Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

BERITAGajah

GERDAL OPT PADI PADAT KARYA DI KELOMPOK TANI RUKUN SANTOSO DESA SURODADI

Rabu, 14 April 2021 Kelompok Rukun Santoso Desa Surodadi melakukan kegiatan Gerdal OPT padi di lahan sawah. Meskipun suasana puasa dan matahari terik tidak menyurutkan niat petani dalam melakukan kegiatan Gerdal ini. Sekitar 15 orang petani hadir didampingi oleh Fitri Nur Farida, SP dan Ratmono (PPL), Sugondo, SP (Koordinator PPL) dan Mundi Marsono  (Petugas POPT). Petugas POPT memberikan penyuluhan terkait hama dan penyakit yang menyerang pada tanaman padi diantaranya penyakit kresek. Umumnya penyakit ini disebut Hawar Daun Bakteri (HWD) yang  disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae. Saat ini umur tanaman padi di Desa Surodadi sekitar 14 – 21 HST. Bakteri ini menyerang baik pada fase vegetatif maupun generatif pada tanaman padi.

            Mundi mengatakan bahwa awal mula terjadinya penyakit kresek ini karena lahan mengalami genangan karena hujan yang terus menerus. Dampaknya tanah menjadi tidak sehat dan mudah terkena jamur maupun bakteri. Kemudian tanaman padi mulai terkontaminasi oleh bakteri Xanthomonas oryzae. Bakteri ini menginfeksi tanaman melalui stomata daun selanjutnya masuk ke klorofil dan merusak daun, sehingga secara fisik jika terjadi serangan akan terlihat daun kuning lama kelamaan tanaman akan mati. Jika tidak segera dikendalikan serangan akan meluas dan bisa menyebabkan tanaman padi secara terinfeksi keseluruhan. Untuk itu diadakan Gerakan Pengendalian OPT Padi di Kelompok Tani Rukun Santoso Desa Surodadi.

            Kegiatan gerdal ini petani mendapat bantuan berupa Agensia Hayati seperti Primadeco yang efektif untuk mengendalikan penyakit kresek. Bantuan ini berasal dari Distanbun Provinsi Jateng dengan luasan gerdal sekitar 5 Ha. Harapannya dengan adanya stimulant seperti ini petani lebih menyadari bahwa pengendalian hama dan penyakit pada tanaman tidak melulu memakai pestisida kimia saja. Dalam mengendalikan OPT tetap diperhatikan dampak negatifnya bagi lingkungan, agar keseimbangan lingkungan terjaga dan lestari selain itu petani dapat melakukan gerdal mandiri setiap 2 minggu sekali bisa menggunakan Agens Pengendali Hayati (APH) lain baik dengan PGPR maupun Paeny bacillus. Pembuatan PGPR ini bisa dibuat secara berkelompok agar lebih efektif dan mudah. (Fitri Nur Farida, SP/PPL Kec. Gajah)

Bagikan