{"id":2999,"date":"2021-07-13T07:41:27","date_gmt":"2021-07-13T07:41:27","guid":{"rendered":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=2999"},"modified":"2021-07-13T07:41:29","modified_gmt":"2021-07-13T07:41:29","slug":"pelatihan-penyuluh-dan-petani-bersiap-di-era-vuca","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=2999","title":{"rendered":"Pelatihan Penyuluh dan Petani, Bersiap di Era VUCA"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Kemterian Pertanian telah mencanangkan program pelatihan untuk penyuluh pertanian dan petani. Dengan pelatihan ini diharapkan, skill&nbsp; garda terdepan pembangunan pertanian itu bisa ter-upgrade dan siap menghadapi era&nbsp; VUCA (<em>volatility, uncertainty, complexity<\/em>, dan&nbsp;<em>ambiguity)<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo telah mengibarkan bendera pertanian Maju, Mandiri dan Modern. Bagaimana program pelatihan tersebut? Ternyata, Kementerian Pertanian telah menetapkan target sebanyak 1,5 juta penyuluh dan petani yang menjadi bagian program tersebut. Jika 75 persen mengikuti, maka paling tidak ada 1 juta penyuluh dan petani&nbsp;<em>upgrade skill (<\/em>meningkat kemampuan dan keterampilannya)<\/p>\n\n\n\n<p>Saat&nbsp;Focus Group Disscusion &#8220;Upgrade Skill Penyuluh Pertanian dan Petani&#8221; yang digelar TABLOID SINAR TANI, Rabu (7\/7), Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dr. Siti Munifah mengatakan,&nbsp;Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP berupaya meningkatkan keterampilan (<em>upgrade skill<\/em>) penyuluh dan petani.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKementan punya keinginan transformasi pertanian subsisten ke pertanian berskala ekonomi. Dari pertanian konvensional ke pertanian modern. Jadi semuanya akan mengarah ke pertanian modern,\u201d kata&nbsp;Siti Munifah.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu&nbsp;programnya adalah&nbsp;pelatihan&nbsp;penyuluh dan&nbsp;petani, targetnya 1,5 juta penyuluh dan petani.&nbsp;Data petani di Pusluhtan ada&nbsp;sekitar&nbsp;1.460.197 orang&nbsp;petani dan&nbsp;penyuluh&nbsp;sebanyak&nbsp;39.803 orang, baik&nbsp;penyuluh PNS dan PPPK. \u201cIni belum termasuk&nbsp;penyuluh swadaya. Minimal 75 persen&nbsp;atau&nbsp;1 juta petani dan penyuluh bisa dilatih,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Indikator sukses program&nbsp;itu adalah&nbsp;sebanyak 75 persen petani yang diberikan penyuluhan sudah menerapkan teknologi baru&nbsp;sesuai&nbsp;dengan kearifan lokal (local wisdom) masing masing. Indikator lainnya, kelembagaan petani bisa meningkat kapasitasnya dari poktan gapoktan, bahkan koperasi, sebanyak 19 persen per tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu Kepala Pusat Pelatihan BPPSDMP, Dr. Leli Nuryati mengatakan, kegiatan&nbsp;pelatihan&nbsp;nantinya akan&nbsp;berbasis IT.&nbsp;Hal ini sejalan dengan apa yang diarahkan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo&nbsp;bahwa pola lama&nbsp;harus mulai ditinggalkan,&nbsp;sehingga&nbsp;metode yang&nbsp;dilakukan&nbsp;tidak&nbsp;lagi&nbsp;terkendala dengan adanya Covid 19.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDengan metode yang baru,&nbsp;apakah itu&nbsp;<em>blended learning<\/em>&nbsp;atau pun<em>&nbsp;e<\/em><em>&#8211;<\/em><em>learning<\/em>,&nbsp;maka cakupan dari peserta pelatihan akan semakin banyak,\u201d katanya. Karena itu lanjut Leli,&nbsp;Menteri Pertanian menugaskan&nbsp;Pusat Pelatihan&nbsp;untuk melaksanakan pelatihan bagi 1 juta penyuluh dan petani di Indonesia yang&nbsp;diharapkan bisa dilaksanakan pada Juli 2021 ini.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDengan pengembangan IT ini tentunya kita berharap sebagai peran kita dalam melaksanakan revolusi industri 4.0 dan juga dalam rangka antisipasi covid-19,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini menurut Leli, Pusat Pelatihan sudah secara rutin melakukan pelatihan melalui seperti program&nbsp;<em>Bertani on Cloud<\/em>&nbsp;yang dilaksanakan setiap Selasa dan Kamis. Sejak tahun 2010 hingga kini sudah lebih mencapai 100 volume&nbsp;pelatihan&nbsp;yang dilakukan&nbsp;secara&nbsp;<em>online<\/em>.&nbsp;\u201cSemua rekamannya bisa diakses&nbsp;dan bisa dilihat ulang,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu Ketua Prodi S2 Pertanian, Universitas Padjajaran, Dr. Iwan Setiawan mengatakan, dengan kondisi terkini penyuluh dituntut seperti&nbsp;<em>superman<\/em>. Bukan tidak bisa, tapi terlalu berat. Tugas penyuluh sebagai kolaborator berbagai pihak.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSiapa saja yang diikat oleh penyuluh? Mereka adalah berbagai pihak yang mendukung kegiatan di pedesaan. Memang tidak harus datang secara fisik, apalagi sekarang bisa melalui ruang maya,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagaiman metode penyuluhan ke depan, menurut Iwan, metode non formal yang dahulu dilakukan penyuluh dan diadopsi perguruan tinggi masih bisa dilakukan. Bahkan ia berharap jangan sampai hilang. \u201cJadi penyuluhan merupakan pemberdayaan masyarakat yang&nbsp;<em>unfinished process<\/em>. Jika masyarakat makin berdaya dan berkembang, maka tantangan makin besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian pemberdayaan masyarakat, merupakan proses regenerasi. Jangan sampai siklus keberhasilan penyuluh mati dalam satu generasi. Untuk itu, ungkap Iwan, penyuluh harus dapat menciptakan bagaimana regenerasi petani berjalan.<\/p>\n\n\n\n<p>Apa yang diungkapkan Iwan memang menjadi sebuah tantangan bagi kita semua, termasuk PR regenerasi petani dan pelaku agribisnis. Bukan hanya PR Kementerian Pertanian, tapi juga PR pemerintah saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber:<\/strong> <a href=\"https:\/\/tabloidsinartani.com\/detail\/indeks\/agri-penyuluhan\/17370-Pelatihan-Penyuluh-dan-Petani-Bersiap-di-Era-VUCA\">https:\/\/tabloidsinartani.com\/detail\/indeks\/agri-penyuluhan\/17370-Pelatihan-Penyuluh-dan-Petani-Bersiap-di-Era-VUCA<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemterian Pertanian telah mencanangkan program pelatihan untuk penyuluh pertanian dan petani. Dengan pelatihan ini diharapkan, skill&nbsp; garda terdepan pembangunan pertanian itu bisa ter-upgrade dan siap menghadapi era&nbsp; VUCA (volatility, uncertainty, complexity, dan&nbsp;ambiguity) Bahkan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo telah mengibarkan&#8230; <a class=\"di-continue-reading\" href=\"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=2999\"> Continue Reading&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,210],"tags":[722,721],"class_list":["post-2999","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita","category-kementerian-pertanian","tag-bppsdmp-2","tag-vuca"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2999","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2999"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2999\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3000,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2999\/revisions\/3000"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2999"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2999"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2999"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}