{"id":4024,"date":"2022-02-07T00:59:28","date_gmt":"2022-02-07T00:59:28","guid":{"rendered":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=4024"},"modified":"2022-02-07T00:59:31","modified_gmt":"2022-02-07T00:59:31","slug":"talas-beneng-mudah-ditanam-pasarnya-terbuka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=4024","title":{"rendered":"Talas Beneng, Mudah Ditanam, Pasarnya Terbuka"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Potensi talas beneng (besar dan koneng\/kuning) terbuka lebar. Bukan hanya umbinya yang laku di pasar, daunnya berpeluang untuk diekspor. Bagi petani yang mau menanam, cara budidayanya juga tak sulit. &nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Praktisi pertanian, Budi Hartoyo mengatakan,&nbsp;teknologi budidaya Talas Beneng tergolong mudah.&nbsp;Sebab,&nbsp;pada mulanya Talas Beneng merupakan tanaman liar yang tidak dibudidayakan&nbsp;dan banyak tumbuh&nbsp;di hutan.&nbsp;Bibitnya&nbsp;juga&nbsp;dapat diperbanyak dengan cara vegetative pada beberapa bagian tanamannya seperti mahkota, umbu batang dan umbi mini.<\/p>\n\n\n\n<p>Talas Beneng dapat tumbuh pada jenis tanah latosol dengan tekstur berpasir di pH tanah 5,5 sampai 6,5 pada ketinggian 250 sampai 1.300 mdpl. Jarak tanam tanpa tegakan antara 1 x 1 m dengan jumlah populasi 10.000 tanaman dalam satu hektar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika ingin membudidayakan, Budi menyarankan, penanam sebaiknya dilakukan pada saat awal musim hujan.&nbsp;Pemupukan pertama pada umur 2 bulan setelah penanaman dengan memasukkan pupuk kandang yang telah matang dan pemberian selanjutnya 3 hingga 6 bulan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu,&nbsp;pelaku usaha budidaya Talas Beneng, Nastaein mengungkapkan,&nbsp;selain sangat mudah untuk ditanam, pangsa pasar Talas Beneng pun terbuka.&nbsp;Di&nbsp;pasar internasional,&nbsp;daun&nbsp;talas beneng digunakan pada&nbsp;industri&nbsp;rokok.&nbsp;Sedangkan umbinya dapat digunakan sebagai bahan pakan dan olahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, budidaya&nbsp;Talas Beneng merupakan salah satu usaha yang menguntungkan.&nbsp;Dengan perhitungan dalam satu hektar membutuhkan bibit 10.000 batang, olah lahan sebelum pertanaman, pembelian pupuk kandang.&nbsp;\u201cDengan&nbsp;lain diperkirakan membutuhkan modal tahun pertama sebesar Rp 29,4 juta,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Nastein mengungkapkan, analisa usaha pada tahun pertama dengan rata-rata panen daun per hektar 2 ton dengan harga Rp 700\/kg akan mendapatkan Rp 9,8 juta.&nbsp;Pada tahun kedua akan mendapatkan 5 ton daun\/ha, tahun ketiga 9 ton daun\/ha&nbsp;dan tahun keempat mendapatkan 12 ton daun\/ha.&nbsp;Dengan demikian,&nbsp;total pendapatan panen daun selama 4 tahun sebesar Rp 228,2&nbsp;juta.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber: <\/strong><a href=\"https:\/\/tabloidsinartani.com\/detail\/\/indeks\/pangan\/19331-Talas-Beneng-Mudah-Ditanam-Pasarnya-Terbuka\">https:\/\/tabloidsinartani.com\/detail\/\/indeks\/pangan\/19331-Talas-Beneng-Mudah-Ditanam-Pasarnya-Terbuka<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Potensi talas beneng (besar dan koneng\/kuning) terbuka lebar. Bukan hanya umbinya yang laku di pasar, daunnya berpeluang untuk diekspor. Bagi petani yang mau menanam, cara budidayanya juga tak sulit. &nbsp; Praktisi pertanian, Budi Hartoyo mengatakan,&nbsp;teknologi budidaya Talas Beneng tergolong mudah.&nbsp;Sebab,&nbsp;pada&#8230; <a class=\"di-continue-reading\" href=\"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=4024\"> Continue Reading&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4025,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9,281],"tags":[213,1171,441],"class_list":["post-4024","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-dinpertan-pangan","tag-hortikultura","tag-talas","tag-tanaman-pangan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4024","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4024"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4024\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4027,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4024\/revisions\/4027"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4025"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4024"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4024"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4024"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}