POKTAN SIDO REJO DESA BONANGREJO SIAPKAN LAHAN BAWANG MERAH

Nur Khamid (56 th), ketua Poktan Sido Rejo Desa Bonangrejo Kecamatan Bonang mulai bisa tersenyum lega. Pasalnya, kacang hijau yang ditanamnya Juli lalu, sebagian mulai bisa dipanen. Dengan lahan sebahu (± 0,7 ha) miliknya, dan harga kacang hijau Rp12.200,00/kg, ia berharap dapat menangguk keuntungan minimal 4 juta rupiah di musim ini. Selayaknya petani lain yang enggan berpangku tangan, ia mulai mempersiapkan lahan yang sudah selesai dipanen untuk ditanami bawang merah. “Kalau September nanti ada air, lahannya sudah siap ditanami (bawang merah). Ini saya nyicil nyiapke lahannya”, tambahnya.

Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan tanaman semusim yang banyak dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Kebutuhan bawang merah selalu meningkat karena hampir semua masakan membutuhkan komoditas rempah satu ini. Bawang merah mempunyai prospek untuk dikembangkan walaupun dengan luasan lahan kecil sekali pun.

Persiapan Lahan Bawang Merah

  1. Penggemburan Tanah

Dalam persiapan lahan, hal pertama yang harus dilakukan adalah penggemburan tanah. Penggemburan dapat dilakukan dengan menggunakan tenaga manusia, tenaga hewan atau yang lebih praktis dan modern, menggunakan traktor. Nur Khamid memilih menggemburkan tanah dengan tenaganya sendiri dibantu dengan satu orang temannya. Metode ini ia pilih karena lebih efisien dikerjakan di lahan yang sempit.

  1. Membuat Drainase

Setelah lahan diolah, dibajak dan digemburkan, kemudian dibuat drainase di pinggiran sekeliling lahan. Drainase berfungsi untuk pengairan sistem leb (di genang), sedangkan pada musim penghujan, drainase digunakan untuk membuang kelebihan air secara cepat.

  1. Membuat Bedengan

Bedengan dibuat dan ditentukan ukurannya setelah pembuatan drainase selesai. Jika bedengan akan ditutup dengan mulsa plastik, biasanya bedengan dibuat dengan ukuran lebar 1 meter dengan panjangnya menyesuaikan kondisi lahan.  Jika tidak menggunakan mulsa, lebar bisa dibuat sesuai kebutuhan.

Parit antar bedengan dibuat dengan kedalaman 20-25 cm dan lebar 40 cm. Fungsinya adalah untuk mempermudah dalam pemeliharaan baik itu penyiangan maupun penyemprotan.

  1. Pemupukan awal

Pupuk ditaburkan di atas bedengan kemudian ditutup/ditimbun dengan tanah. Kali ini, Nur Khamid menggunakn campuran phonska dan TSP sebanyak 5 kuintal. Permukaan bedengan diratakan kembali dan dibiarkan selama 1-3 hari. Bedengan siap ditanami.

Sebelum ditanam, benih diseleksi terlebih dahulu. Sebaiknya, benih yang digunakan merupakan benih yang berlabel sehingga terjamin mutunya. Penggunaan benih berlabel dapat meminimalkan terjadinya benih gagal tumbuh sehingga dapat pertumbuhan pertanaman dapat optimal dan seragam. (Rin Chaizatur Rozanah/PPL Kec. Bonang)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.