{"id":3999,"date":"2022-02-02T00:47:37","date_gmt":"2022-02-02T00:47:37","guid":{"rendered":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=3999"},"modified":"2022-02-02T00:47:41","modified_gmt":"2022-02-02T00:47:41","slug":"ubi-jalar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=3999","title":{"rendered":"Ubi Jalar"},"content":{"rendered":"\n<p>Selain sebagai sumber karbohidrat, ubi jalar juga banyak mengandung vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh. Daging umbi ubi jalar yang berwarna&nbsp; kuning&nbsp; mengandung&nbsp; beta karoten (prekursor vitamin A) yang&nbsp; bermanfaat bagi kesehatan mata, sedangkan yang berwarna ungu mengandung antosianin yang berfungsi&nbsp; sebagai antioksidan yang&nbsp; dapat&nbsp; mengurangi&nbsp; penyakit&nbsp; degeneratif dan mengurangi risiko terkena penyakit kanker. Sebagai bahan pangan fungsional,&nbsp; ubi jalar&nbsp; sangat&nbsp; sesuai&nbsp; untuk diversifikasi&nbsp; pangan nonberas.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada tahun 2010 produksi ubi jalar di Indonesia mencapai 2,05 juta ton, dari lahan seluas 181&nbsp; ribu hektar dengan produktivitas 11,3 t\/ha.&nbsp; Ke depan,&nbsp; kebutuhan ubi jalar diperkirakan meningkat sejalan dengan pertambahan&nbsp; jumlah&nbsp; penduduk,&nbsp; kesadaran&nbsp; masyarakat tentang pangan fungsional, dan berkembangnya industri pangan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan varietas unggul disertai dengan pengelolaan tanaman secara terpadu (PTT) mampu memberikan hasil ubi jalar 30-35 t\/ha.<\/p>\n\n\n\n<p>Kementerian&nbsp; Pertanian melalui&nbsp; Direktorat Jenderal&nbsp; Tanaman Pangan berupaya meningkatkan produksi ubi jalar melalui pendekatan PTT. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Badan Litbang Pertanian,&nbsp; mendukung program tersebut dengan inovasi teknologi yang dikemas dalam Pedoman Umum (Pedum) PTT Ubi Jalar, disusun secara sederhana agar mudah dipahami oleh petugas\/ penyuluh pertanian dan petani.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini varietas Ubi Jalar yang telah dilepas oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Varietas daya tahun dilepaskan 1977 umur 4,0 (bulan); Hasil 23 (t\/ha) sifat penting lainnya Agak tahan hama boleng, tahan penyakit keriting.<\/li><li>Varietas Borobudur tahun dilepaskan 1982 umur 3,5-4,0 (bulan) Hasil 20 (t\/ha) sifat penting lainnya Toleran hama penggerek, toleran penyakit kudis.<\/li><li>Varietas Mendut tahun dilepaskan 1989 umur 4,0 (bulan) Hasil 35 (t\/ha) sifat penting lainnya Mampu beradaptasi pada lahan marginal, dapat ditanam sampai ketinggian lokasi 900 m dpl.<\/li><li>Varietas Kalasan tahun dilepaskan 1991 umur 3-4 (bulan) Hasil 40 (t\/ha) sifat penting lainnya Agak tahan karat daun mampu beradaptasi pada lahan marginal.<\/li><li>Varietas Muaratakus tahun dilepaskan 1995 umur 4,0-4,5 (bulan) Hasil 30-35 (t\/ha) sifat penting lainnya Tahan penyakit kudis, cocok di lahan kering dan sawah<\/li><li>Varietas Cangkuang tahun dilepaskan 1998 umur 4,0-4,5 (bulan) Hasil &nbsp;30-31 (t\/ha) sifat penting lainnya Agak tahan hama boleng tahan penyakit kudis.<\/li><li>Varietas Sewu tahun dilepaskan 1998 umur 4,0-4,5 (bulan) Hasil 28-30 (t\/ha) sifat penting lainnya Agak tahan hama boleng tahan penyakit kudis.<\/li><li>Varietas Sari tahun dilepaskan 2001 umur 3,5-4,0 (bulan) Hasil 30-35 (t\/ha) sifat penting lainnya Agak tahan hama boleng tahan penyakit kudi<\/li><li>Varietas Boko tahun dilepaskan 2001 umur 4,0-4,5 (bulan) Hasil 25-30 (t\/ha) sifat penting lainnya Agak tahan hama boleng toleran penyakit kudi<\/li><li>Varietas Sukuh tahun dilepaskan 2001 umur 4,0-4,5 (bulan) Hasil 25-30 (t\/ha) sifat penting lainnya agak tahan hama boleng tahan penyakit kudi<\/li><li>Varietas Jago tahun dilepaskan 2001 umur 4,0-4,5 (bulan) Hasil 25-30 (t\/ha) sifat penting lainnya agak tahan hama boleng agak tahan penyakit kudi<\/li><li>Varietas Kidal tahun dilepaskan 2001 umur 4,0-4,5 (bulan) Hasil 25-30 (t\/ha) sifat penting lainnya agak tahan hama boleng tahan penyakit kudi<\/li><li>Varietas Papua Solossa tahun dilepaskan 2006 umur 6,0 (bulan) Hasil 24-30 (t\/ha) sifat penting lainnya tahan penyakit kudis, agak peka hama bolen<\/li><li>Varietas Papua Patippi tahun dilepaskan 2006 umur 6,0 (bulan) Hasil 26-32 (t\/ha) sifat penting lainnya agak tahan penyakit kudis, agak peka hama bolen<\/li><li>Varietas Sawentar tahun dilepaskan 2006 umur 6,0 (bulan) Hasil 24-30 (t\/ha) sifat penting lainnya tahan penyakit kudis, agak peka hama bolen<\/li><li>Varietas Beta 1 tahun dilepaskan 2009 umur 4,0-4,5 (bulan) Hasil 25-30 (t\/ha) sifat penting lainnya Agak tahan penyakit kudis dan hama bolen<\/li><li>Varietas Beta 2 tahun dilepaskan 2009 umur 4,0-4,5 (bulan) Hasil 25-30 (t\/ha) sifat penting lainnya Agak tahan penyakit kudis dan hama bolen<\/li><li>Varietas Antin 1 tahun dilepaskan 2009 umur 4,0-4,5 (bulan) Hasil 26-36 (t\/ha) sifat penting lainnya agak tahan penyakit kudis dan hama boleng, toleran kekeringa<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>&nbsp;Teknologi ubi jalar yang akan diterapkan dalam PTT<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Varietas unggul baru<\/li><\/ol>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Pemilihan varietas ubi jalar disesuaikan dengan agroekosistem setempat dan sesuai dengan permintaan pengguna.<\/li><li>Telah tersedia VUB ubi jalar umur genjah (3,5-4 buIan) dan umurdalam (4,5-5,0 bulan).<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"2\"><li>Bibit berkualitas<\/li><\/ol>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Bibit diambil dari tanaman sehat berupa stek pucuk dengan panjang 20-25 cm.<\/li><li>Apabila telah digunakan 4-5 generasi, bibit diperbanyak terlebih dahulu dari umbi, kemudian setelah berumur 2-3 bu Ian diambil stek pucuk untuk dijadikan bi bit.<\/li><li>Sebelum ditanam, bibit direndam dalam larutan fungisida Mancozeb 80% dan insektisida karbosulfan selama lima menit.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"3\"><li>Penyiapan lahan<\/li><\/ol>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Tanah untuk budi daya ubi jalar diolah secara sempurna (dibajak dua kali dengan kedalaman lapis olah &gt;30 cm) dan digaru, dibersihkan&nbsp; dari sisa-sisa tanaman sebelumnya.<\/li><li>Dibuat guludan tunggal dengan lebar 50-60 cm, tinggi 40-50 cm, dan jarak antarguludan 80-100 cm.<\/li><li>Pada lahan yang miring dibuat teras bangku dan pembuatan guludan mengikuti kontur lahan.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"4\"><li>Pengaturan populasi tanaman<\/li><\/ol>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Dilahan sawah, ubi jalar ditanam setelah panen padi pada awal atau pertengahan musim kemarau dan di lahan kering pada awal\/pertengahan musim hujan.<\/li><li>Penanaman dapat dilakukan dengan sistem kering (tanah cukup lembab) dan sistern basah (diari).<\/li><li>Sebelum bibit ditanam, sebagian daunnya dikurangi (dirempes) untuk mengurangi penguapan.<\/li><li>Stek ditanam datar\/miring, sedalam 2-3 ruas (5-10 cm).<\/li><li>Penyulaman bibit yang mati dilakukan sesegera mungkin, maksimum 2 minggu setelah tanam.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"5\"><li>Pemupukan<\/li><\/ol>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Pupuk kandang 10 t\/ha diberikan pada saat pembuatan guludan.<\/li><li>Pupuk buatan (anorganik): 100-200 kg urea + 100 kg SP36 + 100 kg KCI\/ha.&nbsp; Pemupukan pertama:&nbsp; 1\/3 urea + 1\/3 KCI + semua SP36, diberikan&nbsp; 2-7 hari setelah tanam, ditugal atau digarit di sekitar tanaman. Pemupukan kedua dengan takaran 2\/3 urea+2\/3 KCI diberikan pada umur 1,5 bulan, ditugal\/digarit.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"6\"><li>Panen<\/li><\/ol>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Di dataran rendah, panen dilakukan pada umur 3,5-5 bulan.<\/li><li>Di dataran tinggi, panen dapat dilakukan sampai tanaman berumur 6-8 bu Ian.<\/li><li>Ciri- ciri tanaman yang siap dipanen adalah sebagian daun telah menguning.<\/li><li>Panen dilakukan dengan memotong batang dan menyingkirkan brangkasan tanaman, kemudian membongkar guludan.<\/li><li>Pada waktu panen diupayakan tidak banyak terjadi pelukaan pada umbi.<\/li><li>Umbi dibersihkan dari tanah dan kotoran.<\/li><li>Sebaiknya dilakukan pemisahan (grading) umbi berdasarkan ukurannya.<\/li><li>Panen dengan tangkai umbi akan memperpanjang masa simpan.<\/li><li>Umbi disimpan dalam karung\/keranjang.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Sumber:<\/strong> <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"http:\/\/cybex.pertanian.go.id\/artikel\/100084\/ubi-jalar\/\" target=\"_blank\">http:\/\/cybex.pertanian.go.id\/artikel\/100084\/ubi-jalar\/<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selain sebagai sumber karbohidrat, ubi jalar juga banyak mengandung vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh. Daging umbi ubi jalar yang berwarna&nbsp; kuning&nbsp; mengandung&nbsp; beta karoten (prekursor vitamin A) yang&nbsp; bermanfaat bagi kesehatan mata, sedangkan yang berwarna ungu mengandung antosianin&#8230; <a class=\"di-continue-reading\" href=\"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=3999\"> Continue Reading&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4000,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9,281],"tags":[457,441,527],"class_list":["post-3999","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-dinpertan-pangan","tag-pangan","tag-tanaman-pangan","tag-ubi-jalar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3999","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3999"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3999\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4001,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3999\/revisions\/4001"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4000"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3999"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3999"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3999"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}