Jumat, 14 Juni 2019. Selain penyerahan Kartu Tani Award, diserahkan pula tali asih bagi sembilan pegawai Dinas yang telah purna tugas pada periode November 2018-Juni 2019.

Halalbihalal Keluarga Besar Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak

© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress