PESNAB UNTUK KUTU KEBUL

Gambar di samping bukanlah gambar bapak-bapak yang sedang mengikuti lomba memasak. Bapak-bapak tersebut merupakan peserta Kegiatan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) Tanaman Tembakau. Mereka sedang mempraktikkan pembuatan pestisida nabati (Pesnab) untuk mengatasi hama cabuk (kutu kebul) dan ulat daun yang sering menyerang tanaman tembakau. SLPHT yang dilaksanakan Senin kemarin (22/7/2019), berlangsung di Poktan Rukun Santoso Desa Blerong Kecamatan Guntur.

Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman atau tumbuhan dan bahan organik lainnya yang berguna untuk mengendalikan serangan hama pada tanaman. Tujuan dari praktik pembuatan pestisida nabati ini adalah agar petani dapat membuat sendiri pestisidanya. Selain itu, pestisida dari bahan organik lebih ramah lingkungan, lebih hemat biaya dan bermanfaat dalam jangka panjang dalam mencegah degradasi lahan.

kutu kebul/cabuk
ulat daun

Bahan-bahan yang digunakan sangat mudah didapat, antara lain: buah mojo, cabai rawit, bawang putih, daun sirsak dan air sumur. Cara pembuatannya pun cukup mudah. Bawang putih, cabai rawir dan daun sirsak dihaluskan kemudian dimasukkan ke dalam panci dan dicampur dengan air sumur dan buah mojo. Setelah itu, dimasak sampai mendidih. Setelah didinginkan, pestisida nabati siap untuk diaplikasikan.

Cara pengaplikasiannya yaitu untuk lahan 1 hektar, dibutuhkan pestisida nabati sebanyak 1,5 – 2 liter. Pesnab bisa diaplikasikan dengan cara disemprot atau disiramkan langsung ke tanaman tembakau.(Bidang Perkebunan)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.