June, 2019

now browsing by month

 

SURAT KETERANGAN KESEHATAN HEWAN (SKKH)

Surat Keterangan Kesehatan Hewan adalah surat keterangan kesehatan hewan yang dikeluarkan oleh dokter hewan yang berwenang dalam suatu daerah.  Surat Keterangan Kesehatan Hewan yang disingkat dengan SKKH bertujuan untuk meningkatkan pengawasan terhadap lalulintas hewan dan terhadap penularan penyakit zoonosis dan penyakit menular lainnya.

Bagi seluruh masyarakat Kabupaten Demak yang akan membawa hewan/ternak, bagian tubuh hewan atau bahan pangan asal hewan/ternak keluar dari wilayah Kabupaten Demak maka harus membuat terlebih dahulu Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), sedangkan jika akan membawa masuk ke wilayah Kabupaten Demak maka harus mengajukan surat rekomendasi pemasukkan ternak dan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal.

DASAR HUKUM :

  1. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan,
  2. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan; sebagaimana telah diubah Undang-undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang,
  3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2000 tentang Karantina Hewan,
  4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota,
  5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2012 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) dan Kesejahteraan Hewan (Kesrawan).
  6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2014 tentang Pengendalian dan Penaggulangan Penyakit Hewan,
  7. Perpres Nomor 30 Tahun 2011 tentang Pengendalian Zoonosis,
  8. Permentan Nomor : 02/Permentan/OT.140/1/2010 tentang Pedoman Pelayanan Jasa Medik Veteriner.

BIAYA : GRATIS

PERSYARATAN :

  1. KTP asli,
  2. Fotocopy KTP,
  3. Hewan berlokasi di Kabupaten Demak.

MEKANISME DAN PROSEDUR PELAYANAN :

  1. Pemohon/ Peternak datang sendiri ke Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan,
  2. Pemohon/ Peternak membawa hewan ke Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan,
  3. Pemohon/ Peternak mengisi Formulir Permohonan SKKH,
  4. Setelah hewan diperiksa oleh dokter hewan:
  5. Jika sehat , lanjut pencetakan SKKH,
  6. Jika tidak sehat, tidak dapat dikeluarkan SKKH,
  7. Pencetakan SKKH oleh Petugas.

 

ALUR :

WAKTU PELAYANAN  SKKH :

Jam Kerja

WAKTU PELAKSANAAN SKKH :

60 menit.

PELAKSANA :

Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner

UBAH ECENG GONDOK JADI PAKAN, KTT SIDO RUKUN BERAHAN WETAN MAJU LOMBA TINGKAT PROVINSI

 

Senin pagi, 24 Juni 2019, tampak kesibukan yang berbeda di Balai Desa Berahanwetan, Kecamatan Wedung Kabupaten Demak. Anggota kelompok tani ternak (KTT) di desa tersebut, yaitu KTT Sido Rukun beserta perangkat desa tengah bersiap menerima kunjungan dari tim penguji Lomba Kelompok Tani Ternak Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sedianya, KTT Sido Rukun akan bersaing dengan KTT dari Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Magelang dalam kategori Kelompok Tani Ternak Itik.

Berdiri pada 29 September 2015, KTT Sido Rukun kini memiliki 35 orang anggota, dari semula 22 orang. Bertambahnya jumlah anggota ini karena masyarakat melihat adanya peningkatan kesejahteraan peternak yang menjadi anggota kelompok. Mereka membuat kandang komunal di lahan milik anggota dan sebagian bantaran sungai yang telah diijinkan. Selain kegiatan budidaya, kelompok juga mengembangkan usaha pengolahan yaitu pembuatan telur asin dan telur asin bakar. Pemasaran tidak hanya dilakukan secara konvensional, tetapi juga melalui media sosial. Dengan cara ini, wilayah pemasaran bisa menjangkau Kabupaten Semarang, Kudus dan Jepara. Salah satu keunikan KTT Sido Rukun yaitu mereka memanfaatkan eceng gondok sebagai bahan campuran pakan. Inovasi ini bisa mengatasi dua permasalahan sekaligus: pengurangan populasi eceng gondok yang berpotensi menyumbat saluran pengairan dan pemenuhan kebutuhan pakan yang terus meningkat.

Tim penguji lomba ternak itik berasal dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. Tim penguji yang terdiri dari drh. Slamet (Ketua), Ir. Diri Mulyanto, M.Si, drh. Setijawati Noegraheni, Ready Vetrianto, S.Pt. datang ke lokasi pada pukul 09.00 untuk mengecek kondisi kandang dan proses pembuatan pakan serta pengolahan telur. Acara dilanjutkan dengan pengenalan profil kelompok di balai desa. Pada kesempatan tersebut, kelompok tani ternak didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak bersama dengan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan dan staf.

ketua KTT Sido Rukun, Zaeni bersama Kepala Dinpertan Pangan dan Tim Penguji Lomba KTT Provinsi

 

TINGKATKAN MUTU TEMBAKAU MELALUI DEMPLOT DAN SEKOLAH LAPANG

Penyerahan paket Demplot kepada Kelompok Tani Rukun Santoso Desa Blerong Kecamatan Guntur

Tembakau merupakan salah satu komoditas andalan Jawa Tengah khususnya Kabupaten Demak. Hal ini dapat dilihat dari besarnya cukai yang disumbangkan sebagai penerimaan daerah yang selalu meningkat tiap tahunnya. Meski diakui ada pengaruh psikologis terhadap pangsa pasar akibat kampanye dunia anti-rokok, terbitnya Perda bebas asap rokok di beberapa daerah serta fatwa haram merokok oleh MUI, income elasticity of demand terhadap tembakau sementara ini masih relatif stabil.

Kabupaten Demak khususnya Kecamatan Mranggen, Guntur dan Karangawen memiliki lahan yang sangat cocok untuk ditanami tanaman tembakau. Unsur hara yang terkandung di lahan perkebunan tiga kecamatan tersebut menghasilkan tembakau mranggenan dengan aroma yang sangat unik. Keunggulan tembakau Demak telah diakui, terbukti dengan diterimanya penghargaan Terbaik I Festival Uji Aroma Tembakau Tingkat Provinsi Jawa Tengah an. Kelompok Tani Tlogo Asri Ds. Tlogorejo Kec. Karangawen pada tahun 2018.

Sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Demak, Dinas Pertanian dan Pangan melalui Bidang Perkebunan melakukan kegiatan Demplot Tembakau dan Sekolah Lapang bagi Petani Tembakau di tiga kecamatan potensi tembakau. Kegiatan tersebut dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Pada tiap demplot, kelompok tani (poktan) akan mendapatkan bantuan bibit tembakau, pupuk ZA, KNO, pestisida dan mistblower.

Kegiatan Sekolah Lapang di Poktan Pangudi Desa Kangkung Kecamatan Mranggen

Demplot tersebut dibarengi dengan Sekolah Lapang (SL) yang rencananya akan dilaksanakan selama bulan Juni dan Juli 2019. Tiap kecamatan mengirimkan dua poktan dengan jumlah peserta masing-masing 30 orang. SL bertujuan untuk memberikan informasi manajemen tembakau terbaru bagi petani, khususnya terkait penanganan hama dan penyakit. Dengan adanya bantuan kegiatan berupa pelatihan, sarana, prasarana penunjang serta peralatan pascapanen diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tembakau sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

 

 

 

 

 

PENANGANAN KERAWANAN PANGAN MELALUI PENGEMBANGAN DESA MANDIRI PANGAN

Oleh: Budi Sulistyawan, S.P. M.M.*

Desa mandiri pangan (DMP) adalah desa yang masyarakatnya mempunyai kemampuan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi melalui pengembangan subsistem ketersediaan, subsistem distribusi dan subsistem konsumsi dengan memanfaatkan sumberdaya setempat secara berkelanjutan. Program DMP merupakan  salah  satu upaya dalam  mengurangi  kerawanan  pangan,  menciptakan  ketahanan  pangan  dan menurunkan  tingkat kemiskinan dalam suatu wilayah pedesan. Program Aksi Desa Mandiri Pangan  dilakukan melalui proses pemberdayaan masyarakat untuk mengenali potensi dan kemampuannya, mencari alternatif peluang dan pemecahan masalah serta mampu  mengambil  keputusan sehingga tercapai  kemandirian. Dalam pelaksanaan program DMP, dibentuk kelompok afinitas yang ditumbuhkembangkan berdasarkan  kesamaan visi dan tujuan dalam pemberdayaannya melalui kegiatan pelatihan dan  pendampingan.

Tujuan Pengembangan Desa Mandiri Pangan adalah meningkatkan ketahanan pangan dan gizi masyarakat, mengurangi kerawanan pangan dan gizi melalui pendayagunaan sumberdaya, kelembagaan dan budaya lokal di pedesaan. Indikator keberhasilan kegiatan ini adalah  berkurangnya tingkat kerawanan pangan dan gizi. Sasaran kegiatan Desa mandiri pangan adalah kelompoktani di desa yang tergolong kategori miskin dengan anggota rumah tangga miskin (RTM).

Saat ini, Kabupaten Demak sedang memfokuskan kegiatan di dua desa, yaitu Desa Temuroso Kecamatan Guntur dan Desa Rejosari Kecamatan Karangawen. Kegiatan dimulai sejak tahun 2018 dan diharapkan tuntas pada tahun 2020. Desa-desa tersebut mendapat paket bantuan dan pendampingan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak melalui sumber dana dari  APBD Provinsi dan APBD Kabupaten. Jenis bantuan yang telah diberikan sebagai berikut:

  1. Budidaya Kambing Jawa Randu
  2. Budidaya Tanaman Buah Buahan (Belimbing, Jambu air, Mangga dan  Kelengkeng)
  3. Budidaya Lele dalam kolam terpal
  4. Mesin penepung biji bijian

*Kasi Ketersediaan dan Distribusi Pangan

BIMBINGAN TEKNIS PENGOPERASIAN ALSINTAN

Peserta bimbingan teknis sedang praktik membuat dapok

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak sekali lagi mengadakan bimbingan teknis pengoperasian dan pengelolaan alat mesin pertanian (alsintan). Jika sebelumnya Dinas menggandeng Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (berita selengkapnya baca di sini), kali ini Dinas bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor dalam penyelenggaraannya.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 19 sampai dengan 21 Juni 2019. Bertempat di desa Megonten Kecamatan Kebonagung Kabupaten Demak, acara ini menghadirkan narasumber drh.Wisnu Wasisa P, MP dari BBPKH cinagara Bogor; Kepala Dinpertan Pangan Kabupaten Demak, Ir. Wibowo,M.M.; dan profesional dari PT. Yanmar Indonesia, Dimas Rahmadi P. Selain tiga orang tersebut, dihadirkan pula Pengelola Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA) Karya Bersama Desa Megonten, Hadi Sukarjo, yang pada tahun 2018 mendapatkan apresiasi dari Menteri Pertanian RI sebagai juara III UPJA berprestasi tingkat nasional.

Peserta terdiri dari delapan kelompok tani di Kabupaten Demak, yaitu Dewi Sri, Mardi Luhur, Ngudi Mulyo, Asung Tulodo, Arum Tani, Karya Bersama, Ngudi Luhur dan Petani Hebat. Poktan menugaskan dua anggotanya untuk mengikuti bimbingan teknis dengan pendampingan dari PPL masing-masing. Selain itu, sejumlah anggota TNI juga turut menjadi peserta sebagai tindak lanjut nota kesepahaman Kementerian Pertanian dengan TNI dalam menyukseskan Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai (UPSUS PAJALE).

© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress