{"id":4369,"date":"2022-04-18T01:06:10","date_gmt":"2022-04-18T01:06:10","guid":{"rendered":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=4369"},"modified":"2022-04-18T01:06:14","modified_gmt":"2022-04-18T01:06:14","slug":"pembuatan-biochar-untuk-perbaikan-tanah-masam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=4369","title":{"rendered":"Pembuatan BIOCHAR Untuk Perbaikan Tanah Masam"},"content":{"rendered":"\n<p>Luas lahan masam yang ada di Indonesia kurang lebih mencapai luas 108,8 juta ha atau berkisar 76% dari total luas lahan kering (Tanah mempunyai peranan &nbsp;penting dalam menyediakan nutrisi bagi tanaman, sehingga factor kesuburan tanah sangat perlu diperhatikan.&nbsp; Kendala yang dihadapi di lapangan &nbsp;ketersediaan lahan yang subur bagi tanaman kian menipis akibat dari peningkatan laju degradasi sumberdaya lahan, sehingga petani dituntut untuk menggunakan lahan yang kurang subur (marginal) contohnya lahan masam.<\/p>\n\n\n\n<p>143 juta ha). Tanah masam yang umumnya mempunyai nilai pH yang rendah (&lt;pH 5), kondisi lahan seperti ini menimbulkan efek negatif bagi pertumbuhan tanaman karna disebabkan oleh tingginya konsentrasi unsur toksik Al, Fe, dan Mn bagi tanaman&nbsp;. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan pH tanah adalah dengan aplikasi pemberian biochar sebagai perbaikan tanah, dengan harapan dapat meningkatkan pertumbuhan serta hasil panen produksi tanaman.<\/p>\n\n\n\n<p>Biochar (bio arang) adalah bahan yang kaya mengandung karbon berasal dari hasil pembakaran dari limbah organik, dan biochar ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembenah tanah (amelioran) sehingga diharapkan mampu meningkatkan pH tanah masam melalui sifat alkalinitasnya. &nbsp;Bahan baku yang dapat digunakan dalam pembuatan biochar ini berupa limbah pertanian seperti tongkol jagung, sekam padi, dan tempurung kelapa.&nbsp; Bahan-bahan tersebut dipilih karena ketersediaannya cukup &nbsp;melimpah serta terjangkau bagi para petani. Pembakaran biochar dilakukan secara&nbsp;pyrolysis&nbsp;pada sebuah wadah atau tungku yang didesain sedemikian rupa agar menciptakan pembakaran tidak sempurna, dimana oksigen di udara tidak ikut serta dalam reaksi pembakaran.&nbsp; Tungku yang digunakan untuk pembakaran memiliki produk sampingan berupa asap cair yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biopestisida dan kosmetik.&nbsp; Prosedur pembuatan biochar diawali dengan penyortiran bahan baku &nbsp;dari kotoran kerikil dan dedaunan, lalu tungku ditutup rapat dilapisi dengan tanah liat agar kondisinya kedap udara.<\/p>\n\n\n\n<p>Pembakaran menggunakan bahan baku tempurung kelapa dan tongkol jagung dilakukan dengan tungku yang ditutup rapat, tujuannya untuk menurunkan ketersediaan oksigen selama pembakaran pada suhu berkisar 250 \u2013 350\u00b0C selama 24 jam. &nbsp;Untuk pembakaran menggunakan bahan baku sekam padi secara khusus dilakukan dengan menggunakan tabung besi dan terdapat rongga-rongga pada permukaan tabung lalu dibakar selama kurang lebih 12 jam.&nbsp; Setelah bahan berwarna hitam menyeluruh, biochar hasil pembakaran disiram air sampai suhu biochar menurun. Selanjutnya, hasil biochar dijemur hingga kering dan dihaluskan dengan mesin penggiling.&nbsp; Biochar ini siap diaplikasikan ke dalam tanah, baik diberikan secara langsung atau dikombinasikan dengan kompos.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber:<\/strong> <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"http:\/\/cybex.pertanian.go.id\/artikel\/100802\/pembuatan-biochar-untuk-perbaikan-tanah-masam\/\" target=\"_blank\">http:\/\/cybex.pertanian.go.id\/artikel\/100802\/pembuatan-biochar-untuk-perbaikan-tanah-masam\/<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Luas lahan masam yang ada di Indonesia kurang lebih mencapai luas 108,8 juta ha atau berkisar 76% dari total luas lahan kering (Tanah mempunyai peranan &nbsp;penting dalam menyediakan nutrisi bagi tanaman, sehingga factor kesuburan tanah sangat perlu diperhatikan.&nbsp; Kendala yang&#8230; <a class=\"di-continue-reading\" href=\"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=4369\"> Continue Reading&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4370,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9,281],"tags":[1278,607,450],"class_list":["post-4369","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-dinpertan-pangan","tag-diseminasi-teknologi","tag-pengolahan-tanah","tag-penyuluhan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4369","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4369"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4369\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4372,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4369\/revisions\/4372"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4370"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4369"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4369"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4369"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}