{"id":4410,"date":"2022-04-27T01:58:59","date_gmt":"2022-04-27T01:58:59","guid":{"rendered":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=4410"},"modified":"2022-04-27T01:59:01","modified_gmt":"2022-04-27T01:59:01","slug":"lsd-kian-merebak-darurat-vaksinasi-sapi-dan-kerbau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=4410","title":{"rendered":"LSD kian Merebak, Darurat Vaksinasi Sapi dan Kerbau"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Lumpy Skin Disease (LSD)&nbsp;kini menjadi penyakit pada sapi dan kerbau yang patut diwaspadai peternak.&nbsp;Sejak awal 2022, kasus LSD muncul di beberapa kabupaten\/kota Provinsi Riau&nbsp;kini&nbsp;<\/strong><strong>sudah merebak di wilayah lainnya di Pulau Sumatera.&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ketua Umum, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Muhammad Munawaroh&nbsp;mengatakan, kasus LSD&nbsp;kini&nbsp;sudah menyebar Bengkalis, Dumai, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kampar, Pelalawan dan Siak. \u201cPenyebaran sangat cepat dan ini yang membahayakan bagi kita,\u201d ujarnya dalam Webinar PATAKA 72&nbsp;di Jakarta, Rabu (20\/4).<\/p>\n\n\n\n<p>Munawaroh mengatakan, strategi pengendalian LSD di Asia Tenggara hampir semuanya menggunakan program vaksinasi,&nbsp;begitu juga&nbsp;seharusnya&nbsp;dengan Indonesia.&nbsp;Sayangnya, di Indonesia vaksin itu penyakit tersebut&nbsp;tidak tersedia&nbsp;dalam jumlah yang cukup.<\/p>\n\n\n\n<p>Guna mengatasi penyakit LSD,&nbsp;Vietnam&nbsp;telah mengimpor vaksin sebanyak 9 juta dosis, Thailand 5,5 juta dosis, Malaysia 0,3 juta dosis dan Indonesia sampai saat ini hanya 100 ribu dosis. \u201cSiapkah kita melakukan itu, karena kita kejar-kejaran dengan virusnya,&nbsp;sedangkan vaksinasinya belum disiapkan,\u201d sesalnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Munawaroh&nbsp;menyarankan,&nbsp;selain vaksinasi, pemerintah harus mengaktifkan&nbsp;<em>check point<\/em>&nbsp;yang&nbsp;selama ini&nbsp;tidak berjalan, sehingga lalu lintas ternak ini terawasi dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Darurat Vaksinasi&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu&nbsp;Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen PKH Kementan Nuryani Zainuddin&nbsp;mengatakan, strategi pencegahan dan pengendalian LSD&nbsp;agar tidak&nbsp;menyebar ke wilayah lebih luas&nbsp;memang dengan&nbsp;vaksinasi darurat. Cara ini diakui,&nbsp;paling tepat dan efektif dalam pengendalian dan pemberantasan LSD.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cVaksin lebih mudah diimplementasikan dibandingkan dengan tindakan teknis lain, misalnya&nbsp;<em>stamping out<\/em>&nbsp;yang dapat mengurangi jumlah hewan rentan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun menurut Nuryani, untuk vaksinasi pada unit usaha peternakan sapi keterbatasan anggaran.&nbsp;Pihaknya&nbsp;sudah&nbsp;mengajukan&nbsp;anggaran terkait penanggulangan LSD ini.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAnggaran dari sumber APBN, hingga saat ini kami belum memperoleh. Sehingga kami mencoba berbagai usaha alternatif mengomunikasikan&nbsp;dengan Inspektorat Jenderal, Biro Umum,\u201d ungkapnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nuryani menjelaskan, ada beberapa upaya&nbsp;pencegahan.&nbsp;Pertama,&nbsp;masyarakat bisa melaksanakan vaksinasi secara mandiri. Kedua,&nbsp;pemerintah mengizinkan&nbsp;asosiasi peternakan&nbsp;melakukan vaksinasi&nbsp;karena penggunaan khusus (kondisi wabah).<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMskipun belum teregistrasi dan vaksin&nbsp;<em>live attenuated<\/em>, tapi&nbsp;prosedur alokasi vaksin&nbsp;tetap&nbsp;ditentukan pemerintah,\u201d katanya.&nbsp;Namun demikian lanjut Nuryani, pemerintah daerah harus melakukan pengawasan&nbsp;vaksinasi&nbsp;dan&nbsp;melaporkan&nbsp;kepada pemerintah melalui iSIKHNAS.<\/p>\n\n\n\n<p>Data Ditjen PKH,&nbsp;total hewan rentan yang ada di Pulau Sumatera sebanyak 4.15 juta ekor.&nbsp;Sedangkan kebutuhan vaksin untuk Pulau Sumatera 2,7 juta ekor. Dengan total anggaran Rp 104&nbsp;miliar. \u201cIni yang kita usahakan, siapa yang memberikan anggaran sebesar ini,\u201d ujarnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Ketua Umum Peternak Sapi Kerbau Indonesia (PPSKI), Nanang Purus Subendro mengatakan, potensi kerugian ekonomi akibat LSD adalah penurunan produksi, kematian sapi, karkas maupun kulit sapi tidak laku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dYang kita khawatirkan adalah reluktansi masyarakat untuk mengkonsumsi daging sapi. Tanpa ini saja, animo daya beli masyarakat sudah turun apalagi adanya kasus LSD ini. Bisa dibayangkan bagaimana nasib para peternak,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber: <\/strong><a href=\"https:\/\/tabloidsinartani.com\/detail\/indeks\/ternak\/19893-LSD-kian-Merebak-Darurat-Vaksinasi-Sapi-dan-Kerbau\">https:\/\/tabloidsinartani.com\/detail\/indeks\/ternak\/19893-LSD-kian-Merebak-Darurat-Vaksinasi-Sapi-dan-Kerbau<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lumpy Skin Disease (LSD)&nbsp;kini menjadi penyakit pada sapi dan kerbau yang patut diwaspadai peternak.&nbsp;Sejak awal 2022, kasus LSD muncul di beberapa kabupaten\/kota Provinsi Riau&nbsp;kini&nbsp;sudah merebak di wilayah lainnya di Pulau Sumatera.&nbsp; Ketua Umum, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Muhammad Munawaroh&nbsp;mengatakan,&#8230; <a class=\"di-continue-reading\" href=\"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/?p=4410\"> Continue Reading&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4411,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9,281],"tags":[1300,1301,106,206],"class_list":["post-4410","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-dinpertan-pangan","tag-lumpy-skin-disease-lsd","tag-penyakit-hewan","tag-peternakan","tag-peternakan-dan-kesehatan-hewan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4410","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4410"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4410\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4412,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4410\/revisions\/4412"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4411"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4410"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4410"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinpertanpangan.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4410"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}