KONSER KARYA ILMIAH NASIONAL 2019

Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, SH. MIP menyampaikan materi dalam KKIN 2019 (2/7/2019)

Konser berasal dari kata concerto memiliki arti pertunjukan langsung yang menampilkan kemahiran seseorang. Konser karya ilmiah dapat diartikan pertunjukan untuk menampilkan karya-karya dari pakar keilmuan para pembicara dan pemakalah sesuai dengan tema yang diangkat. Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) bekerjasama dengan Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI), pada hari Selasa (2/7/2019) menyelenggarakan Konser Karya Ilmiah Nasional 2019 (KKIN 2019). Bertempat di kampus UKSW Salatiga, KKIN 2019 sukses dihadiri oleh ribuan penyuluh pertanian se Jawa Tengah, para akademisi dan stakeholder terkait. PERHIPTANI Kabupaten Demak turut menyumbang satu makalah dan mengirimkan 36 orang anggotanya untuk mengikuti acara ini.

KKIN 2019 mengambil tema “Kesiapan Sumber Daya Manusia di Bidang Pertanian dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0”. Dengan tema ini, panitia menghadirkan pembicara yang sangat mumpuni di bidangnya. Tak kurang, Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, SH. MIP datang ke acara tersebut. Selain beliau, Sekretaris Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian, Dr. Ir.Prihasto Septianto, M.Sc,  Ketua Program Studi Doktor dan Master Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan UGM, Prof. Dr. Ir. Sunnaru Samsi Hariyadi, M.S dan  Direktur Utama PT. Bumi Lestari Hijau, Ir. Suharto, ikut pula menyampaikan materi.

Tema yang diangkat sangat menarik untuk dibahas sebab kesiapan SDM pertanian dalam merespon transformasi teknologi digital menjadi kunci utama penentu daya saing dan peningkatan produktivitas di era industri 4.0. Masyarakat dalam era digital sudah mampu mengakses segala informasi dan teknologi melalui berbagai media elektronik. Pengembangan pertanian saat ini berkonsep pertanian cerdas atau smart farming. Konsep ini merujuk pada penerapan teknologi informasi dan teknologi pada bidang pertanian yang tujuan utamanya melakukan optimasi peningkatan hasil (kualitas dan kuantitas) dan efisiensi penggunaan sumber daya yang ada.

Pertanyaannya, sudah siapkah para petani dalam era digital ini? Bagaimana dengan peran penyuluh? Tentunya hal ini menjadi tantangan bagi penyuluh untuk lebih giat dalam memberikan inovasi teknologi dan informasi melalui media digital dan media sosial lainnya. (Fitri Nur Farida/PPL Kec. Gajah)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.