Wednesday, June 12th, 2019

now browsing by day

 

CARA MENGETAHUI DAGING AYAM “ASUH”

Kesegaran bahan makanan yang digunakan dalam sajian bukan cuma hal penting dalam menjamin citarasa sajian, tapi juga dilihat dari aspek “ASUH” (Aman, Sehat, Utuh dan Halal). Salah satu bahan makanan yang sering mendapatkan perlakuan agar tampak seperti bahan segar adalah daging, baik daging sapi maupun daging ayam. Masih dalam suasana lebaran, masyarakat perlu lebih waspada dengan peredaran daging sapi atau ayam yang tidak ASUH.

Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab sering memanfaatkan momen hari raya sebagai momen untuk mendapat keuntungan lebih dengan berperilaku curang. Manipulasi bahan pangan dilakukan tanpa pertimbangan kesehatan dan bahaya yang didapatkan orang lain. Salah satu diantaranya adalah dengan menjual daging ayam tiren, berformalin, gelonggongan dsb. Modus seperti ini sering terjadi meskipun pemerintah selalu melakukan operasi pasar dan pengawasan bahan pangan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih jeli membedakan antara daging ayam segar dan daging ayam yang telah dimanipulasi. Perbedaan tersebut dicirikan sebagai berikut:

  1. Daging ayam berformalin

Daging ayam berformalin adalah daging ayam yang telah mendapat suntikan formalin atau mengalami pencelupan ke dalam larutan formalin. Biasanya daging ayam yang berformalin apabila dicubit bagian kulitnya tidak akan kembali seoerti semula dan kulit ayam tampak kaku.

  1. Daging ayam tiren (mati kemarin)

Daging ayam tiren merupakan daging yang berasal dari ayam yang tidak disembelih atau disembelih dalam keadaan sudah mati (bangkai) sehingga darah tidak keluar dari tubuh dan terperangkap dalam pembuluh darah.  Daging tiren dicirikan dengan warna kemerahan seperti memar di sekujur tubuh dan pembuluh darah (terutama di leher dan pangkal sayap) berwarna merah biru karena membeku.

  1. Ayam suntik/ayam glonggongan

Daging ayam suntik atau glonggongan daging yang berasal dari daging ayam yang telah disuntik air dengan tujuan menambah bobot daging. Ciri daging ayam suntik adalah daging tidak memiliki lipatan pada paha dan dada karena kulit dan daging terisi air. Jika diperhatikan dengan saksama, di bagian paha dan dada biasanya terdapat bekas suntikan.

Keragaan daging normal, daging semiglonggong dan daging glonggongan (foto koleksi drh. Supriyanto, M.VPH; RPH Giwangan Yogyakarta)

© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress