Monday, July 1st, 2019

now browsing by day

 

MENCEGAH STUNTING DENGAN B2SA

Tahukah Anda, sekarang bukan zamannya lagi mengonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna, tapi sekarang kita beralih ke Konsumsi Pangan B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman). Apa itu B2SA? Pangan B2SA adalah aneka ragam bahan pangan, baik sumber karbohidrat, protein, maupun vitamin dan mineral, yang bila dikonsumsi dalam jumlah berimbang dapat memenuhi kecukupan gizi yang dianjurkan dalam jangka waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehat & produktif. Selain itu, sesuai dengan daya terima (selera dan budaya) dan kemampuan daya beli masyarakat serta aman dikonsumsi dan halal.

Indonesia masih menghadapi salah satu masalah gizi, yaitu stunting. Stunting atau gagal tumbuh pada balita merupakan masalah kurang gizi yang saat ini menjadi fokus untuk ditanggulangi. Berdasarkan data Riskesdas (Kemenkes, 2013) Kabupaten Demak masuk dalam 100 Kabupaten prioritas penanganan stunting yang apabila didata lebih lanjut saat ini, jumlahnya sebenarnya meluas dari lokus 10 desa yang sudah mulai diintervensi.

Stunting terjadi saat janin masih dalam kandungan, disebabkan oleh asupan makanan ibu selama kehamilan yang kurang bergizi. Akibatnya, gizi yang didapat anak dalam kandungan tidak mencukupi. Kekurangan gizi inilah yang akan menghambat pertumbuhan bayi dan bisa terus berlanjut setelah kelahiran. Namun sebenarnya, mencegah stunting sudah bisa dilakukan sejak dini semenjak masa kehamilan. Kuncinya tentu dengan meningkatkan asupan gizi ibu hamil dengan makanan yang berkualitas baik. Masyarakat dapat membiasakan keluarganya untuk mengkonsumsi aneka menu makanan B2SA, tentu dengan memanfaatkan sumber daya lokal di lingkungan setempat.

ALUR PENDAFTARAN PANGAN SEGAR ASAL TUMBUHAN (PSAT)

Pendaftaran PSAT pada PD-UK (Produksi Dalam Negeri Usaha Kecil) :

  • Petani
  • Kelompok Tani
  • Gabungan kelompok tani
  • Pelaku usaha mikro dan kecil

Persyaratan administrasi :

  1. Fotokopi KTP Pemohon
  2. Fotokopi surat penetapan
  3. Fotokopi surat keterangan domisili usaha
  4. Profil usaha

Persyaratan teknis :

  1. Denah ruang penanganan produk
  2. Informasi produk
  3. Daftar pemasok dan pelanggan
  4. Bagan alur produksi
  5. Rancangan label dan kemasan
  6. Fotokopi surat keterangan hasil inspeksi penerapan sanitasi higiene pada sarana produksi dan distribusi PSAT.

 

Pendaftaran PSAT pada PD (Produksi Dalam Negeri)

  • Perusahaan

Persyaratan Administrasi

  1. Fotokopi KTP Pemohon
  2. Fotokopi NPWP
  3. Fotokopi akta pendirian perusahaan dan perubahannya
  4. Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
  5. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
  6. Fotokopi surat Izin Tempat Usaha
  7. Fotokopi sertifikat merek dagang bagi produk yang mencantumkan tanda trade mark (TM) dan Registered (®)

Persyaratan teknis

  1. Denah ruang penanganan produk
  2. Surat keterangan produk
  3. Daftar pemasok dan pelanggan
  4. Standar Prosedur Operasi (SPO)
  5. Fotokopi sertifikat atau surat keterangan klaim
  6. Fotokopi surat lisensi
  7. Fotokopi surat keterangan pengemas kembali
  8. Contoh produk dan rancangan kemasan dan label
  9. Fotokopi surat keterangan hasil inspeksi penerapan sanitasi higiene pada sarana produksi dan distribusi PSAT
  10. Fotokopi sertifikat mengikuti pelatihan sanitasi higiene
  11. Fotokopi laporan hasil pengujian produk
  12. Fotokopi sertifikat jaminan mutu dan keamanan PSAT.

RESPONSIVENESS DAN RESPONSIBILITY, KUNCI KEMENANGAN YANG SERING TERLUPAKAN

Sekda Demak dan Kepala Dinpertan Pangan berfoto bersama dengan sebagian peserta pembinaan

“Orang yang tidak berprestasi, dalam lubuk hatinya pun ingin berprestasi. Orang miskin, sebetulnya juga ingin kaya”

Demikian salah satu kalimat yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, dr Singgih Setyono, M.Kes., pada acara Pembinaan dan Pemberian Motivasi, Program Peningkatan Sumberdaya Aparatur Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Jumat 28 Juni 2019. Sebanyak 150 karyawan/karyawati Dinpertan Pangan mengikuti acara yang digelar di Hotel Horison Bandung tersebut. Selanjutnya, Sekda Demak mengatakan, salah satu kunci meraih prestasi yang sering terlupakan adalah responsiveness (tanggap, sigap, cepat) dan responsibility (tanggung jawab).

Responsiveness dan responsibility sering terlupakan karena manusia cenderung merasa “sudah”: sudah baik, sudah berbuat, sudah benar, sudah cepat, sudah menang. Sekda Demak mengingatkan hal tersebut karena Dinas Pertanian dan Kabupaten Demak pada tahun 2018 telah menorehkan beberapa prestasi, sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas, Ir. Wibowo, MM pada sambutan sebelumnya. Dinpertan Pangan telah menyumbangkan sejumlah prestasi bagi Kabupaten Demak baik di tingkat nasional maupun provinsi (selengkapnya baca di sini). Sekda Demak menambahkan, bahwa pimpinan harus memulai langkah-langkah monitoring evaluasi terlebih dahulu, sebagai contoh bagi staf di bawahnya.

Acara pemberian motivasi yang berlangsung selama tiga jam tersebut merupakan satu dari rangkaian kegiatan pendidikan dan pelatihan formal, Program Peningkatan Sumberdaya Aparatur Tahun 2019. Kegiatan dilaksanakan dari tanggal 27-29 Juni 2019 dengan agenda lainnya yaitu penyegaran dan studi wisata.

Materi Peningkatan SDA, Bandung 280619 dapat diunduh di sini

© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress