GAPOKTAN TANI BAROKAH DESA RUWIT CAPAI PENYALURAN BERAS SEGAR TERTINGGI

Gapoktan Tani Barokah Desa Ruwit Kecamatan Wedung memperoleh capaian tertinggi dari jumlah 6 Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM ) lainnya. “Beras Segar”, merk dagang produk LUPM, produksi Gapoktan Tani Barokah sudah terjual kepada masyarakat melalui Toko Tani Indonesia sebanyak 35,6 ton dengan harga ecer tertinggi Rp 8.800,00/kg. Hal ini termonitoring dalam kegiatan monitoring evaluasi Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat tanggal 2 Agustus 2019 oleh Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak. Tiap LUPM ditargetkan dapat menjual beras sebanyak 25 Ton pada semester I 2019 dan sampai dengan akhir tahun nanti sebanyak 50 Ton. Gapoktan/kelompok pelaksana PUPM tahun ini tersebar di Kecamatan Wedung, Kecamatan Dempet, Kecamatan Kebonagung, Kecamatan Demak, Kecamatan Mijen dan Kecamatan Karangawen.

Kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) merupakan upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok strategis. PUPM juga bertujuan untuk mengintegrasikan rantai distribusi pemasaran agar lebih efisien yang berdampak pada keseimbangan harga konsumen dan harga petani (produsen). Selain itu, adanya PUPM akan menjaga informasi pasar antar wilayah berjalan dengan baik, mencegah terjadinya Patron-Client (pemasukan pangan ke pasar suatu wilayah hanya boleh dipasok oleh pelaku usaha tertentu), dan mencegah penyalahgunaan market power oleh pelaku usaha tertentu. Dalam konteks regulasi, guna mengatur dan menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan, telah terbit dua Undang-Undang terkait stabilitas harga pangan, yaitu Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Kabid Ketahanan Pangan, Dewi Suciati, S.Pt bersama Kasi Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Budi Sulistyawan, S.P, M.M, sedang melakukan monitoring PUPM di Gapoktan Tani Barokah, Desa Ruwit Kecamatan Wedung, Jumat (2/8/2019)

Pemerintah pusat dan daerah bertugas mengendalikan dan bertanggung jawab atas ketersediaan bahan pangan pokok dan strategis di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahan pangan pokok dan strategis tersebut harus tersedia dalam jumlah yang memadai, mutu yang baik, serta pada harga yang wajar untuk menjaga keterjangkauan daya beli di tingkat konsumen sekaligus melindungi pendapatan produsen. Semoga dengan kegiatan ini masyarakat Kabupaten Demak dapat memperoleh harga beras yang terjangkau. (Budi Sulistyawan/Kasi Ketersediaan dan Distribusi Pangan)

Comments are Closed

© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress