MANISNYA JAMBU MADU SE MANIS HASILNYA

Pak Senen menunjukkan pohon jambu madu yang sedang berbuah

Demak terkenal dengan komoditas jambu delima, begitu juga Kecamatan Gajah tepatnya di Desa Boyolali juga memiliki komoditas unggulan yaitu jambu madu. Jambu ini memiliki rasa manis yang luar biasa. Senen (48) adalah petani pertama yang mencoba membudidayakan jambu madu di Desa Boyolali. Senin (30/09/2019) kami menyempatkan singgah ke rumahnya untuk melihat kebun jambu madu. Disamping rasanya yang enak dan manis, harga yang cukup tinggi sangat menggiurkan.

Dengan semakin banyaknya permintaan pasar akan buah ini masyarakat desa Boyolali mulai melirik untuk membudidayakannya secara luas. Hal ini juga dimantapkan dengan program Desa Boyolali yang ingin mempromosikan Desa Boyolali dengan ikon jambu madunya.

Jambu madu ini memiliki perawatan yang mudah, sama halnya dengan jambu air biasa. Senen menanam jambu di areal sekitar rumahnya. Dari hasil pengamatannya, jambu yang ditanam di dalam tabulampot (planter bag) memiliki kualitas rasa yang bagus bila dibandingkan jika ditanam di tanah secara langsung. Penanaman di dalam pot ini bertujuan agar perlakuan budidayanya lebih terkontrol. Pemberian pupuk juga lebih efisien sebab tidak ada unsur yang terbuang maupun tercuci oleh air hujan. Penanaman jambu dalam pot membuat jambu memiliki rasa yang manis.

Menurut Pak Senen, jambu madu akan tumbuh subur dan berbuah maksimal jika kita tidak hanya memberikan pupuk kimia saja namun juga menambahkan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang.  Caranya pupuk kandang dibenamkan dibagian pinggir sekitar pohon. Selain pemupukan, penyiranam juga harus rutin. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore. Untuk tanaman yang sudah berumur 2 tahun diberikan pupuk kimia berupa pupuk NPK (15:15:15) sebanyak 25 gr per tanaman setiap 4 bulan sekali. Caranya cukup dibenamkan di sekitar akar pohon, lalu siram dengan air.

Jambu madu, si manis dari desa Boyolali

Tanaman jambu madu ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Harga 1 kilogram jambu bisa mencapai Rp 30.000,-. Pak Senen sendiri memiliki  150 pohon. Istimewanya, jambu bisa tersedia setiap saat tidak mengenal musim. Sedangkan mengenai pemasaran sangat mudah. Karena jenis ini sangat diminati konsumen. “Untuk memenuhi pasar lokal saja kami sudah kewalahan, mbak”, Katanya. Dengan budidaya jambu madu ini Senen sudah meraup untung jutaan rupiah, ini yang menjadi motivasi sehingga beliau memiliki misi dalam memajukan petani di Desa Boyolali. (Fitri Nur Farida, S.P/PPL Kec. Gajah)

 

Comments are Closed

© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress