{"id":4106,"date":"2022-02-25T01:52:00","date_gmt":"2022-02-25T01:52:00","guid":{"rendered":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=4106"},"modified":"2022-02-25T01:52:01","modified_gmt":"2022-02-25T01:52:01","slug":"melirik-bisnis-bebek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=4106","title":{"rendered":"Melirik Bisnis Bebek"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Tidak banyak unggas sumber protein yang dipelihara dan dikonsumsi di tanah air selain ayam. Hanya itik atau bebek, burung puyuh, kalkun dan angsa. Dari keempat alternatif ini hanya itik yang menonjol. Itupun jumlahnya kecil, dan jarang dikonsumsi&nbsp;di sebagian&nbsp;besar daerah Nusantara yang luas ini.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Itik (sering dipertukarkan namanya dengan bebek) Alabio adalah jenis unggas peliharaan asli Indonesia yang semula dikembangkan di Kalimantan. Itik Alabio adalah unggas yang punya potensi tinggi sebagai petelur maupun pedaging.&nbsp; Persilangan dengan bebek asal daerah lain telah dilakukan oleh lembaga penelitian dan menghasilkan bibit yang lebih unggul, menghasilkan telur dan daging lebih banyak, dan sekarang telah disebar dikembangkan di daerah lain.&nbsp; Dengan alasan inilah mengapa Tabloid Sinar Tani mengangkat topik bebek pada edisi kali ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbeda dengan bisnis ayam yang sudah berkembang di mana-mana dan merupakan bidang usaha yang paling cepat tumbuh di Indoneia, usaha itik atau bebek ini hampir tidak pernah berubah selama berabad-abad.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemeliharaan oleh peternak rakyat umumnya masih dengan diangon secara tradisional, dengan ciri pengangon bertopi super lebar dan bertongkat panjang untuk mengarahkan perjalanan bebeknya. Ini adalah satu cara yang cerdik (pada masanya), untuk menyiasati tingginya biaya pakan yang merupakan bagian terbesar dalam pemeliharaan bebek. Tetapi cara ini tidak memungkinkan untuk pengembangan peternakan bebek skala besar dan moderen yang efisien.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Yang perlu perhatian, menurut pengusaha, bisnis bebek kita ini walaupun punya potensi, hanya jadi jago kandang. Kalau saja masuk produk bebek dari beberapa negara tetangga penghasil bebek yang sudah lebih efisien, kita akan kelabakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pakar dan peneliti bebek di Pusat Penelitian Ternak, pengusaha pengolahan dan eksportir telur asin, dan peternak bebek di Kalimantan Tengah berbagi ilmu dan pengalaman yang sangat berharga untuk diketahui khalayak. Banyak potensi yang bisa digali untuk mengembangkan bisnis bebek. Kendalanya tidak jauh-jauh dan selalu mirip-mirip, yaitu dukungan teknologi dan fasilitasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Para peternak bebek juga perlu terus dibina karena banyak yang masih rendah kesadarannya untuk menjaga kualitas prouk agar memenuhi standar yang ditetapkan. Memelihara hewan yang penurut, energetik, suka makan tapi mudah stres dan banyak penyakitnya ini memang gampang-gampang susah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pasar sangat menjanjikan, di dalam negeri maupun di mancanagara. Permintaan dari Singapura, Jepang, Timur Tengah dan Amerika Serikat terus meningkat, tetapi&nbsp; produksi kita masih kurang dan berfluktuasi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber:<\/strong> <a href=\"https:\/\/tabloidsinartani.com\/detail\/wacana\/agri-wacana\/19434-Melirik-Bisnis-Bebek\">https:\/\/tabloidsinartani.com\/detail\/wacana\/agri-wacana\/19434-Melirik-Bisnis-Bebek<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tidak banyak unggas sumber protein yang dipelihara dan dikonsumsi di tanah air selain ayam. Hanya itik atau bebek, burung puyuh, kalkun dan angsa. Dari keempat alternatif ini hanya itik yang menonjol. Itupun jumlahnya kecil, dan jarang dikonsumsi&nbsp;di sebagian&nbsp;besar daerah Nusantara&#8230; <a class=\"di-continue-reading\" href=\"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=4106\"> Continue Reading&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4107,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9,281],"tags":[432,1209,1210,106],"class_list":["post-4106","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-dinpertan-pangan","tag-bebek","tag-bisnis-bebek","tag-budidaya-bebek","tag-peternakan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4106","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4106"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4106\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4132,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4106\/revisions\/4132"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4107"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4106"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4106"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4106"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}