September, 2019

now browsing by month

 

PEMBUATAN MOL DAN PGPR PADA PROGRAM PENGEMBANGAN DESA PERTANIAN ORGANIK BERBASIS KOMODITAS HOTIKULTURA (JAMBU AIR) DI DESA TEMPURAN KECAMATAN DEMAK

Pengembangan Desa Organik Berbasis Komoditas Hortikultura bertujuan untuk menerapkan kegiatan budidaya hortikultura yang ramah lingkungan dan dihasilkannya komoditas hortikultura yang berkualitas dan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Petani yang dapat diikutkan dalam program ini adalah petani yang telah menerapkan budidaya pertanian organik atau petani konvensional tetapi berkomitmen untuk melaksanakan pertanian organik.

Tahun ini merupakan tahun kedua bagi Desa Tempuran sebagai lokasi Pengembangan Desa Organik Berbasis Hortikultura (Jambu Air).  Salah satu kegiatan didalamnya adalah pelatihan pembuatan Mol dan PGPR. Pelatihan ini dilaksanakan di rumah pertemuan Gapoktan Tani Maju Desa Tempuran pada hari Senin, 23 September 2019, yang dipandu oleh Petugas POPT Kabupaten Demak Mujiyanto dan PPL Kecamatan Demak.

Diharapkan dengan pelatihan pembuatan Mol (Mikro Organisme Lokal) dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) ini petani tidak tergantung lagi dengan penggunaan sarana produksi kimia (pupuk maupun pestisida) dan selanjutnya dapat menyediakan sendiri pupuk organik  maupun pestisida biologi untuk digunakan di kebunnya masing-masing.

Adapun alat dan bahan pembuatan Mol sebagai berikut :

  1. Alat : drum/tong besar, isolasi/plester, ember dan selang kecil
  2. Bahan : 80 kg bonggol pisang, 40 liter air perasan beras, 40 liter air kelapa dan 2,5 liter tetes tebu
  3. Cara pembuatan :
  • Bonggol pisang dipotong kecil-kecil kemudian dimasukkan ke dalam drum/tong.
  • Masukkan air perasan beras, air kepala dan tetes tebu ke dalam drum/tong.
  • Aduk rata campuran lalu tutup drum/tong, beri lubang udara kemudian masukkan selang kecil untuk mengeluarkan gas dari dalam drum/tong ke dalam ember yang sudah diisi air. Tutup rapat celah-celah drum/tong dengan isolasi/plester untuk menghindari kebocoran.
  • Diamkan selama 10-15 hari.
  1. Cara pemakaian : campurkan 250 ml Mol ke dalam tangki kemudian semprotkan pada berbagai jenis tanaman.

Adapun alat dan bahan pembuatan PGPR sebagai berikut :

  1. Alat : panci besar, jerigen dan kompor.
  2. Bahan : akar bambu, 15 liter air, ½ kg bekatul, ¼ kg gula pasir, 1 sdm kapur sirih, penyedap rasa / micin dan terasi secukupnya
  3. Cara pembuatan :
  • Rendam akar bambu dengan air matang, diamkan selama 2-3 hari.
  • Rebus air dalam panci sampai mendidih kemudian masukkan bekatul, gula pasir, kapur sirih, penyedap rasa dan terasi.
  • Saring rendaman akar bambu, masukkan airnya kedalam panci lalu aduk rata.
  • Saring campuran yang sudah didinginkan kemudian masukkan airnya kedalam jerigen. Tutup rapat jerigen dan diamkan selama 10-15 hari.
  1. Cara pemakaian : campurkan 250 ml PGPR ke dalam tangki kemudian semprotkan pada berbagai jenis tanaman.

(Rahmadanti YN, S.TP/PPL BPP Demak)

BUDIDAYA SORGUM MULAI DIMINATI PETANI DI KECAMATAN DEMAK

 

Sorgum merupakan salah satu tanaman serealia yang telah lama dikenal petani, di Jawa tanaman ini disebut cantel sering menjadi tanaman sela atau tumpangsari dengan tanaman lainnya. Sorgum mirip dengan tanaman jagung. Daunnya berbentuk lurus memanjang, bijinya bulat dengan ujung mengerucut berukuran diameter sekitar 2 mm dan mempunyai satu tangkai buah dengan beberapa cabang buah.

Adapun langkah-langkah untuk budidaya tanaman sorgum adalah sebagai berikut:

  1. Pengolahan Lahan

Langkah pertama adalah penggemburan lahan menggunakan cangkul atau traktor. Selanjutnya taburkan pupuk dasar berupa pupuk kandang dengan dosis 4-5 ton/hektar. Pupuk kandang merupakan pupuk organik yang berguna untuk membantu pertumbuhan tanaman karena mengandung unsur hara makro dan mikro.

  1. Penanaman

Penanam sorgum dilakukan dengan cara membuat lubang tanam sedalam 5 cm dengan cara ditugal dan memasukkan 2 benih sorgum di dalamnya kemudian tutup lubang tanam dengan tanah atau bokashi untuk hasil yang lebih baik. Jarak tanam yaitu 70 x 25 cm.

  1. Perawatan

Perawatan sehari-hari tanaman sorgum tidak rumit, selain tindakan penyulaman dan pengairan, pada umur 20 hari perlu dilakukan penyiangan atau pembersihan gulma, tujuannya untuk mengendalikan pertumbuhannya agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman utama. Setelah tanaman berumur 15 hari perlu dilakukan aplikasi pupuk susulan menggunakan pupuk Urea dan NPK, tujuannya untuk meningkatkan kesuburan tanaman serta memperbaiki dan meningkatkan kualitas organik didalam tanah. Aplikasi pupuk yang sama kembali dilakukan saat tanaman berumur 1 bulan.

  1. Pemanenan

Sorgum dipanen saat telah masak atau tua dengan cirri-ciri kulit buah berubah warna dari hijau menjadi putih susu atau merah (tergantung varietasnya). Pemanenan dilakukan dengan cara memotong bagian pangkal tangkai dan mengumpulkannya kedalam wadah yang disiapkan. Untuk luasan lahan 1 hektar dapat menghasilkan sorgum kering panen sekitar 8 ton. Sorgum hasil panen ini selanjutnya akan diproses lebih lanjut mulai dari penjemuran, perontokan hingga penggilingan untuk dikupas kulitnya sampai penepungan.

Di Kecamatan Demak sebelumnya hanya Desa Raji yang melakukan budidaya tanaman sorgum. Kemudian disusul desa lainnya yaitu Desa Sedo dan Desa Mulyorejo sejak 3 tahun lalu serta Kelurahan Bintoro mulai tahun ini (2019). Untuk tahun ini Desa Raji dan Desa Mulyorejo tanam sorgum sebanyak 75 hektar sedangkan Kelurahan Bintoro sekitar 3 hektar. (Rahmadanti YN, S.TP/PPL BPP Demak)

UPAYA PENGELOLAAN AIR DENGAN LONGSTORAGE

 

Pelaksanaan pembangunan longstorage di desa Sidomulyo

Salah satu komponen utama dalam budidaya adalah ketersediaan air. Ironinya pada saat memasuki Musim Tanam I (MT I) ketersediaan air kadangkala belum tercukupi. Hal ini disebabkan oleh kemarau panjang yang merupakan dampak dari el nino. Namun kita jangan hanya berpangkutangan saja. Kita dapat mencari solusi bagaimana mensiasati keterbatasan air. Salah satu upayanya adalah dengan pengelolaan yang baik dan seefisien mungkin.

Read More …

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK POKTAN TANI MAKMUR DESA BRAMBANG KECAMATAN KARANGAWEN

Poktan Tani Makmur Desa Brambang Kecamatan Karangawen berdiri sejak tahun 2008.  Pada awal berdiri kelompok ini hanya mempunyai kegiatan bercocok tanam padi dan palawija, sehingga kehidupan para petani kurang meningkat.  Pada tahun 2011 kelompok ini mendapat bantuan sapi betina bunting sejumlah 10 ekor dari dana cukai Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak.  Sejak itu kegiatan Poktan Tani Makmur mulai menggeliat.

Selain bercocok tanam dan beternak sapi, Poktan Tani Makmur mulai mengembangkan kegiatannya dengan memanfaatkan kotoran sapi untuk diolah menjadi pupuk organik.  Petani mendapatkan bimbingan pembuatan pupuk  dari para penyuluh pertanian BPP Karangawen.  Para petani memanfaatkan alat UPPO bantuan dari Pemerintah untuk proses pembuatannya.  Pupuk dikemas dalam kemasan plastik berisi 5 kg.

Read More …

Gerakan Percepatan Olah Tanah (GPOT) Sukseskan LTT Kecamatan Mranggen

Gerakan percepatan olah tanah dan tanam merupakan bagian terpenting karena berpacu dengan waktu.  Terlebih, meskipun masih musim kemarau namun dengan adanya air, peluang ini digunakan untuk melakukan percepatan olah tanah dan tanam.

Seringkali para petani berpandangan, awal musim tanam tergantung awal musim hujan.  Sebenarnya tidak mutlak bahwa awal musim hujan dijadikan patokan awal musim tanam.  Ketersediaan sumber air bisa dimanfaatkan untuk melakukan penanaman.  Seperti halnya di lahan pertanian ini, meskipun musim kemarau namun bisa melaksanakan tanam padi karena ada sumber air.

Untuk mengejar target percepatan olah tanah dan tanam padi, petani memanfaatkan alsintan berupa traktor. Traktor merupakan sebuah mesin yang berfungsi untuk membajak sawah dengan cara dipegang.  Traktor bisa mempercepat dalam pengolahan lahan sawah dan semua itu guna mendukung percepatan luas tambah tanam (LTT).

Selasa, 24 September 2019 BPP kecamatan Mranggen melaksanakan koordinasi dengan petani terkait gerakan percepatan olah tanah (GPOT).  Kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa pada musim kemarau ini petani tidak terkendala untuk melakukan tanam padi akibat berkurangnya pasokan air dan kendala mesin pengolah tanah.  Hal tersebut dibuktikan dengan penggunaan traktor pada lahan sawah pada hari itu dengan baik.  Kegiatan menanam padi tersebut didampingi oleh penyuluh BPP Kecamatan Mranggen.  (Rif’atul Jannah, BPP Kecamatan Mranggen)

 

© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress