STAND DEMAK YANG STANDOUT

Selfiebooth yang menjadi daya tarik stand Kabupaten Demak

Gelaran Soropadan Agro Expo 9 (SAE 9) sudah memasuki hari ke-4, namun stand Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak tak kunjung sepi pengunjung. Stand Demak tampak standout (menonjol) dibandingkan stand-stand lainnya. Rupanya, selain berebut memborong jambu, pengunjung juga menunggu antrian berswafoto di selfiebooth yang disediakan. “Selfiebooth sengaja kita buat dan desain semenarik mungkin agar pengunjung menghabiskan waktu lebih lama di stand kita. Harapannya, mereka jadi lebih mengenal produk-produk kita dan membeli oleh-oleh dari sini”, ujar Setya Agus Kurniawan, Kasi Usaha dan Seksi Pemasaran Dinpertan Pangan Demak.

Kesegaran jambu dan belimbing demak memang telah tersohor di seantero Nusantara. Tak heran, dua komoditas ini menjadi incaran tiap kali Kabupaten Demak mengikuti pameran di luar kota. Setiap hari, lebih dari satu kuintal jambu dan belimbing dikirim dari Demak dan selalu habis sebelum stand ditutup. Jambu yang paling banyak dicari kali ini adalah jambu citra dan madu deli.

Komoditas lain yang banyak memancing rasa penasaran pengunjung adalah sorgum. Belum banyak masyarakat yang tahu akan keberadaan dan manfaat tanaman ini. Memang, hanya ada dua kabupaten di Jawa Tengah yang memproduksi sorgum yaitu Demak dan Wonogiri. Berbagai produk olahan sorgum juga bisa didapatkan di stand Demak (lebih banyak informasi tentang sorgum, di sini).

Penjaga stand Kabupaten Demak berfoto dengan Wakil Bupati Demak, Drs. Joko Sutanto, pada acara pembukaan SAE 9

Soropadan Agro Expo merupakan agenda tahunan Pemprov Jawa Tengah. Bertempat di Pusat Pelayanan Agribisnis Petani (PPAP) Soropadan, SAE mengusung tema “Korporasi Petani dan Intergrasi Teknologi Informasi Menuju Petani Semakin Sejahtera”. Pada pelaksanaannya yang ke-9 kali ini, panitia SAE mendatangkan beberapa pembeli dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan Australia. Selama SAE berlangsung, diselenggarakan pula temu usaha dan pasar lelang yang diikuti oleh 150 pengusaha dan petani. Pada kesempatan tersebut, Kabupaten Demak berhasil meraup omzet lebih dari 1 milyar rupiah.

Jadi, bagi yang belum mengunjungi stand Kabupaten Demak, ada baiknya Anda segera kesana karena SAE9 akan ditutup pada tanggal 8 Juli nanti.

Stand Kabupaten Demak selalu ramai pengunjung

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.