TINGKATKAN AKSES PEMBIAYAAN PETANI MELALUI FPPS

Dalam rangka meningkatkan akses petani terhadap sumber pembiayaan pertanian seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) menggerakkan Fasilitator Pembiayaan Petani Swadaya (FPPS) yang dimulai sejak tahun 2017 hingga saat ini. Adapun landasan hukum Pelaksanaan Kegiatan FPPS ini adalah berupa Nota Kesepahaman (MoU) antara Gubernur Bank Indonesia (BI) dengan Menteri Pertanian RI Nomor : 17/2A/NK/GBI/2015 dan Nomor : 11/MOU/HK.230/M/12/2015 tanggal 2 Desember 2015 tentang Kerjasama dalam Rangka Peningkatan Kapasitas dan Pemberdayaan Sektor Pertanian.

FPPS tersebut direkrut dari eks Penyelia Mitra Tani dalam program Pengembangan Agribisnis Pedesaan (eks PMT-PUAP) yang mendampingi gapoktan dalam pelaksanakan kegiatan PUAP. FPPS itu difungsikan untuk mendampingi petani agar mempermudah dalam mengakses sumber-sumber pembiayaan pertanian. Pendampingan diutamakan pada akselerasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Pemerintah Kabupaten Demak dalam hal ini melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak sangat mendukung program peningkatan pembiayaan untuk petani melalui Kegiatan FPPS tersebut. Pada tahun 2019, melalui APBN Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak melaksanakan Sosialisasi Kegiatan FPPS (8/8/2019) dengan mengundang narasumber dari Eks PMT-PUAP serta dari lembaga keuangan yang dihadiri oleh Bank Mandiri dan PT. Pegadaian. Pada kegiatan temu pembiayaan ini, FPPS dengan Dinas Pertanian Kabupaten mempertemukan petani yang potensial dengan sumber pembiayaan untuk mendapatkan kredit (modal) antara lain KUR melalui perbankan maupun fasilitasi pembiayaan lainnya. (Farikh Sakti S./Kasi Penyuluhan)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.