PILIH MANA, BERAS MEDIUM ATAU PREMIUM?

Monev penggilingan beras oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinpertan Pangan Demak

Masyarakat Indonesia sehari-hari mayoritas makan nasi, maka wajar jika beras selalu menjadi perhatian khusus masyarakat. Sayurnya sudah enak, lauknya mantap tapi kalau nasinya tidak enak tentu kenikmatan makan yang diharapkan menjadi kurang. Meskipun sama-sama makan nasi, tapi beras yang dipilih tiap keluarga bisa jadi berbeda. Pemilihan jenis beras juga sering disamakan dengan standar kehidupan atau tingkat kemakmuran hidup seseorang. Orang dari kalangan menengah ke atas memiliki keleluasaan memilih jenis beras yang enak dan disukai. Oleh karena itu, kita sering mendengar jenis beras medium dan beras premium. Kata premium jelas menggambarkan kualitas yang di atas rata-rata. Lalu, apa ciri beras premium itu? Apa yang membedakan sehingga memiliki harga yang lebih mahal dari beras medium?

Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengeluarkan regulasi yang mengatur kualitas beras, meliputi premium, medium, dan beras khusus. Pembagian kualitas beras ini diatur dalam Permentan Nomor 31/Permentan/PP.130/8/2017 tentang Kelas Mutu Beras. Beras medium memiliki kriteria maksimal derajat sosohnya 95%, kadar air 14%, dan broken atau bulir patah 25%, sementara beras premium memiliki kriteria maksimal derajat sosohnya 95%, kadar air 14%, dan broken 15%. Sedangkan untuk kategori ketiga yakni beras khusus diatur lebih spesifik. Ada varietas beras yang otomatis langsung masuk kategori beras khusus, adapula beras khusus yang perlu disertifikasi misalnya beras ketan, beras merah, beras hitam dan sebagainya.

Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras diatur oleh Kementerian Perdagangan melalui Permendag Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras. Dalam Permendag tersebut, diatur juga sanksi bagi pelaku usaha yang menjual harga beras melebihi HET,  yaitu sanksi pencabutan izin usaha oleh pejabat penerbit setelah diberikan peringatan tertulis terlebih dahulu. Adapun ketentuan besaran HET beras per wilayah adalah: (a) Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi untuk medium Rp 9.450/Kg dan premium Rp 12.800/Kg; (b) Sumatera Lainnya dan Kalimantan untuk medium Rp 9.950/Kg dan premium Rp 13.300/Kg; (c) NTT untuk medium Rp 9.500/Kg dan mremium Rp 13.300/Kg; dan (d) Maluku dan Papua untuk medium Rp 10.250/Kg dan premium Rp 13.600/Kg. Berdasarkan ketentuan itu, maka beras premium di Kabupaten Demak dijual dengan harga paling mahal Rp 12.800/kg dan paling mahal untuk medium Rp 9.450/kg. (Budi Sulistyawan/ Kasi Ketersediaan dan Distribusi Pangan)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.