Thursday, June 13th, 2019

now browsing by day

 

BIMBINGAN TEKNIS PENGOPERASIAN ALAT MESIN PERTANIAN

Salah satu tantangan yang dihadapi pertanian Kabupaten Demak saat ini adalah berkurangnya jumlah tenaga kerja. Generasi muda mempunyai keengganan untuk berusaha di bidang pertanian karena stereotipe bahwa pertanian merupakan pekerjaan kasar, kotor dan tidak menguntungkan. Kurangnya tenaga kerja ini menjadi masalah besar saat memasuki musim tanam dan musim panen. Kedua tahapan budidaya ini membutuhkan banyak tenaga kerja, terutama dari kaum perempuan.

Menjawab tantangan tersebut, selama lima tahun terakhir, pemerintah semakin gencar memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Pada tahun 2018 saja, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak telah menyalurkan bantuan traktor roda dua sebanyak 87 unit, traktor roda empat sebanyak 6 unit, 10 unit cultivator, 6 unit rice transplanter, 10 unit handsprayer, 1 unit alat pemanen padi blower dan 9 unit combine harvester. Alsintan tersebut dibiayai oleh dana APBD Kabupaten maupun APBN. Alsintan dapat mengurangi waktu proses produksi, memangkas biaya sekaligus menurunkan jumlah tenaga kerja yang terlibat. Sebagai contoh, penggunaan mesin penanam padi (rice transplanter) untuk lahan 1 hektar membutuhkan waktu 5-7 jam oleh 2 orang operator. Di sisi lain, penanaman padi dengan metode konvensional untuk lahan 1 hektar dalam waktu satu hari membutuhkan tenaga 25-30 orang.

Penggunaan alsintan, terutama alat penanam dan pemanen padi, tergolong baru di kalangan petani Kabupaten Demak, sehingga tidak semua petani dapat menjalankan mesin tersebut. Untuk menghindari alsin mangkrak ataupun tidak dimanfaatkan dengan semestinya, pemberian bantuan juga diikuti dengan pelaksanaan pelatihan dan bimbingan teknis pengoperasian dan pengelolaan alat mesin pertanian.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak melalui Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluhan telah melaksanakan kegiatan bimbingan teknis operator Alat Mesin Pertanian Combine Harvester Besar (CHB) pada tanggal 25 Febuari 2019. Bimbingan teknis yang bertempat di Desa Mranak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Agus Mahroji, dan profesional dari PT. Yanmar Indonesia, Sri Wahono. Bimbingan teknis diikuti oleh perwakilan dari 14 kelompok tani beserta penyuluh pertanian lapangan yang mendampingi.

 

© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress