SORGUM, ALTERNATIF PENGGANTI NASI

Kabupaten Demak merupakan salah satu dari 2 (dua) Kabupaten di Jawa Tengah yang masih memiliki komoditas sorgum. Kerjasama antara Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak dengan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Balitbangtan Kementan terkait Pengembangan Model Agroindustri Pangan Lokal Berbasis Sorgum untuk Akselerasi Diversifikasi Pangan sudah berlangsung sejak Tahun 2017. Diawali dengan pengenalan teknologi pengolahan sorgum, KWT Berkah Tani Desa Raji Kecamatan Demak diberi bantuan pinjam pakai mesin penyosoh sorgum.

Di tahun berikutnya yaitu tahun 2018, aplikasi teknologi pengemasan dan perancangan desain label dilakukan sebagai upaya dalam promosi dan meningkatkan nilai jual berasan sorgum, ditunjang dengan didapatnya nomor registrasi Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) dari Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Provinsi Jawa Tengah untuk produk berasan sorgum sebagai jaminan mutu bagi konsumen. Kegiatan juga dilanjutkan dengan intervensi konsumsi sorgum pada 20 (dua puluh) keluarga di Desa Raji selama 1 (satu) bulan. Kajian klinis dilengkapi melalui pemeriksaan kadar gula darah dan kolesterol di awal dan akhir kegiatan, yang secara umum menunjukkan hasil akhir yang baik. Namun dari kegiatan intervensi konsumsi tersebut, ada keluhan dari konsumen dikarenakan rasa dan tekstur varietas sorgum lokal (UPCA-S1) kurang enak. Menindaklanjuti keluhan tersebut, pada bulan Maret 2019, peneliti dari Balai membawa benih sorgum varietas SUPER-2 yang diharapkan memiliki aroma, rasa dan tekstur lebih baik dibanding varietas lama.

Rabu, (7/8/2019)di Desa Raji Kecamatan Demak diadakan Kegiatan Preferensi Konsumsi Sorgum, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Raji Ariful Husni, SE dan dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak yang diwakili Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dewi Suciati, S.Pt. Selanjutnya materi diisi oleh Dr. S Joni Munarso beserta rekan peneliti dari BB Pasca Panen. Hasil masakan berasan sorgum varietas SUPER-2 disandingkan dengan varietas lokal UPCA-S1, dengan panel konsumen sesuai dengan volunteer konsumsi sorgum tahun lalu. Dari hasil wawancara konsumen, secara keseluruhan lebih memilih rasa, warna, tekstur dan aroma sorgum varietas yang baru. Untuk kedepannya pengembangan varietas SUPER-2 di Kabupaten Demak masih membutuhkan kajian lebih lanjut tentang lama masa tanam dan produktivitas (Shinta Kartika W./Kasi Diversifikasi dan Keamanan Pangan)

Comments are Closed

© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress