{"id":2968,"date":"2021-07-07T01:19:11","date_gmt":"2021-07-07T01:19:11","guid":{"rendered":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=2968"},"modified":"2021-07-07T01:19:13","modified_gmt":"2021-07-07T01:19:13","slug":"bedanya-susu-steril-susu-uht-dan-susu-pasteurisasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=2968","title":{"rendered":"Bedanya Susu Steril, Susu UHT dan Susu Pasteurisasi"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Dengan merek<em>&nbsp;Bear Brand<\/em>, susu steril lebih diagungkan dibanding susu UHT dan Susu Pasteurisasi karena dianggap lebih menyehatkan. Apakah benar?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Perbedaan ketiganya adalah dari suhu pemanasannya,&#8221; tegas Staf Pengajar di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian&nbsp; Bogor (IPB) Dede R Adawiyah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Susu pasteurisasi dipanaskan dengan suhu 60-70 derajat celcius selama sekitar 15 detik. Dalam proses ini, tidak semua bakteri mati, beberapa bakteri pembusuk masih ada.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, susu pasteurisasi harus disimpan di dalam lemari pendingin. Selain itu, susu ini harus segera dihabiskan begitu dibuka atau jika suhunya meningkat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan&nbsp;Susu steril dipanaskan dalam suhu 100 derajat selama 30 menit. Susu jenis ini biasanya dijual dalam kemasan kaleng. &#8220;Jadi, susu dimasukkan ke dalam kaleng dan disterilkan bersama kalengnya,&#8221;tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam prosesnya, susu ini diberi tambahan nutrisi (fortifikasi). Susu ini juga bisa disimpan pada suhu ruang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Susu UHT atau ultra high temperature dipanaskan dengan suhu tinggi, yaitu sekitar 135-140 derajat selama 2-4 detik. Khasnya, susu ini dikemas dengan tetrapack.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun sama-sama disterilkan, susu UHT mengalami proses sterilisasi susu dan kemasan yang dilakukan terpisah. &#8220;Susunya disterilkan dulu, kemudian kemasan disterilkan juga, setelah itu keduanya disatukan di dalam ruang steril,&#8221; ujar Dede.<\/p>\n\n\n\n<p>Susu jenis ini bisa disimpan di suhu ruang, tapi&nbsp;setelah dibuka, susu harus segera diminum karena tidak bertahan lama. <strong>(Admin<\/strong>)<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber:<\/strong> <a href=\"https:\/\/tabloidsinartani.com\/detail\/indeks\/ternak\/17327-Bedanya-Susu-Steril-Susu-UHT-dan-Susu-Pasteurisasi\">https:\/\/tabloidsinartani.com\/detail\/indeks\/ternak\/17327-Bedanya-Susu-Steril-Susu-UHT-dan-Susu-Pasteurisasi<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dengan merek&nbsp;Bear Brand, susu steril lebih diagungkan dibanding susu UHT dan Susu Pasteurisasi karena dianggap lebih menyehatkan. Apakah benar? &#8220;Perbedaan ketiganya adalah dari suhu pemanasannya,&#8221; tegas Staf Pengajar di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian&nbsp; Bogor (IPB) Dede R&#8230; <a class=\"di-continue-reading\" href=\"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=2968\"> Continue Reading&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2970,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[9,281],"tags":[106,706,704,705],"class_list":["post-2968","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-dinpertan-pangan","tag-peternakan","tag-susu-pasteurisasi","tag-susu-steril","tag-susu-uht"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2968","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2968"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2968\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2981,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2968\/revisions\/2981"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2970"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2968"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2968"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2968"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}