{"id":3930,"date":"2022-01-20T00:43:47","date_gmt":"2022-01-20T00:43:47","guid":{"rendered":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=3930"},"modified":"2022-01-20T00:43:49","modified_gmt":"2022-01-20T00:43:49","slug":"ingin-panen-melimpah-perhatian-hal-ini-saat-budidaya-ubi-jalar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=3930","title":{"rendered":"Ingin Panen Melimpah, Perhatian Hal ini Saat Budidaya Ubi Jalar"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Ubi jalar menjadi komoditas yang mempunyai potensi pasar cukup menggiurkan. Untuk&nbsp;budidaya&nbsp;tanaman tersebut&nbsp;sebetulnya tidaklah terlalu rumit, tapi&nbsp;terkadang mudah&nbsp;terserang hama atau penyakit&nbsp;yang&nbsp;menyebabkan produktivitas menurun dan kualitas umbi rendah.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKarenanya, penerapan budidaya yang tepat sangat diperlukan agar hasil dapat meningkat dan bebas dari serangan hama dan penyakit,\u201d&nbsp;kata Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian,&nbsp;Suwandi&nbsp;di Jakarta, Senin (17\/1).<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Peneliti Ahli Utama Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi), Badan Litbang Kementan, Yusmani Prayogo mengatakan,&nbsp;faktor keberhasilan pengelolaan hama ubi jalar antara lain paham jenis organisme pengganggu tanaman (OPT) sebagai penyebab, bioekolagi masing-masing jenis OPT serta teknologi pengendalian yang efektif dan efisien.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHama utama pada tanaman ubi jalar adalah penggerek umbi, tungau puru, kumbang daun, kutu kebul dan penggerek batang,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, secara umum strategi pengendaliannya antara lain melalui kultur teknis, penggunaan varietas yag tahan, penggunaan insektisida sintetik dan pengendalian hayati seperti pemasangan trap.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun peneliti Ahli Utama Balitkabi, Sumartini menjelaskan,&nbsp;penyakit yang&nbsp;kerap&nbsp;menyerang ubi jalar&nbsp;ada dua&nbsp;kategori.&nbsp;Pertama,&nbsp;penyakit di pertanaman (seperti bercak daun, kudis dan layu). Kedua,&nbsp;penyakit di gudang seperti busuk lunak, busuk hitam, busuk permukaan dan busuk arang.<\/p>\n\n\n\n<p>Dikatakan, penyakit ubi jalar di pertanaman dapat diantisipasi dengan penggunaan mulsa plastik. Cara ini&nbsp;lebih baik dari mulsa jerami,&nbsp;disamping pemilihan stek yang sehat dan varietas yang tahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan penyakit ubi jalar di gudang dapat dicegah dengan berhati-hati saat panen.&nbsp;\u201cJangan sampai membuat luka pada umbi. Jangan diletakkan&nbsp;juga&nbsp;di terik matahari saat panen.&nbsp;Upayakan suhu penyimpanan kurang dari 25\u25e6C,\u201d&nbsp;katanya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber:<\/strong> <a href=\"https:\/\/tabloidsinartani.com\/detail\/\/indeks\/pangan\/19187-Ingin-Panen-Melimpah-Perhatian-Hal-ini-Saat-Budidaya-Ubi-Jalar\">https:\/\/tabloidsinartani.com\/detail\/\/indeks\/pangan\/19187-Ingin-Panen-Melimpah-Perhatian-Hal-ini-Saat-Budidaya-Ubi-Jalar<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ubi jalar menjadi komoditas yang mempunyai potensi pasar cukup menggiurkan. Untuk&nbsp;budidaya&nbsp;tanaman tersebut&nbsp;sebetulnya tidaklah terlalu rumit, tapi&nbsp;terkadang mudah&nbsp;terserang hama atau penyakit&nbsp;yang&nbsp;menyebabkan produktivitas menurun dan kualitas umbi rendah. \u201cKarenanya, penerapan budidaya yang tepat sangat diperlukan agar hasil dapat meningkat dan bebas dari&#8230; <a class=\"di-continue-reading\" href=\"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=3930\"> Continue Reading&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3931,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9,281],"tags":[1124,213,527],"class_list":["post-3930","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-dinpertan-pangan","tag-budidaya-ubi-jalar","tag-hortikultura","tag-ubi-jalar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3930","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3930"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3930\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3957,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3930\/revisions\/3957"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3931"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3930"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3930"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3930"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}