Wednesday, October 2nd, 2019

now browsing by day

 

MENYULAP SAMPAH MENJADI PUPUK KOMPOS

Melestarikan lingkungan tidak hanya dilakukan dengan cara merawat sumber daya alam yang ada.  Memanfaatkan sampah yang ada seperti dedaunan yang rontok untuk dijadikan pupuk kompos juga bisa dilakukan.  Tidak dipungkiri lagi bahwa sampah rumah tangga termasuk masalah yang belum terselesaikan secara efektif, meski telah tersedia fasilitas dari pemerintah berupa tempat pembuangan sampah.  Pada akhirnya sampah-sampah tersebut hanya dikumpulkan menjadi gundukan sampah di tempat pembuangan tanpa adanya tindakan lebih lanjut.

Read More …

DEM AREA BUDIDAYA TANAMAN SEHAT PADI DI POKTAN MARDI UTOMO KELURAHAN KADILANGU KECAMATAN DEMAK

Dem Area Budidaya Tanaman Sehat Padi merupakan suatu metode percontohan penerapan budidaya tanaman sehat pada suatu hamparan yang bertujuan untuk mengelola pertanaman padi sehingga aman dari gangguan OPT (organisme pengganggu tanaman) serta untuk memberikan contoh dan memotivasi petani supaya mau menerapkan teknik budidaya tanaman sehat dan mengelola keberadaan OPT agar tidak menimbulkan kerugian secara ekonomi.

Pada tahun 2019, kegiatan ini salah satunya berlokasi di kelompok tani Mardi Utomo Kelurahan Kadilangu Kecamatan Demak, dengan mendapat dukungan sarana dan prasarana saprodi yang terdiri dari komponen utama berupa pupuk organik padat, dan komponen pendukung berupa benih/bibit refugia dan agens pengendali hayati (APH). Selain itu Poktan Mardi Utomo juga mendapat bantuan barang langsung berupa benih padi Inpari 32 sebanyak 625 kg dan dolomit sebanyak 25 ton.

Pengadaan saprodi ini disusun berdasarkan musyawarah anggota kelompok yang dituangkan dalam Rencana Usaha Kelompok (RUK) yang diketahui oleh POPT (Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman) dan Penyuluh Pertanian. RUK ini didusun dengan mencantumkan rencana pengadaan sarana produksi meliputi jenis barang, volume, harga satuan dan jumlah dana yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan dan harga setempat. Apabila dana bantuan pemerintah dirasa tidak mencukupi maka kelompok tani dapat memenuhi kebutuhan sarana produksi secara swadaya.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan ini, kelompok tani telah melakukan pertemuan pendahuluan secara swadaya berupa sosialisasi kegiatan pada hari Selasa, 24 September 2019 yang berlokasi di rumah Supardi selaku ketua kelompok tani Mardi Utomo. Pertemuan ini dihadiri sekitar 25 orang anggota kelompok ditambah 8 orang petugas lapangan yang terdiri dari POPT dan PPL Kecamatan Demak. Pertemuan ini membahas pemetaan masalah, penelusuran budidaya tanaman dan rencana aksi. Setelah pertemuan pendahuluan ini direncanakan akan dilaksanakan pertemuan lanjutan untuk membahas evaluasi perkembangan dari kegiatan yang sudah berlangsung. (Rahmadanti Yusnita Nur, S.TP. / PPL BPP Demak)

 

TIADA HENTI BERINOVASI, LDM DEMPET MERAIH PRESTASI

Unit Kerja Pelayanan Publik (UKPP) perlu memiliki standar pelayanan. Pentingnya standar pelayanan yaitu kewajiban bagi penyelenggara pelayanan publik untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas, memberikan pemahaman dan persepsi yang sama bagi penyelenggara, masyarakat, dan pihak terkait terhadap standar pelayanan. Standar Pelayanan di tiap unit pelayanan merupakan jaminan dan kepastian, baik bagi penyelenggara dalam memberikan, maupun bagi masyarakat dalam menerima pelayanan.

UKPP Pengolahan Hasil Pertanian Kabupaten Demak telah mengikuti seleksi dalam lomba UKPP Berprestasi Bidang Pertanian Kementerian Pertanian Tahun 2019 dan lolos bersama 46 UKPP lainnya di seluruh Indonesia. Pada tanggal 21 – 23 September 2019 telah dilakukan Ekspose Kualitas Pelayanan Publik UKPP Berprestasi Bidang Pertanian Tahun 2019 di Hotel D’Anaya Bogor Jawa Barat. Ekspose difokuskan pada pengakuan manfaat dan capaian layanan UKPP yang mendukung program Upaya Khusus (UPSUS) Kementerian Pertanian dan inovasi pelayanan.

Dukungan UKPP Pengolahan Hasil Pertanian untuk UPSUS Kementerian Pertanian adalah :

  1. Percepatan pengolahan hasil pertanian padi. Petani/kelompok tani dengan adanya UKPP Pengolahan Hasil Pertanian dapat lebih cepat dalam pasca panen padi sehingga lahan cepat dapat diusahakan lagi pada musim tanam berikutnya guna mempercepat capaian Luas Tambah Tanam (LTT) padi.
  2. Fasilitasi pemasaran hasil pertanian. UKPP Pengolahan Hasil Pertanian membantu petani dalam pemasaran beras yang dihasilkan. Setiap hari ada pembelian beras 5 – 7 ton dengan jangkauan pasar ke Serang, Bogor, Tangerang dan kota lainnya.
  3. Peningkatan kesejahteraan petani. Dengan melakukan kerjasama dengan UKPP Pengolahan Hasil Pertanian, petani/pedagang beras dapat meningkatkan pendapatan dari usaha perberasan yang dilaksanakan.

Inovasi yang dilaksanakan di UKPP Pengolahan Hasil Pertanian adalah beras  kebi yaitu pengolahan beras brown menjadi beras putih menggunakan katul tanpa menggunakan bahan kimia/klorin. Beras brown (berwarna kecoklatan) dengan harga Rp. 7.700,00/kg sebanyak 50 kg ditambah katul sebanyak 5 kg. Setelah dilakukan pencampuran kemudian dimasukkan dalam mesin polisher dengan derajat sosoh 95%. Hasil proses ini adalah beras kebi yang berwarna putih sebanyak 47,5 kg dengan harga Rp. 9.000,00/kg. (Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura)

 

 

Gbr 1. Ekspose sesi 1 yang dikuti 4 UKPP

 

 

 

 

 

 

 

 

Gbr 2. Paparan UKPP PHP Dempet Demak

 

 

 

 

MENGENAL SERTIFIKASI PRIMA

APA ITU SERTIFIKASI PRIMA?

Sertifikasi PRIMA merupakan penilaian yang diberikan kepada petani/pemilik kebun atas usaha tani yang dilakukan.

MENGAPA PERLU SERTIFIKASI PRIMA?

Untuk memberikan jaminan dan perlindungan kepada konsumen bahwa pangan yang diberikan pelabelan tersebut aman dikonsumsi, bermutu dan ramah lingkungan. Tidak hanya itu, sertifikasi ini juga adalah salah satu cara untuk menaikkan daya saing produk pangan di pasar modern sebagai persyaratan standar mutu dan keamanan pangan. Read More …

Bantuan Motor Roda Tiga untuk Petani Tembakau

Demi memperlancar kegiatan pasca panen tembakau, Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Pertanian dan Pangan memberikan bantuan berupa 3 (tiga) unit kendaraan roda tiga untuk Kelompok Tani Tembakau di 3 (tiga) Kecamatan yaitu Guntur, Karangawen dan Mranggen. Bantuan kendaraan roda tiga tersebut bersumber dari anggaran DBHCHT melalui Kegiatan Penyuluhan Peningkatan Produksi Pertanian / Perkebunan (DBHCHT) Tahun 2019.
Bantuan kendaraan roda tiga diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Demak, Drs. Joko Sutanto pada saat acara Farm Field Day (FFD) Demplot Tembakau di Lapangan Desa Tlogorejo Kecamatan Karangawen. Dalam sambutannya, Drs. Joko Sutanto menyampaikan bahwa Poktan yang sudah mendapatkan bantuan hibah agar bisa merawat dan menggunakan motor roda tiga dengan sebaik-baiknya, serta tetap menjaga kualitas tanaman tembakau mereka agar pada saat dipanen bisa mendapatkan harga yang tinggi.
Tiga Kelompok Tani penerima bantuan hibah Motor Roda Tiga adalah Poktan Tani Makmur (Desa Banjarejo Kecamatan Guntur), Poktan Larasati (Desa Bumirejo Kecamatan Karangawen), dan Poktan Ngremboko (Desa Tegalarum Kecamatan Mranggen).

© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress