{"id":3051,"date":"2021-07-28T00:43:55","date_gmt":"2021-07-28T00:43:55","guid":{"rendered":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=3051"},"modified":"2021-07-28T00:43:57","modified_gmt":"2021-07-28T00:43:57","slug":"miliki-banyak-peluang-singkong-jadi-primadona-pangan-lokal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=3051","title":{"rendered":"Miliki Banyak Peluang, Singkong Jadi Primadona Pangan Lokal"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Singkong, jenis umbi-umbian yang cukup populer di masyarakat kini didorong besar-besaran oleh Kementerian&nbsp;Pertanian di sisi hilirnya, yaitu aneka olahan dan pemasarannya. Kini berhasil menembus jaringan hotel Accor Group bersama dengan aneka bahan pangan lokal lainnya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Cintai pangan lokal mulai dari diri sendiri. Saya di kebun belakang rumah menanam singkong. Setiap sabtu dan minggu sore saya mengkonsumsi singkong rebus atau goreng. Hati saya hati pangan lokal, \u201c kata Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi saat memberikan sambutan di Webinar bertajuk \u201cPenanganan dan Pengolahan Pasca Panen Singkong Rabu (21\/7).<\/p>\n\n\n\n<p>Tak hanya kenyang, singkong diakui Suwandi bermanfaat bagi kesehatan juga banyak seperti menambah energi, sumber serat dan karbohidrat, memiliki anti oksidan yang baik, dan menurunkan hormon tiroid. Kandungan nutrisinya kalori, air, fosfor, karbohidrat, kalsium, vitamin C, protein, dan zat besi.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/tabloidsinartani.com\/uploads\/news\/images\/inline\/210726085026-834.jpg\" alt=\"\" width=\"-149\" height=\"-70\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>\u201cUbi Kayu dapat diolah langsung, direbus, digoreng, diolah menjadi pati, tepung, sawut. Daunnya bisa jadi sayuran dan pakan ternak. Batangnya dapat ditanam lagi, bisa jadi bahan bakar, biofoam, dan akarnya juga bermanfaat untuk industri obat-obatan,&#8221; tambahnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dilanjutkan Suwandi, hingga sekarang peluang bisnis singkong sangat besar, seperti kemitraan pabrik tapioka, budidaya hulu-hilir : zero waste, industry hilir\/olahan, hingga singkong yang mampu mensubstitusi gandum.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/tabloidsinartani.com\/uploads\/news\/images\/inline\/210726085049-386.jpg\" alt=\"\" width=\"-141\" height=\"-66\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Tercatat, sentra singkong atau ubi kayu ini berada di Sumatera Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Data tahun&nbsp; 2019, luas lahan pertanaman singkong yaitu 628.305 Ha, dan produksi mencapai 16,35 juta ton, tahun 2020 produksi meningkat menjadi 18,73 juta ton.<\/p>\n\n\n\n<p>Kementan sangat mendorong pola pengembangan hilir supaya bisa menarik hulu, sebab aneka olahan pangan berbasis singkong dapat dikembangkan terutama menjadi tepung untuk bahan dasar makanan. &#8220;Kementan fokus membangun skala ekonomi dengan membuat roadmap diversifikasi sumber karbohidrat pengganti beras 2020 \u2013 2024,\u201d kata Suwandi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber:<\/strong> <a href=\"https:\/\/tabloidsinartani.com\/detail\/\/indeks\/pangan\/17601-Miliki-Banyak-Peluang-Singkong-Jadi-Primadona-Pangan-Lokal\">https:\/\/tabloidsinartani.com\/detail\/\/indeks\/pangan\/17601-Miliki-Banyak-Peluang-Singkong-Jadi-Primadona-Pangan-Lokal<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Singkong, jenis umbi-umbian yang cukup populer di masyarakat kini didorong besar-besaran oleh Kementerian&nbsp;Pertanian di sisi hilirnya, yaitu aneka olahan dan pemasarannya. Kini berhasil menembus jaringan hotel Accor Group bersama dengan aneka bahan pangan lokal lainnya. &#8220;Cintai pangan lokal mulai dari&#8230; <a class=\"di-continue-reading\" href=\"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=3051\"> Continue Reading&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3052,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,281,210],"tags":[239,441,729],"class_list":["post-3051","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-dinpertan-pangan","category-kementerian-pertanian","tag-singkong","tag-tanaman-pangan","tag-umbi-umbian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3051","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3051"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3051\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3054,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3051\/revisions\/3054"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3052"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3051"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3051"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3051"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}