Jl. Sultan Hadiwijaya No. 08 Demak 0291-685013 dinpertanpangandemak@yahoo.com

beritaTPH

GERAKAN PENGENDALIAN OPT TANAMAN PADI

Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) merupakan salah satu faktor risiko dalam budidaya tanaman yang menyebabkan kehilangan hasil. Perubahan waktu tanam dan budidaya tanaman yang intensif dapat mendukung perkembangan OPT antara lain tikus, wereng batang cokelat (WBC), penggerek batang padi (PBP), tungro dan Bacterial Leaf Blight (BLB), serta kerdil rumput/kerdil hampa. Sesuai dengan amanat Undang-Undang No 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman, Pasal 20 menyatakan bahwa perlindungan tanaman dilaksanakan dengan sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Penerapan PHT dilakukan melalui upaya preemtif dan responsif.

Upaya preemtif adalah upaya perencanaan agroekosistem dengan merekayasa lingkungan pertanaman agar terjadi keseimbangan sehingga perkembangan OPT terkelola tidak melebihi ambang pengendalian. Kegiatannya adalah penerapan budidaya tanaman sehat, antara lain tanam jajar legowo, pergiliran tanaman/varietas, penggunaan varietas tahan, pemupukan berimbang, penanaman refugia, dan pemanfaatan musuh alami/agens pengendali hayati. Upaya responsif adalah tindakan pengendalian OPT berdasarkan hasil pengamatan agroekosistem secara periodik. Apabila ditemukan serangan/populasi OPT di bawah ambang pengendalian dilakukan pengendalian menggunakan Agens Pengendali Hayati (APH)/pestisida nabati, dan apabila di atas ambang pengendaliandapat digunakan pestisida kimia dengan menerapkan prinsip enam tepat (6T) yaitu (1) tepat sasaran, (2) tepat jenis, (3) tepat dosis dan konsentrasi, (4) tepat cara, (5) tepat waktu, dan (6) tepat mutu.

Kebijakan pembangunan pertanian yang berkelanjutan perlu didukung dengan pengendalian OPT yang didasarkan pada pertimbangan ekologi agar tidak mengakibatkan resistensi dan resurjensi OPT, serta tidak membahayakan kesehatan manusia maupun lingkungan. Oleh karena itu, pengendalian OPT diutamakan menggunakan bahan pengendali yang ramah lingkungan. Kunci keberhasilan pengendalian OPT ditentukan oleh berbagai faktor, antara lain bersifat spesifik lokasi, dilaksanakan dalam hamparan yang luas, serentak, koordinasi yang baik antar instansi/aparat terkait, dan peran aktif petani.

Gerakan pengendalian OPT ramah lingkungan dilaksanakan pada tanggal 16 Juni 2020 di Kelompok Tani “Tani Makmur” desa Wonowoso Kecamatan Karangtengah Kabupaten Demak. Pengendalian OPT menggunakan pestisida nabati yang ramah lingkungan sehingga tidak mematikan mikroorganisme yang bermanfaat bagi kesuburan tanah. (Heri Wuryanta. STP, MP)

About author:-

CALL CENTER PUPUK

Dinpertan Pangan : 0812-8593-8101

PUSRI : 0852-0034-5124

PETROKIMIA : 0812- 1773-2971

Archives

Archives

Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Demak

Jl. Sultan Hadiwijaya No.8 Demak 59515

Telepon ( 0291) 685013 Fax ( 0291 ) 685013

 

July 2020
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031