Cara Gampang Budidaya Porang Agar Tak Jadi Bumerang
May 24, 2021
Setiap petani kini banyak yang banting stir berbudidaya porang, meskipun dengan pengetahuan yang terbatas dari budidaya porang. Ikuti cara ini, dijamin budidaya porang makin gampang!.
“Porang ini, gampang banget. Petani cukup menanam sekali saja dan setelah panen umbi di musim ketiga, petani dapat memanen hasil berupa katak dan umbi setiap tahunnya tanpa perlu penanaman lagi,” ungkap Peneliti Ahli Utama Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Yuliantoro Baliadi, MS kepada tabloidsinartani.com.
Untuk diketahui, tanaman porang mengalami pertumbuhan selama 5-6 bulan setiap tahunnya pada musim hujan. Di luar itu, tanaman mengalami masa istirahat/dorman dan daunnya akan layu sehingga seolah-olah mati.
Agar dapat tumbuh dan menghasilkan umbi, tanaman porang memiliki beberapa trik khusus dalam pertanamannya. Mulai dari pemilihan lokasi, Penentuan lokasi penting karena terkait dengan teknologi budidaya yang akan diterapkan. Misalnya, apakah akan di bawah tegakan pohon seperti di lahan hutan industri (jati, sono, mahoni, sengon) atau di lahan terbuka.
Sebaiknya pilih lahan yang subur dan gembur (lempung berpasir) dan tidak tergenang air saat fase pertumbuhannya. Selain itu, sebaiknya memiliki pH 6-7. “Habitat alaminya, tanaman porang membutuhkan naungan minimal 40 persen dan ini kunci menciptakan agroklimat di lahan terbuka,” ujar Yuliantoro.
Untuk menanam porang bisa dilakukan pengolahan lahan sederhana, yakni lahan dibersihkan dari gulma secara mekanis. Selanjutnya, gulma tersebut ditimbun ke dalam tanah untuk menjadi bahan organik.
Perbaikan drainase bisa dilakukan sedalam 20 cm dengan penambahan bahan organik 5 sampai 10 ton per hektar sebagai pupuk dasar. Selain itu, lakukan penambahan kapur untuk lahan dengan kemasaman di bawah 6-7. Sebagai catatan, untuk penanganan gulma yang sangat sulit dikendalikan secara mekanis, maka saat awal penanaman porang bisa memakai herbisida.
Benih porang bisa didapatkan dari katak (bulbil), umbi, biji atau tanaman hasil kultur jaringan. Yuliantoro menyarankan, petani pemula sebaiknya memakai benih katak agar lebih mengenal karakter tanaman porang dan mengurangi risiko kegagalan.
Untuk waktu tanam terbaik, Yuliantoro menuturkan petani sebaiknya melakukan saat memasuki musim hujan yakni sekitar September sampai Oktober. Akan tetapi, hal itu bisa tergantung lokasinya sehingga bisa sekitar November hingga awal Desember. Waktu tanam juga tergantung pada musim hujan dan neraca air tanah setempat.
Cara Tanam
Untuk bertanam, bisa dilakukan 1 benih per lubang tanam dengan tunas (cula) menghadap ke atas Saat menanam, perhatikan ketebalan penutupnya Gunakan tanah gembur dan subur dengan tebal 3 cm Jarak tanam porang tergantung pada ketersediaan benih.
Petani Porang Madiun memakai jarak tanam 100×50 cm pada awal tanam. Bisa pula ditanam dengan jarak 50×4.50 cm atau 25×25 cm dengan konsekuensi penambahan benih dan intensitas pemeliharaan.
Untuk proses pemeliharaan porang tergantung pada kondisi lahan apakah di bawah tegakan atau lahan terbuka. Yuliantoro mengingatkan, tanaman porang sangat rentan dengan genangan air dan kekeringan. Oleh karena itu, tanaman porang tidak boleh kekeringan air lebih dari 3-4 hari. Perlu dilakukan penyiangan secara manual 3 kali.
Lakukan pemupukan susulan bila dibutuhkan, dengan pupuk cair dosis 3 liter per hektar. Pemupukan ini diaplikasikan 3 kali setelah inisiasi pembentukan katak setiap 2 minggu sekali. Jika diperlukan, pupuk anorganik bisa diberikan Phonska 200 kg per hektar diberikan sebanyak 2 kali saat daun tanaman terbuka sempurna dan saat inisiasi pembentukan katak di sekitar batang porang.
Selain itu kegiatan pendangiran juga diperlukan dan menumpuk tanah di batang porang juga diperlukan untuk menutup sekaligus aerasi. “Saat ini di pasaran beredar banyak sekali promosi pupuk dan pestisida untuk digunakan di tanaman porang. Butuh kehati-hatian untuk menghindari input yang tidak bermanfaat,” kata dia.
Pupuk kompos, campuran kotoran hewan dan sisa tumbuhan memiliki kandungan hara yang lebih lengkap dalam jumlah sedikit, sehingga butuh lebih banyak saat digunakan.
Recent Comments