TPH

now browsing by category

 

BERSIAP MENGHADAPI KEKERINGAN

Rakor Mitigasi dan Adaptasi Kekeringan di Auditorium Kementan (8/7/2019)

Air merupakan bagian penting dalam budidaya pertanian mulai dari pengolahan lahan sampai dengan tanaman siap dipanen. Akhir-akhir ini Kabupaten Demak air irigasi menjadi barang langka yang sangat diharapkan oleh petani. Ada enam kecamatan yang terkena dampak kekeringan, yaitu Kecamatan Mranggen, Wonosalam, Sayung, Guntur, Bonang dan Wedung. Total sawah yang terkena kekeringan seluas 1.783 ha. Adapun tingkat kerusakan tanaman akibat kekeringan tersebut dikategorikan rusak ringan.

Berdasarkan informasi BMKG Semarang prediksi kekeringan akan terjadi sampai dengan Read More …

STAND DEMAK YANG STANDOUT

Selfiebooth yang menjadi daya tarik stand Kabupaten Demak

Gelaran Soropadan Agro Expo 9 (SAE 9) sudah memasuki hari ke-4, namun stand Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak tak kunjung sepi pengunjung. Stand Demak tampak standout (menonjol) dibandingkan stand-stand lainnya. Rupanya, selain berebut memborong jambu, pengunjung juga menunggu antrian berswafoto di selfiebooth yang disediakan. “Selfiebooth sengaja kita buat dan desain semenarik mungkin agar pengunjung menghabiskan waktu lebih lama di stand kita. Harapannya, mereka jadi lebih mengenal produk-produk kita Read More …

AYO KUNJUNGI STAND DEMAK DI SOROPADAN AGRO EXPO 9

NIKMATI KESEGARAN BUAH-BUAHAN DEMAK

DAN PRODUK PERTANIAN UNGGULAN LAINNYA

DI SOROPADAN AGRO EXPO 9

Soropadan, 4 – 8 Juli 2019

Lokasi:

Pusat Pelayanan Agribisnis Petani (PPAP) Soropadan.

Jl Raya Magelang-Semarang KM.13, Soropadan, Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah

Tema:

“Korporasi Petani dan Integrasi Teknologi Informasi Menuju Petani Semakin Sejahtera”

NGOBRAS BAWANG MERAH? KENAPA TIDAK!

Dalam menjalankan salah satu fungsi pelayanan informasi publik, Dinas Pertanian dan Pangan secara berkala turut mengisi rubrik Ngobrol Asik (Ngobras) di Radio Suara Kota Wali 104.8 FM. Selasa kemarin, 18 Juni 2019, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ir. Heri Wuryanta, S.TP.MP didampingi Kepala Seksi Hortikultura, Kartika Dewi N.H., S.P, Koordinator Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Mujiyanto, S.P. dan Kepala BPP Kecamatan Wedung, Suwartana, S.P berbincang dengan penyiar tentang prospek dan tantangan bawang merah Demak.

Acara yang dipandu oleh penyiar Uma tersebut mengajak pendengar untuk mengetahui lebih dalam tentang seluk beluk bawang merah di Kabupaten Demak, mulai dari sejarah, pengembangan, prospek, kendala sampai terobosan-terobosan yang tengah dilakukan untuk peningkatan produksi dan kualitas bawang merah. Dalam kesempatan tersebut, disebutkan bahwa beberapa kendala yang dihadapi di sektor bawang merah Demak adalah kawasan budidaya yang tersebar dan terpisah jauh dari jaringan jalan dan pengairan sehingga menyulitkan akses transportasi dan distribusi barang serta perawatan tanaman dan biaya produksi yang tinggi karena sistem budidaya yang masih konvensional, menggunakan pupuk dan pestisida kimia berlebihan. Selain dua hal tersebut, bawang merah merupakan bahan yang mudah rusak sehingga tanpa pengolahan lanjutan, produk panen harus segera dijual. Hal ini mengakibatkan anjloknya harga pada saat panen raya karena suplai produk melimpah. Kurangnya teknologi pasca panen yang dimiliki petani, menjadikan petani berada di posisi tidak menguntungkan dengan nilai tawar yang rendah, apalagi ditambah dengan akses pasar yang terbatas.

Terobosan-terobosan yang tengah dilakukan Dinas Pertanian dan Pangan bersama dengan petani diantaranya yaitu melakukan pemetaan kawasan untuk memudahkan upaya penumbuhan dan pengembangan kawasan bawang merah berbasis agribisnis mulai dari penyediaan sarana produksi dan budidaya serta kegiatan pendukungnya secara terpadu dan berkelanjutan. Selain itu, dilakukan pengaturan pola tanam, pendampingan dan penyuluhan petani, penanganan pasca panen serta penguatan kelembagaan kelompok tani. Tak ketinggalan, Dinas Pertanian dan Pangan selalu berusaha memfasilitasi terbentuknya kemitraan petani dengan pabrikan untuk menyerap hasil produksi dengan prinsip saling menguntungkan ataupun mendorong terbentuknya BUMP untuk manajemen yang lebih mandiri dan menguntungkan.

 

MILIKI BUMP, PETANI DEMAK SIAP MENUJU PASAR GLOBAL

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Ir. Wibowo, M.M., dalam acara peluncuran tiga BUMP di Desa Mlatiharjo Kecamatan Gajah (11/6/2019)

Sudah menjadi hukum ekonomi, apabila stok barang melimpah sedangkan permintaan tetap, maka akan terjadi penurunan harga barang. Demikian pula yang terjadi pada harga gabah. Salah satu hal yang dikeluhkan petani Demak adalah anjloknya harga gabah saat panen raya karena petani berada di posisi tawar yang lemah di mata tengkulak dan pedagang pengepul.

Kondisi tersebut dapat diatasi dengan melakukan tunda jual ataupun meningkatkan nilai tambah produk. Solusi ini semakin efektif jika dilakukan dalam sebuah lembaga/korporasi sehingga petani mempunyai kekuatan dan posisi tawar yang lebih tinggi. Berdasarkan alasan tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak melakukan fasilitasi pembentukan Badan Usaha Milik Petani (BUMP). BUMP merupakan badan usaha yang sebagian besar atau seluruh modalnya berasal dari petani, bertujuan mensinergikan kegiatan bisnis dengan pemberdayaan masyarakat tani, dijalankan secara korporasi dengan berorientasi keuntungan demi mendorong kemandirian petani.

Sebagai tindak lanjut acara sosialisasi BUMP (selengkapnya dapat dibaca di sini), pada hari Selasa, 11 Juni 2019 dilakukan launching BUMP oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Ir. Wibowo, M.M. didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Heri Wuryanta, S.TP, M.P.  Turut hadir di acara yang bertempat di Desa Mlatiharjo Kecamatan Gajah tersebut, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Demak, Camat Gajah, Camat Mijen, Kepala Desa Mlaten dan Kepala Desa Mlatiharjo. Instansi terkait yang turut menyaksikan peluncuran BUMP yaitu Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Polsek Gajah, Koramil Gajah dan BKK Dempet,. BUMP yang diluncurkan dalam kesempatan tersebut adalah PT. Tasbiha Mulia Tani, Desa Mlatiharjo Kecamatan Gajah; PT. Panca Tani Sejahtera, Desa Mlaten Kecamatan Mijen; dan Koperasi Tani Dungkul Kedung Tani Desa Kedungori Kecamatan Dempet.

PT. Tasbiha Mulia Tani yang menjadi tuan rumah merupakan BUMP yang bergerak dalam usaha perberasan. Saat ini, BUMP tersebut telah memproduksi empat varian beras kemasan vakum yaitu beras mlati, beras merah, beras hitam dan beras genki. Beras-beras tersebut dijual dengan harga mulai dari Rp18.000,00 sampai dengan Rp40.000,00/kg. Jika dibandingkan dengan beras biasa yang berada pada kisaran Rp10.000,00, margin produk-produk tersebut jelas lebih banyak. Namun, mahalnya harga beras tersebut sebanding dengan manfaat yang diperoleh, yaitu beras yang mengandung lebih banyak antioksidan, berkadar gula rendah, dan aroma yang lebih menggugah cita rasa.

© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress