{"id":3920,"date":"2022-01-18T00:52:43","date_gmt":"2022-01-18T00:52:43","guid":{"rendered":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=3920"},"modified":"2022-01-18T00:52:43","modified_gmt":"2022-01-18T00:52:43","slug":"budidaya-sayuran-hemat-air","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=3920","title":{"rendered":"BUDIDAYA SAYURAN HEMAT AIR"},"content":{"rendered":"\n<p>Sayuran &nbsp;merupakan salah satu komoditas unggulan &nbsp;nasional.&nbsp;&nbsp; Kebutuhan Sayuran meningkat sejalan&nbsp; dengan bertambahnya jumlah penduduk, &nbsp;namun ketersediaan&nbsp; sayuran sampai saat ini belum dapat memenuhi kebutuhan. Agar ketersediaan mencukupi&nbsp;&nbsp; intensitas penanaman sayuran harus meningkat. Salah satu kebutuhan pokok untuk menunjang hal itu adalah ketersediaan air.&nbsp; Pada wilayah-wilayah dengan sumber air terbatas, dan memiliki kemarau panjang, budidaya sayuran harus dilakukan dengan cara hemat air.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;<strong>Langkah Awal&nbsp;<\/strong><strong>dalam&nbsp;<\/strong><strong>Budidaya Hemat Air<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Pilih sayuran hemat air atau sayuran yang toleran kekeringan<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Tanam jenis sayuran berumur pendek<\/li><li>Tanam sayuran yang nilai ekonominya tinggi<\/li><li>Gunakan air secara bijak\/hemat<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<strong>Sumber Air Irigasi&nbsp;<\/strong><strong>berasal dari:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Air tanah \u2192 Sumur bor<\/li><li>Manfaatkan air sungai \u2192 bangun cek dam, gunakan pompa air, dsb.<\/li><li>Panen air hujan \u2192 kolam, embung, bahan penampung air (drum) dsb..<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>&nbsp;<\/strong><strong>Teknologi irigasi hemat air<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Irigasi tetes; yaitu sayuran diberi air secara menetes dari slang irigasi tetes (dijual di toko alat pertanian), botol bekas (infuse dan botol minuman) atau bambu yang dilobangi,<\/li><li>Irigasi resapan; yaitu air melembabkan tanah melalui media resapan. Alat bantu berupa slang irigasi resapan (tersedia di toko alat pertanian), botol yang berisi kain bekas dari katun\/kapas, spoon, sumbu kompor, dsb.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Teknologi Pendukung Budidaya Hemat Air<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Tingkatkan daya simpan\/jerap air tanah dengan pemberian bahan organik. Kalau menanam di pot\/polibag selain tanah ditambah bahan organik tanah juga bisa diberi potongan spoon untuk mengikat air.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Kendalikan penguapan air dari tanah \u2192 penggunaan mulsa akan menahan laju penguapan dari tanah di penanaman di pada bedeng atau di pot\/polibag. Mulsa bisa berupa serasah\/sisa tanaman atau plastik.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Cara Pembuatan Alat Irigasi Sederhana<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>&nbsp;A.&nbsp;<\/strong><strong>Irigasi tetes<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;1. Botol bekas infuse: bisa langsung digunakan<\/p>\n\n\n\n<p><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;2.&nbsp;<\/strong>Botol bekas minuman:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Bagian bawah botol dilobangi dengan paku panas sebesar slang kecil (slang infuse)<\/li><li>Sambung bagian berlobang dengan slang kecil.<\/li><li>Gunakan karet sandal jepit yang juga telah dilobangi untuk memperkuat sambungan.<\/li><li>Gunakan lem perekat agar sambungan botol dan slang tidak bocor.<\/li><li>Tambahkan alat penjepit diujung slang atau masukan filter rokok ke dalam slang sehinggga aliran air menetes.<strong>B. Irigasi resapan<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;<\/strong>Botol bekas<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Botol minumam bekas dilobangi dengan jarum pentul dibanyak tempat<\/li><li>Masukan kaos kaki bekas dari bahan katon\/kapas yang telah dibasahi air<\/li><li>Letakkan botol disamping rumpun sayuran [Gambar 3 (5)] dalam kondisi bersentuhan dengan butiran tanah<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Air yang terjerap pada kaos kaki akan secara berangsur melembabkan tanah melalui lobang-lobang pada botol.<\/li><li>Air di dalam botol mampu menghidupkan sekitar 4 rumpun sayuran disekelilingnya.<\/li><li>Cek kondisi kelembaban kaos kaki. Biasanya air tersedia untuk 4 hari dan basahi kembali kaos kali kalau kering.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>C. Mulsa pada tanaman pot<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pengguaan mulsa selain berperan mengurangi kehilangan air melalui penguapan dari permukaan tanah, juga berpotensi sebagai sumber pupuk organik.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Tempat serasah\/cacahan sisa tanaman secara penuh di permukaan tanah pada pot (Gambar 4).<\/li><li>Ganti kalau serasah\/cacahan sisa tanaman sudah melapuk.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><a href=\"http:\/\/cybex.pertanian.go.id\/artikel\/100241\/budidaya-sayuran-hemat-air\/\">http:\/\/cybex.pertanian.go.id\/artikel\/100241\/budidaya-sayuran-hemat-air\/<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sayuran &nbsp;merupakan salah satu komoditas unggulan &nbsp;nasional.&nbsp;&nbsp; Kebutuhan Sayuran meningkat sejalan&nbsp; dengan bertambahnya jumlah penduduk, &nbsp;namun ketersediaan&nbsp; sayuran sampai saat ini belum dapat memenuhi kebutuhan. Agar ketersediaan mencukupi&nbsp;&nbsp; intensitas penanaman sayuran harus meningkat. Salah satu kebutuhan pokok untuk menunjang hal&#8230; <a class=\"di-continue-reading\" href=\"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=3920\"> Continue Reading&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3921,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9,281],"tags":[1119,213],"class_list":["post-3920","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-dinpertan-pangan","tag-budidaya-sayuran-hemat-air","tag-hortikultura"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3920","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3920"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3920\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3922,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3920\/revisions\/3922"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3921"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3920"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3920"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3920"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}