NGOBRAS BAWANG MERAH? KENAPA TIDAK!

Dalam menjalankan salah satu fungsi pelayanan informasi publik, Dinas Pertanian dan Pangan secara berkala turut mengisi rubrik Ngobrol Asik (Ngobras) di Radio Suara Kota Wali 104.8 FM. Selasa kemarin, 18 Juni 2019, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ir. Heri Wuryanta, S.TP.MP didampingi Kepala Seksi Hortikultura, Kartika Dewi N.H., S.P, Koordinator Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Mujiyanto, S.P. dan Kepala BPP Kecamatan Wedung, Suwartana, S.P berbincang dengan penyiar tentang prospek dan tantangan bawang merah Demak.

Acara yang dipandu oleh penyiar Uma tersebut mengajak pendengar untuk mengetahui lebih dalam tentang seluk beluk bawang merah di Kabupaten Demak, mulai dari sejarah, pengembangan, prospek, kendala sampai terobosan-terobosan yang tengah dilakukan untuk peningkatan produksi dan kualitas bawang merah. Dalam kesempatan tersebut, disebutkan bahwa beberapa kendala yang dihadapi di sektor bawang merah Demak adalah kawasan budidaya yang tersebar dan terpisah jauh dari jaringan jalan dan pengairan sehingga menyulitkan akses transportasi dan distribusi barang serta perawatan tanaman dan biaya produksi yang tinggi karena sistem budidaya yang masih konvensional, menggunakan pupuk dan pestisida kimia berlebihan. Selain dua hal tersebut, bawang merah merupakan bahan yang mudah rusak sehingga tanpa pengolahan lanjutan, produk panen harus segera dijual. Hal ini mengakibatkan anjloknya harga pada saat panen raya karena suplai produk melimpah. Kurangnya teknologi pasca panen yang dimiliki petani, menjadikan petani berada di posisi tidak menguntungkan dengan nilai tawar yang rendah, apalagi ditambah dengan akses pasar yang terbatas.

Terobosan-terobosan yang tengah dilakukan Dinas Pertanian dan Pangan bersama dengan petani diantaranya yaitu melakukan pemetaan kawasan untuk memudahkan upaya penumbuhan dan pengembangan kawasan bawang merah berbasis agribisnis mulai dari penyediaan sarana produksi dan budidaya serta kegiatan pendukungnya secara terpadu dan berkelanjutan. Selain itu, dilakukan pengaturan pola tanam, pendampingan dan penyuluhan petani, penanganan pasca panen serta penguatan kelembagaan kelompok tani. Tak ketinggalan, Dinas Pertanian dan Pangan selalu berusaha memfasilitasi terbentuknya kemitraan petani dengan pabrikan untuk menyerap hasil produksi dengan prinsip saling menguntungkan ataupun mendorong terbentuknya BUMP untuk manajemen yang lebih mandiri dan menguntungkan.

 

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.