DINAS PERTANIAN DAN PANGAN KABUPATEN DEMAK

Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Kabupaten Demak 59515 Telepon/Fax (0291) 685013

"Petani Sejahtera, Demakku Makmur"



CARA MENGETAHUI DAGING AYAM “ASUH”

Kesegaran bahan makanan yang digunakan dalam sajian bukan cuma hal penting dalam menjamin citarasa sajian, tapi juga dilihat dari aspek “ASUH” (Aman, Sehat, Utuh dan Halal). Salah satu bahan makanan yang sering mendapatkan perlakuan agar tampak seperti bahan segar adalah daging, baik daging sapi maupun daging ayam. Masih dalam suasana lebaran, masyarakat perlu lebih waspada dengan peredaran daging sapi atau ayam yang tidak ASUH.

Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab sering memanfaatkan momen hari raya sebagai momen untuk mendapat keuntungan lebih dengan berperilaku curang. Manipulasi bahan pangan dilakukan tanpa pertimbangan kesehatan dan bahaya yang didapatkan orang lain. Salah satu diantaranya adalah dengan menjual daging ayam tiren, berformalin, gelonggongan dsb. Modus seperti ini sering terjadi meskipun pemerintah selalu melakukan operasi pasar dan pengawasan bahan pangan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih jeli membedakan antara daging ayam segar dan daging ayam yang telah dimanipulasi. Perbedaan tersebut dicirikan sebagai berikut:

  1. Daging ayam berformalin

Daging ayam berformalin adalah daging ayam yang telah mendapat suntikan formalin atau mengalami pencelupan ke dalam larutan formalin. Biasanya daging ayam yang berformalin apabila dicubit bagian kulitnya tidak akan kembali seoerti semula dan kulit ayam tampak kaku.

  1. Daging ayam tiren (mati kemarin)

Daging ayam tiren merupakan daging yang berasal dari ayam yang tidak disembelih atau disembelih dalam keadaan sudah mati (bangkai) sehingga darah tidak keluar dari tubuh dan terperangkap dalam pembuluh darah.  Daging tiren dicirikan dengan warna kemerahan seperti memar di sekujur tubuh dan pembuluh darah (terutama di leher dan pangkal sayap) berwarna merah biru karena membeku.

  1. Ayam suntik/ayam glonggongan

Daging ayam suntik atau glonggongan daging yang berasal dari daging ayam yang telah disuntik air dengan tujuan menambah bobot daging. Ciri daging ayam suntik adalah daging tidak memiliki lipatan pada paha dan dada karena kulit dan daging terisi air. Jika diperhatikan dengan saksama, di bagian paha dan dada biasanya terdapat bekas suntikan.

Keragaan daging normal, daging semiglonggong dan daging glonggongan (foto koleksi drh. Supriyanto, M.VPH; RPH Giwangan Yogyakarta)

CADANGAN PANGAN PEMERINTAH DAERAH MENJAGA STABILITAS PASOKAN PANGAN

Oleh: Budi Sulistyawan,S.P., M.M.*

Cadangan pangan merupakan sumber pangan yang penting disediakan untuk menjaga stabilitas pasokan pangan saat di luar musim panen dan di daerah defisit pangan. Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan menegaskan bahwa dalam mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan, pemerintah menetapkan cadangan pangan nasional. Cadangan pangan nasional  tersebut terdiri atas cadangan pangan pemerintah pusat, cadangan pangan pemerintah daerah dan cadangan pangan masyarakat. Ketersediaan cadangan pangan yang kokoh dan mandiri diharapkan semakin meningkat, karena ancaman krisis pangan global, gejolak pasokan dan harga pangan dunia, dan ancaman bencana alam, juga semakin meningkat. Selain itu, masih ada penduduk miskin dan rawan pangan yang harus mendapat perhatian pemerintah.

Pengelolaan cadangan pangan pemerintah daerah telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi. Cadangan pangan pemerintah diadakan untuk menanggulangi kekurangan pangan, gejolak harga pangan, bencana alam, bencana sosial dan menghadapi keadaan darurat. Sedangkan cadangan pangan masyarakat dipergunakan untuk menanggulangi kondisi rawan pangan transien (sementara) di lingkungan rumah tangga.

Berdasarkan Permentan Nomor 11 tahun 2018 tentang Penetapan Jumlah Cadangan Beras Pemerintah Daerah bahwa cadangan beras nasional adalah 20% dari total kebutuhan beras nasional dengan pembagian 11,5% cadangan di masyarakat, 8% di pemerintah pusat dan 0,5% di pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten). Pada tahun 2018 target jumlah cadangan pangan daerah Kabupaten Demak berupa beras sebesar 7,5 ton dan telah direalisasikan sebesar 7,7 Ton. Selanjutnya, pada tahun 2019 direncanakan tambahan pengadaan sebesar 10 ton. Penyaluran cadangan pangan kabupaten diatur dalam Peraturan Bupati Demak Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Cadangan Pangan Daerah. Cadangan pangan pemerintah Kabupaten Demak tahun 2018 telah disalurkan ke masyarakat terdampak bencana banjir Desa Sayung Kecamatan Sayung dan Dapur Umum PMI Demak.

*Kasi Ketersediaan dan Distribusi Pangan

SELAMAT IDULFITRI 1440 H

  • Kami Siap Memberikan Pelayanan Prima
© 2019: | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress