PENYULUHAN PENDAHULUAN BEKALI PETANI SIAP TANAM MT I

  • Anggota kelompok tani desa Trengguli menghadiri kegiatan penyuluhan
Musim Tanam I (MT I) sudah di ambang pintu. Ketersediaan air tiap hari dipantau karena lahan di kecamatan Wonosalam menggantungkan pengairan dari aliran irigasi yang bersumber dari Rawa Pening dan Waduk Kedung Ombo. Sambil menunggu musim tanam I tahun 2019/2020 petani dan kelompok tani di wilayah kecamatan Wonosalam mengadakan persiapan melalui penyuluhan pendahuluan. Kegiatan ini penting karena bermanfaat untuk membekali petani dalam melaksanakan budidaya di MT I.

BPP Wonosalam telah menyelenggarakan penyuluhan pendahuluan namun tidak menutup kemungkinan kelompok tani dan desa juga menyelenggarakan kegiatan serupa di wilayahnya. Pada Senin (11/11/2019) dua kelompok tani di desa Trengguli yaitu kelompok tani “Maju Makmur” dan kelompok tani “Sari Tani” mengadakan kegiatan penyuluhan pendahuluan yang dikemas dengan acara selamatan dan sedekah bumi. Hadir dalam acara ini Kepala desa, babinsa, petugas pengairan, petugas POPT, PPL dan anggota kelompok tani. Dibawah tenda peserta berkumpul di pinggir sawah di blok Balong Lor. Selanjutnya desa Kerangkulon juga melaksanakan penyuluhan pada Selasa (25/11/2019) bertempat dibalai desa bersama perangkat desa dan petani di desa Kerangkulon. Hadir sebagai narasumber adalah PPL desa Kerangkulon, Koordinator PPL, dan Petugas POPT.

Kegiatan penyuluhan ini merupakan kesempatan untuk menyampaikan berbagai informasi. Informasi mengenai ketersediaan air adalah yang paling ditunggu petani. Karena hingga akhir pertengahan bulan November air belum dapat digelontorkan untuk memulai tanam. Disampaikan juga solusi menghadapi kondisi ini yaitu dengan menyemai benih secara “sawur”. Informasi lain yang menjadi poin penting pada setiap pertemuan dengan kelompok tani yaitu mengenai cara  pengendalian OPT. Petugas POPT, Mundi Marsono selalu menyampaikan bahwa menghadapi OPT perlu dilaksanakan dengan prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Mengendalikan hama harus dimulai saat pengolahan lahan. Karena lahan yang masih terdapat sisa-sisa pertanaman lalu berpotensi menyebarkan OPT pada tanaman di musim berikutnya. Penggunaan agens hayati serta cara pengendalian hama secara alami dan mekanis dengan likat kuning juga dianjurkan kepada petani.

Kita berharap, dengan pembekalan melalui penyuluhan pendahuluan ini petani mampu meningkatkan kesiapan budidaya, mampu mengantisipasi terhadap kondisi lapang dan membawa dampak positif bagi usaha taninya. Sehingga kita dapat mewujudkan cita-cita “Petani Sejahtera Demakku Makmur”. (Deni Hestina S.Pt/PPL Wonosalam)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.