{"id":2244,"date":"2021-02-19T04:22:46","date_gmt":"2021-02-19T04:22:46","guid":{"rendered":"http:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=2244"},"modified":"2021-02-19T04:22:48","modified_gmt":"2021-02-19T04:22:48","slug":"industri-berlomba-hasilkan-produk-pertanian-ramah-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=2244","title":{"rendered":"Industri Berlomba Hasilkan Produk Pertanian Ramah Lingkungan"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Dunia kini memasuki era industri pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Karena itu, industri berlomba membuat produk yang ramah lingkungan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Salah satunya&nbsp;Pandawa Agri Indonesia&nbsp;(PAI) yang memperkenalkan&nbsp;Weed Solu-tion. Weed Solut-ion atau WS merupakan reduktan herbisida dan bekerja sebagai carrier untuk mengikat bahan aktif herbisida dan membantu mencapai lokasi target,&nbsp;meskipun dosisnya dikurangi hingga 50&nbsp;persen&nbsp;dari dosis awal.<\/p>\n\n\n\n<p>PAI merupakan&nbsp;perusahaan berbasis lifescience pertama dan satu satunya di Indonesia yang berfokus pada pengembangan produk reduktan pestisida.&nbsp;CEO dan Co-Founder Pandawa Agri Indonesia, Kukuh Roxa mengatakan, WS&nbsp;membantu aplikasi herbisida dapat bekerja secara maksimal,&nbsp;sehingga bahan aktif herbisida tidak banyak terbuang ke bagian lain yang bukan merupakan tujuan utamanya.https:\/\/ff1ffa8d4da06144a241e5b9e23ef072.safeframe.googlesyndication.com\/safeframe\/1-0-37\/html\/container.html<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/tabloidsinartani.com\/uploads\/news\/images\/inline\/210218144852-184.jpeg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>\u201cWS&nbsp;bukan merupakan herbisida,&nbsp;sehingga tidak dapat digunakan secara tunggal atau tanpa dicampurkan dengan herbisida,\u201d katanya. Bahkan Kukuh menegaskan, sejak awal pembentukan PAI&nbsp;sudah menjadi komitmen terus berinovasi dalam membantu menciptakan industri pertanian dan mendorong praktik industri yang lebih sustainable, ramah lingkungan, aman untuk pengguna, dan juga cost-efficient.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia melihat, sebagai industri yang memiliki peranan yang cukup besar dalam membantu kemajuan ekonomi negara.&nbsp;Selama ini&nbsp;industri pertanian masih sangat bergantung pada bahan kimia berbahaya yang berpengaruh terhadap lingkungan dan konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Karena itu kami dari Pandawa Agri Indonesia berharap agar inovasi dan produk kami dapat terus meningkatkan keamanan dan sustainability dari industri pertanian,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat&nbsp;ini pengembangan produk&nbsp;WS&nbsp;di sektor retail berfokus di area Sumatera Selatan dan sekitarnya.&nbsp;Berdasarkan data tim PAI, produk ini sudah dipercaya dan digunakan lebih dari 1,000 petani yang tergabung dalam 43 kelompok tani.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu PAI&nbsp;sudah memasok produk inovasi reduktan ini ke lebih dari 20 perusahaan yang bergerak di industri perkebunan. Baik&nbsp;itu kelapa sawit, karet, tebu, hingga hutan tanaman industri dengan luasan lebih dari 1 juta ha.<\/p>\n\n\n\n<p>Kukuh&nbsp;berharap dengan adanya produk reduktan herbisida WS&nbsp;dapat membantu petani Indonesia.&nbsp;Tidak hanya meringankan beban biaya, namun juga memungkinkan bagi pengguna untuk memperluas jangkauan bisnis agar bisa mengikuti regulasi ekspor.&nbsp;\u201cTentu kedepannya kami berharap agar produk kami dapat lebih efektif, dan dapat mereduksi pestisida dalam dosis yang lebih besar lagi,\u201d&nbsp;katanya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/tabloidsinartani.com\/uploads\/news\/images\/inline\/210218144628-298.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Dengan semakin meningkatnya kesadaran dunia akan keberlangsungan hidup manusia dan bumi, semakin mendorong permintaan dan kebutuhan pasar&nbsp;terhadap&nbsp;produk yang mendukung sustainability.&nbsp;Hal ini yang kemudian mendorong negara-negara dan asosiasi regional mulai menerapkan kebijakan yang mengharuskan bagi produk impor dari negara lain untuk memenuhi kriteria sustainability, termasuk batas penggunaan produk pestisida.<\/p>\n\n\n\n<p>Research and Development Product, Pandawa Agri Indonesia,&nbsp;Prabawati Hyunita Putri mengatakan, pihaknya&nbsp;secara konsisten terus mendorong sustainability dan memastikan bahwa produk&nbsp;yang dihasilkan&nbsp;sudah mengikuti aturan dan standarisasi internasional.&nbsp;Dengan materi yang ramah lingkungan dan kemampuannya yang dapat menurunkan dosis penggunaan herbisida hingga 50&nbsp;persen.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cWeed Solut-ion sejalan dengan ketentuan MSPO, ISPO, RSPO dan FSC untuk menurunkan dosis penggunaan herbisida dan aspek lingkungan,\u201d&nbsp;katanya. WS&nbsp;berasal dari bahan bahan lokal yang terdiri dari 70&nbsp;persenbahan organik dan 30&nbsp;persen&nbsp;bahan sintetik kimia relatif tidak beracun dan berbahaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu,&nbsp;lanjut Prabawati,&nbsp;PAI berkomitmen untuk dapat berinovasi memanfaatkan kekayaan biodiversitas Indonesia. Dengan demikian, inovasi yang berkelanjutan tidak terhalang biaya.&nbsp;Artinya,&nbsp;harga eceran tertinggi (HET)&nbsp;WS&nbsp;dapat berada di bawah HET pestisida di pasaran.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIni&nbsp;tidak seperti kebanyakan produk ramah lingkungan lain yang cenderung memiliki tambahan biaya, penggunaan WS sebagai campuran dapat menghemat biaya perawatan pertanian atau perkebunan dari 10&nbsp;hingga 40&nbsp;persen,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Perlu diakui, sektor pertanian memiliki dampak yang signifikan bagi perekonomian Indonesia&nbsp;dengan&nbsp;kontribusi 15&nbsp;persen&nbsp;dari total PDB Indonesia.&nbsp;Sementara itu, menurut BPS total jumlah petani pada tahun 2020 ada sekitar 33,4 juta orang atau sekitar 12 persen dari total penduduk Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal itu&nbsp;menunjukkan adanya ketergantungan negara pada sektor ini.&nbsp;Apalagi&nbsp;ditambah dengan banyaknya peluang komoditas ekspor yang dimiliki sektor pertanian seperti kelapa sawit, kakao, kopi, dan karet yang merupakan produk unggulan ekspor Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber:<\/strong> <a href=\"https:\/\/tabloidsinartani.com\/detail\/indeks\/agri-sarana\/15663-Industri-Berlomba-Hasilkan-Produk-Pertanian-Ramah-Lingkungan\">https:\/\/tabloidsinartani.com\/detail\/indeks\/agri-sarana\/15663-Industri-Berlomba-Hasilkan-Produk-Pertanian-Ramah-Lingkungan<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dunia kini memasuki era industri pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Karena itu, industri berlomba membuat produk yang ramah lingkungan. Salah satunya&nbsp;Pandawa Agri Indonesia&nbsp;(PAI) yang memperkenalkan&nbsp;Weed Solu-tion. Weed Solut-ion atau WS merupakan reduktan herbisida dan bekerja sebagai carrier untuk mengikat bahan&#8230; <a class=\"di-continue-reading\" href=\"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=2244\"> Continue Reading&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2245,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,210,13],"tags":[415,416],"class_list":["post-2244","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kementerian-pertanian","category-tanaman-pangan-dan-hortikultura","tag-agri-sarana","tag-weed-solut-ion"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2244","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2244"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2244\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2250,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2244\/revisions\/2250"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2245"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2244"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2244"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2244"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}