MENCEGAH STUNTING DENGAN B2SA

Tahukah Anda, sekarang bukan zamannya lagi mengonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna, tapi sekarang kita beralih ke Konsumsi Pangan B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman). Apa itu B2SA? Pangan B2SA adalah aneka ragam bahan pangan, baik sumber karbohidrat, protein, maupun vitamin dan mineral, yang bila dikonsumsi dalam jumlah berimbang dapat memenuhi kecukupan gizi yang dianjurkan dalam jangka waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehat & produktif. Selain itu, sesuai dengan daya terima (selera dan budaya) dan kemampuan daya beli masyarakat serta aman dikonsumsi dan halal.

Indonesia masih menghadapi salah satu masalah gizi, yaitu stunting. Stunting atau gagal tumbuh pada balita merupakan masalah kurang gizi yang saat ini menjadi fokus untuk ditanggulangi. Berdasarkan data Riskesdas (Kemenkes, 2013) Kabupaten Demak masuk dalam 100 Kabupaten prioritas penanganan stunting yang apabila didata lebih lanjut saat ini, jumlahnya sebenarnya meluas dari lokus 10 desa yang sudah mulai diintervensi.

Stunting terjadi saat janin masih dalam kandungan, disebabkan oleh asupan makanan ibu selama kehamilan yang kurang bergizi. Akibatnya, gizi yang didapat anak dalam kandungan tidak mencukupi. Kekurangan gizi inilah yang akan menghambat pertumbuhan bayi dan bisa terus berlanjut setelah kelahiran. Namun sebenarnya, mencegah stunting sudah bisa dilakukan sejak dini semenjak masa kehamilan. Kuncinya tentu dengan meningkatkan asupan gizi ibu hamil dengan makanan yang berkualitas baik. Masyarakat dapat membiasakan keluarganya untuk mengkonsumsi aneka menu makanan B2SA, tentu dengan memanfaatkan sumber daya lokal di lingkungan setempat.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.